koranindopos.com, JAKARTA – Di tengah semangat bulan kemerdekaan, film musikal terbaru karya Garin Nugroho berjudul “Siapa Dia” resmi menggelar gala premiere. Lebih dari sekadar tontonan, film ini adalah perjalanan magis melintasi sejarah bangsa melalui sinema, musik, dan tarian sebuah karya lintas zaman yang mempertemukan cinta, budaya pop, dan identitas nasional dalam satu bingkai sinematik.

Menjadi pusat perhatian dalam film ini adalah Nicholas Saputra, aktor ikonik yang kali ini menjalani peran paling menantang dalam kariernya. Ia memerankan empat karakter dari empat era berbeda, membawa penonton menelusuri jejak sejarah melalui tokoh-tokoh yang mewakili semangat zaman masing-masing—dari masa kolonial, pendudukan Jepang, Orde Baru, hingga era digital masa kini.
Didukung jajaran pemain papan atas seperti Amanda Rawles, Widi Mulia, Ariel Tatum, Happy Salma, Dira Sugandi, dan banyak lagi, film ini hidup dalam warna-warni perempuan lintas generasi yang mengisi kisah-kisah cinta yang penuh lara, harapan, dan kekuatan.
Sinema, Surat Cinta, dan Sejarah Bangsa
“Siapa Dia” mengikuti perjalanan Layar (Nicholas Saputra), seorang sutradara muda yang menemukan koper warisan berisi surat dan catatan cinta dari para leluhurnya. Bersama timnya, Denok (Widi Mulia) dan Rintik (Amanda Rawles), ia mulai menghidupkan kisah-kisah tersebut ke dalam proyek film musikal impiannya. Namun proses kreatif itu berubah menjadi perjalanan spiritual—sebuah lintasan waktu yang membawanya benar-benar masuk ke dalam kehidupan buyut, kakek, dan ayahnya.

Film ini dibagi menjadi lima babak, masing-masing merekam kisah cinta yang berpadu dengan situasi sosial-politik zamannya, lengkap dengan lagu-lagu tematik yang menggambarkan ruh era tersebut:
Prolog: Penemuan koper dan awal pencarian makna.
Babak 1 (Kolonial): Cinta di tengah pertunjukan Lutung Kasarung. Lagu utama: Nurlela.
Babak 2 (Pendudukan Jepang): Romansa di masa perang dengan pejuang Tionghoa dan relawan Palang Merah. Lagu utama: Kopral Jono.
Babak 3 (Orde Baru): Kisah cinta dan perlawanan dengan anak jalanan serta gadis persewaan komik. Lagu utama: Anak Jalanan.
Epilog: Layar menemukan jati diri dan cintanya di masa kini, menuntaskan film impiannya.
Kolaborasi Tiga Maestro dan Jejak Budaya Pop
Disutradarai oleh Garin Nugroho, dengan Faizal Lubis sebagai penata musik sekaligus produser eksekutif, dan Eko Supriyanto sebagai koreografer, “Siapa Dia” menghadirkan perpaduan harmonis antara musik, tari, dan sinema. Lebih dari itu, film ini menyisipkan elemen budaya populer dari masa ke masa dari komedi stamboel, gambar hidup kolonial, propaganda Jepang, hingga era persewaan komik dan poster lukis.
“Sejarah bukan hanya peristiwa, tapi juga perasaan,” ujar Garin Nugroho. Melalui surat-surat cinta yang dilestarikan lintas generasi, ia mengajak penonton memahami sejarah lewat sudut pandang emosional dan estetika yang dalam.
Bagi Nicholas Saputra, proyek ini adalah bentuk penghormatan terhadap perjalanan sinema Indonesia itu sendiri. “Saya merasa bukan hanya berakting, tapi juga menelusuri warisan sinema dan budaya pop Indonesia yang membentuk kita hari ini,” ungkapnya. (sh)










