Jumat, 30 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

SNI RUmah Modular Berbasis Baja Ringan Jadikan Hunian Binaan Lebih Ramah Lingkungan

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
16 Mei 2024
in Teknologi
A A
0
Asosiasi Rumah Modular Indonesia (ARMI)
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Komunitas SBCC (Sustainable Buildings, Cities & Communities) didukung oleh Asosiasi Rumah Modular Indonesia (ARMI) dan Kementerian PUPR, menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema ‘Light Steel Based Modular House: Eco-Friendly, Energy & Cost Efficient, Strong, Light, Fast, Cooler’ di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (15/5).

Turut hadir menyampaikan materi terkait implikasi teknologi masa depan untuk mengurangi konsumsi energy pada bangunan, Associated Professor Samad Sepasgzoar, Peneliti Top Nasional oleh The Australian yang diakui sebagai 2% Peneliti Teratas di dunia oleh Standard University dan salah satu dari 1% Reviewer Terbaik Dunia versi Publons, Web of Science.

Founder SBCC yang juga merupakan Associate Prof. Prodi Arsitektur Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Dr. Eng. Beta Paramita menerangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah mitigasi yang realistik dan terstruktur untuk mencegah dampak kerusakan lingkungan yang timbul akibat perkembangan lingkungan binaan di Indonesia.

“Menurut laporan Bank Dunia dampak Urban Heat Island, terutama bila dipertimbangkan bersamaan dengan perubahan iklim, merupakan ancaman serius dan semakin besar terhadap daya saing, kelayakan huni, dan inklusivitas kota-kota di Asia Timur.

Artikel Terkait

Perawatan Pakaian Lebih Praktis, TCL Padukan Teknologi Cerdas dan Desain Hemat Ruang

Apple Rilis Panduan Perbaikan Mandiri iPhone Duo di Hari Pertama Peluncuran

Haier Hadirkan TV 100 Inci M96 Series dengan Teknologi QD-Mini LED

Yang mengkhawatirkan, kota-kota di Indonesia, Malaysia, dan Filipina terkena dampak UHI yang paling parah dengan rata-rata suhu permukaan tanah (Land Surfaces Temperature/LST) hingga 6,6 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan daerah pedesaan di sekitarnya,” terang Dr. Eng. Beta.

Ia menjelaskan, menurut data Program Lingkungan PBB (UNEP) diperkirakan 40% dari konsumsi energi dan sekitar 30% emisi gas rumah kaca dihasilkan dari lingkungan binaan. Pembangunan perumahan merupakan salah satu contohnya. Padahal perumahan adalah tipologi arsitektur beragam yang konfigurasinya ditentukan tidak hanya oleh mereka yang merancangnya tetapi  juga oleh pemanfaatan orang-orang yang tinggal di dalamnya.

Oleh karena itu, rumah pada dasarnya adalah struktur yang dapat beradaptasi dan berkembang seiring dengan waktu dan penggunanya, serta mengalami perubahan terus-menerus yang diwujudkan dalam cara hidup. Rumah yang dibangun saat ini tidak akan sama dengan rumah yang dibangun besok, sehingga perlu adanya pendekatan kritis dan mendalam terhadap perannya dalam lingkungan binaan.

“Dalam hal ini, rumah modular secara konsisten menampilkan dirinya sebagai strategi desain dinamis yang telah merevolusi perumahan konvesional, mengembangkan solusi serbaguna untuk ruang dan praktik konstruksi yang berkelanjutan.

Oleh karena itu, perumahan modular telah menjadi lahan subur untuk mengeksplorasi dan memperdalam cara menghuni ruang dan memenuhi kebutuhan manusia. Dari katalog rumah prefabrikasi pada abad ke-19 hingga booming perumahan pasca-Perang Dunia II, evolusinya mencerminkan proposal masa lalu dan eksplorasi konsep-konsep baru untuk masa depan yang tentunya lebih ramah lingkungan,” terangnya lagi.

Di kesempatan yang sama, Ketua Umum ARMI, Nicolas Kesuma menerangkan, rumah modular adalah rumah dengan konstruksi bangunan khusus yang terbuat dari material rakitan pabrik. Rumah modular dibangun dengan cara yang berbeda dari rumah biasa.

Komponen seperti dinding, jendela dan pintu, dan atap sudah diproduksi terlebih dahulu sehingga nantinya hanya tinggal dirakit (assembly) di lokasi konstruksi tanpa menyisakan limbah. Jenis konstruksi ini biasanya 50% lebih cepat dan membutuhkan bahan hingga 50% lebih sedikit sehingga menghasilkan efisiensi biaya 50% dibandingkan konstruksi konvensional atau tradisional.

“Teknologi baru telah memungkinkan bangunan atau rumah modular dibangun lebih besar, lebih tinggi, dan dalam banyak desain. Unit dapat dikirim keseluruh negeri dan dirakit di lokasi dalam hitungan hari. Rumah modular Ini dibangun menggunakan sistem yang melibatkan proses berurutan yang kini menggunakan teknik modern seperti pemodelan digital 3D, sehingga memungkinkan adanya perencanaan awal untuk membuat proses lebih efisien,” terang Nicolas.

Nicolas menambahkan, jika ditinjau dari kebutuhan pembangunan rumah di Indonesia yang terus meningkat, terutama yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah, rumah modular berstruktur baja ringan (steel frame) adalah satu pilihan yang tepat. Pasalnya, selain hemat energy pada operasional dan hemat biaya, rumah modular berstruktur baja ringan juga kuat, ringan, cepat dalam pembangunan, lebih sejuk, rendah jejak karbon dan ramah lingkungan.

“Kebutuhan rumah modular berstruktur baja ringan ini juga dapat dipenuhi oleh industry baja nasional yang mana akan memberikan nilai TKDN yang cukup tinggi dan akan meningkatkan utilisasi produksi yang pada akhirnya menggerakkan roda ekonomi sesuai tujuan SDGs.

Selain itu, dengan pemanfaatan penutup atap dan dinding yang dilapisi cat reflektif surya yang memiliki nilai SRI (Solar Reflectance Index) tinggi, efek urban heat island ini juga dapat diminimalisir,” terang Nicolas lagi.

Untuk itu, dengan adanya kegiatan FGD ini, ia berharap dapat terbuka jalur komunikasi dan memperluas jaringan antar pemangku kepentingan dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, tenaga ahli dan pihak lain dalam menjajaki potensi kolaborasi dan kemitraan dalam lingkup SBCC. Selain itu, adanya pertimbangan dalam penyusunan SNI bangunan rumah modular berbasis baja ringan yang ramah lingkungan, efisien energi dan biaya, kuat, ringan, cepat bangun dan sejuk.

Menjawab harapan di atas, maka dalam kegiatan sebuah komunitas seperti SBCC ini keterlibatan satu elemen kunci yaitu pemerintah sebagai regulator adalah sangat krusial. Kementerian PUPR yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Perumahan sebagai pengguna (user) dari perumahan rakyat dan Direktorat Jendral Cipta Karya sebagai Pembina Teknis Keandalan dan Penataan Bangunan dalam acara ini menerangkan tentang kebutuhan perumahan masyarakat, tanggapan cepat kepada pembangunan kembali paska bencana, ketentuan penyusunan SNI bangunan gedung dan penyusunan prototype bangunan gedung hijau dan cerdas hingga standard perhitungan harga satuan tertinggi bangunan gedung negara untuk mengetahui kelayakan rumah modular berbasis baja ringan.

“Diskusi teknis antar pemangku kepentingan kunci yang hadir luring dan daring terdiri dari akademisi, pengembang (developer), kontraktor, designer, industry baja ringan dan rumah modular, pemerintah terjadi secara kondusif dan membangun hingga tanpa terasa ada di penghujung acara. Kami berharap dapat memberikan masukan dan berkontribusi dalam penyusunan prototype rumah hijau dan cerdas.

Hal ini untuk memudahkan industri, designer dan jasa konstruksi dalam membangun bangunan yang pasti sudah masuk kriteria dan lulus berdasarkan kebijakan bangunan gedung hijau dan bangunan cerdas, sehingga kejaran target perumahan nasional dapat segera tercapai secara kuantitas sekaligus bias mengantongi kredibilitas hijau dan cerdas yang berkontribusi kepada penurunan gas rumah kaca (GRK),” tutup Nicolas. (ris)

Topik: Asosiasi Rumah Modular Indonesia (ARMI)Cities & Communities)Kementerian PUPRKomunitas SBCC (Sustainable Buildings

TerkaitBerita

Perawatan Pakaian Lebih Praktis, TCL Padukan Teknologi Cerdas dan Desain Hemat Ruang
Teknologi

Perawatan Pakaian Lebih Praktis, TCL Padukan Teknologi Cerdas dan Desain Hemat Ruang

oleh Editor : Affandy
28 Oktober 2026
Apple Rilis Panduan Perbaikan Mandiri iPhone Duo di Hari Pertama Peluncuran
Teknologi

Apple Rilis Panduan Perbaikan Mandiri iPhone Duo di Hari Pertama Peluncuran

oleh Editor : Affandy
27 Oktober 2026
Haier
Teknologi

Haier Hadirkan TV 100 Inci M96 Series dengan Teknologi QD-Mini LED

oleh Editor : Hana
27 Oktober 2026
AQUA Elektronik
Elektronik

AQUA Elektronik Perluas Pasar Jawa Timur, Andalkan Produk Smart Living

oleh Editor : Hairul
26 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

LPDB Koperasi Seimbangkan Antara Perluasan Akses Pembiayaan dan Mitigasi Risiko

LPDB Koperasi Seimbangkan Antara Perluasan Akses Pembiayaan dan Mitigasi Risiko

30 Oktober 2026
TUNTUT KEBEBASAN: Ratusan warga Israel berunjuk rasa pada Rabu (28/10/2026) meminta dibentuknya pemerintahan gabungan antara partai Yahudi dan Arab. (Foto: AFP/JEWEL SAMAD)

Warga Israel Desak Partai Yahudi dan Arab Bersatu Demi Kebebasan Bersama

30 Oktober 2026
Terinspirasi dari Manisnya Karamel, Keiko Kioko Angkat Kisah Persahabatan Lewat Lagu

Terinspirasi dari Manisnya Karamel, Keiko Kioko Angkat Kisah Persahabatan Lewat Lagu

30 Oktober 2026
Komitmen Edukasi Membuah Hasil, DIDIMAX Raih Penghargaan Best Trading Education 2026

Komitmen Edukasi Membuah Hasil, DIDIMAX Raih Penghargaan Best Trading Education 2026

30 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5138 shares
    Share 2055 Tweet 1285
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1119 shares
    Share 448 Tweet 280
  • Harry Maguire: MU Merosot Bukan Salah Pelatih Michael Carrick

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Pakar Hukum Kemenkes Tegaskan Kasus Label Produk dr. Richard Lee Tak Tepat Dibawa ke Ranah Pidana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Singapura Surati 10 Perusahaan Dalang Karhutla di Indonesia

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya