Kamis, 14 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Kesehatan

Serangan Jantung yang Disangka Diare: Gejala Tak Biasa yang Perlu Diwaspadai

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
14 April 2026
in Kesehatan
A A
0
Serangan Jantung yang Disangka Diare: Gejala Tak Biasa yang Perlu Diwaspadai
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Kasus medis sering kali tidak selalu muncul dengan gejala yang “klasik”. Hal inilah yang tergambar dalam kisah seorang dokter spesialis jantung yang menangani pasien dengan serangan jantung, namun gejala awalnya justru disangka sebagai diare biasa. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa penyakit serius bisa hadir dengan tanda yang tidak terduga.

Secara umum, serangan jantung identik dengan nyeri dada hebat, sesak napas, atau rasa tertekan di dada. Namun, dalam kasus ini, pasien justru datang dengan keluhan gangguan pencernaan seperti diare. Kondisi ini tentu membuat diagnosis awal menjadi lebih sulit.

Menurut dokter yang menangani kasus tersebut, hal ini bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem saraf, khususnya saraf otonom yang mengatur fungsi tubuh seperti jantung dan pencernaan.

Faktor penting dalam kasus ini adalah adanya penyakit diabetes pada pasien. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf (neuropati), sehingga sinyal nyeri dari jantung tidak dirasakan sebagaimana mestinya.

Artikel Terkait

Tercatat 36 Ribu Kasus Kanker Serviks Baru Setiap Tahun

Heboh Hantavirus di Kapal Pesiar, Arzeti Bilbina Minta Warga Jaga Kebersihan Rumah

Sering Cepat Lelah Bisa Jadi Tanda Fungsi Ginjal Mulai Menurun

Akibatnya, tubuh “mengalihkan” sinyal bahaya ke bagian lain yang masih sensitif, seperti sistem pencernaan. Inilah yang kemudian memunculkan gejala seperti diare atau ketidaknyamanan perut, padahal masalah utamanya berasal dari jantung.

Dokter menjelaskan bahwa tubuh manusia tetap berusaha memberikan sinyal ketika terjadi kondisi berbahaya seperti serangan jantung. Namun, jika jalur normal (misalnya nyeri dada) terganggu, maka sinyal tersebut bisa muncul dalam bentuk lain.

Dalam kasus ini, gejala diare bisa menjadi “alarm alternatif” dari tubuh untuk menunjukkan adanya masalah serius.

Kasus seperti ini tergolong jarang, namun lebih mungkin terjadi pada orang lanjut usia, terutama yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes. Gejalanya pun sering tidak spesifik, misalnya hanya diare ringan yang disertai kondisi tubuh melemah akibat ketidakseimbangan elektrolit.

Hal inilah yang membuat banyak kasus berisiko terlambat ditangani karena dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Kisah ini menjadi pelajaran penting bahwa:

  • Tidak semua serangan jantung diawali nyeri dada
  • Gejala seperti mual, muntah, atau diare bisa menjadi tanda tersembunyi
  • Penderita diabetes harus lebih waspada terhadap gejala yang tidak biasa

Jika seseorang mengalami keluhan pencernaan yang tidak biasa disertai lemas, keringat dingin, atau faktor risiko jantung, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.(dhil)

Topik: diareserangan jantung

TerkaitBerita

SASAR KOMUNITAS: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko bermain padel dalam peluncuran program Youth Sprinter & Sprin Padel Fun Game 2026 di Jalan Pulo Mas, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok./POGI)
Kesehatan

Tercatat 36 Ribu Kasus Kanker Serviks Baru Setiap Tahun

oleh Editor : Memoarto
14 Mei 2026
Heboh Hantavirus di Kapal Pesiar, Arzeti Bilbina Minta Warga Jaga Kebersihan Rumah
Kesehatan

Heboh Hantavirus di Kapal Pesiar, Arzeti Bilbina Minta Warga Jaga Kebersihan Rumah

oleh Editor : Akula
14 Mei 2026
Sering Cepat Lelah Bisa Jadi Tanda Fungsi Ginjal Mulai Menurun
Kesehatan

Sering Cepat Lelah Bisa Jadi Tanda Fungsi Ginjal Mulai Menurun

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026
Mengenal Serang Virus, Hantavirus Lokal Indonesia yang Ditemukan di Banten
Kesehatan

Mengenal Serang Virus, Hantavirus Lokal Indonesia yang Ditemukan di Banten

oleh Editor : Affandy
12 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

IKEA

IKEA PS 2026 Tawarkan Desain Fleksibel untuk Kehidupan Modern

14 Mei 2026
SASAR KOMUNITAS: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko bermain padel dalam peluncuran program Youth Sprinter & Sprin Padel Fun Game 2026 di Jalan Pulo Mas, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok./POGI)

Tercatat 36 Ribu Kasus Kanker Serviks Baru Setiap Tahun

14 Mei 2026
Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

14 Mei 2026
KP2MI

Kementerian P2MI dan KPU Teken MoU, Perkuat Hak Pilih Pekerja Migran di Luar Negeri

14 Mei 2026

Terpopuler

  • EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

    Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    341 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3051 shares
    Share 1220 Tweet 763
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    340 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • APHPI Desak Polda Metro Jaya Segera Tindak Lanjut Kasus Faisal Amsco

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya