Minggu, 25 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Serangan Jantung yang Disangka Diare: Gejala Tak Biasa yang Perlu Diwaspadai

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
14 April 2026
in Kesehatan
A A
0
Serangan Jantung yang Disangka Diare: Gejala Tak Biasa yang Perlu Diwaspadai
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Kasus medis sering kali tidak selalu muncul dengan gejala yang “klasik”. Hal inilah yang tergambar dalam kisah seorang dokter spesialis jantung yang menangani pasien dengan serangan jantung, namun gejala awalnya justru disangka sebagai diare biasa. Peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa penyakit serius bisa hadir dengan tanda yang tidak terduga.

Secara umum, serangan jantung identik dengan nyeri dada hebat, sesak napas, atau rasa tertekan di dada. Namun, dalam kasus ini, pasien justru datang dengan keluhan gangguan pencernaan seperti diare. Kondisi ini tentu membuat diagnosis awal menjadi lebih sulit.

Menurut dokter yang menangani kasus tersebut, hal ini bisa terjadi karena adanya gangguan pada sistem saraf, khususnya saraf otonom yang mengatur fungsi tubuh seperti jantung dan pencernaan.

Faktor penting dalam kasus ini adalah adanya penyakit diabetes pada pasien. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf (neuropati), sehingga sinyal nyeri dari jantung tidak dirasakan sebagaimana mestinya.

Artikel Terkait

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

Usmile Indonesia Gandeng Raditya Dika Jadi Brand Ambassador

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

Akibatnya, tubuh “mengalihkan” sinyal bahaya ke bagian lain yang masih sensitif, seperti sistem pencernaan. Inilah yang kemudian memunculkan gejala seperti diare atau ketidaknyamanan perut, padahal masalah utamanya berasal dari jantung.

Dokter menjelaskan bahwa tubuh manusia tetap berusaha memberikan sinyal ketika terjadi kondisi berbahaya seperti serangan jantung. Namun, jika jalur normal (misalnya nyeri dada) terganggu, maka sinyal tersebut bisa muncul dalam bentuk lain.

Dalam kasus ini, gejala diare bisa menjadi “alarm alternatif” dari tubuh untuk menunjukkan adanya masalah serius.

Kasus seperti ini tergolong jarang, namun lebih mungkin terjadi pada orang lanjut usia, terutama yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes. Gejalanya pun sering tidak spesifik, misalnya hanya diare ringan yang disertai kondisi tubuh melemah akibat ketidakseimbangan elektrolit.

Hal inilah yang membuat banyak kasus berisiko terlambat ditangani karena dianggap sebagai gangguan pencernaan biasa.

Kisah ini menjadi pelajaran penting bahwa:

  • Tidak semua serangan jantung diawali nyeri dada
  • Gejala seperti mual, muntah, atau diare bisa menjadi tanda tersembunyi
  • Penderita diabetes harus lebih waspada terhadap gejala yang tidak biasa

Jika seseorang mengalami keluhan pencernaan yang tidak biasa disertai lemas, keringat dingin, atau faktor risiko jantung, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.(dhil)

Topik: diareserangan jantung

TerkaitBerita

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?
Kesehatan

Mitos atau Fakta: Benarkah Rutin Latihan Pilates Bisa Menambah Tinggi Badan?

oleh Editor : Affandy
24 Oktober 2026
KOLABORASI AKTIF: Country Director usmile Indonesia dan Malaysia Michelle secara simbolis meresmikan kolaborasi dengan Raditya Dika sebagai brand ambassador saat press conference di Jakarta pada Jumat (23/10/26). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Kesehatan

Usmile Indonesia Gandeng Raditya Dika Jadi Brand Ambassador

oleh Editor : Memoarto
24 Oktober 2026
Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG
Kesehatan

Dinkes Kabupaten Bogor Uji Sampel Makanan Usai 103 Siswa SMPN 2 Cisarua Diduga Keracunan Program MBG

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026
Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker
Kesehatan

Ketika Musik Menjadi Harapan, YKI dan PALAPA Ajak Kita Bergerak Bersama Penanggulangan Kanker

oleh Editor : Affandy
22 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

UNGGUL STARTING: Ezri Konsa merayakan golnya pada laga Arsenal lawan Everton di pekan ke-8 Premier League 2026/2027. (Foto: (c) AP Photo/Ian Walton)

Arsenal Amankan 2 Poin Hajar Everton di Stadion Emirates

25 Oktober 2026
OTORITAS MILITER: Militer Pakistan melancarkan serangkaian serangan atas militan di Waziristan Utara pada Minggu (15/6/2026). (Foto: dok/AP)

Militer Pakistan Bergabung Dengan Pakta Pertahanan Makkah Tanpa Izin Parlemen

25 Oktober 2026
BANTUAN SOSIAL: Pemberian Dana Bantuan RLH dari Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara kepada salah seorang penerima manfaat I Nyoman Mertha Yasa di Jalan Tukad Balian, Kota Denpasar, Bali pada Sabtu (24/10/2026). (Foto: Dok./Pemkot Denpasar)

Pemkot Denpasar Salurkan Bantuan Perbaikan 22 Rumah Layak Huni

25 Oktober 2026
Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

24 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5061 shares
    Share 2024 Tweet 1265
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1095 shares
    Share 438 Tweet 274
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • The Pizza Company Buka Gerai Pertama di Jakarta Utara, Bidik Pasar Kelapa Gading

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya