Rabu, 24 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

Standard Chartered Kembali Luncurkan Program Futuremakers bagi 350 Wirausahawan Muda

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
26 Oktober 2022
in Bisnis
A A
0
Standard Chartered
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta Standard Chartered kembali meluncurkan program sosial Futuremakers, kali ini bekerja sama dengan CBM Global dan Mien R. Uno Foundation (MRUF), dan berfokus untuk meningkatan keterampilan wirausahawan muda yang terkena dampak pandemi COVID-19.

Melalui Futuremakers by Standard Chartered, para penerima manfaat akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh peningkatan ekonomi melalui keterampilan dan dukungan bisnis.  Ini merupakan bagian dari program besar Futuremakers, sebuah inisiatif global dari Standard Chartered untuk mengatasi kesenjangan dengan mempromosikan inklusi ekonomi yang lebih besar bagi kaum muda yang rentan, termasuk mereka yang terdampak oleh pandemi covid-19.

Dampak pandemi COVID-19 menyebabkan banyaknya usaha mikro yang tidak dapat berlanjut. Diantaranya adalah usaha – usaha yang dijalankan oleh kaum muda, termasuk kaum muda dengan disabilitas. Para kaum muda, baik yang mengalami dan tidak mengalami disabilitas, yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah cenderung tidak memiliki panutan dan dorongan, serta latar belakang pendidikan yang mencukupi.

Oleh karena itu, seringkali mereka tidak memiliki sikap dan keterampilan kewirausahaan yang dibutuhkan agar dapat bersaing dengan pelaku usaha lainnya. Di sisi lain, banyak pelatihan yang dilakukan oleh berbagai pihak untuk wirausahawan muda, namun kebanyakan dari program tersebut belum bersifat inklusif, sehingga pada prakteknya terjadi hambatan untuk mengakses program-progam tersebut, khususnya bagi kelompok penyandang disabilitas.

Artikel Terkait

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960

Pameran KRISTAInterFOOD 2026 Akan Digelar di NICE PIK 2

Kemnaker Gandeng Huawei Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

Selain itu, masih banyak institusi keuangan mikro menganggap penyandang disabilitas terlalu rentan untuk membuka rekening atau mengakses kredit atas nama mereka sendiri. Hal – hal di atas merupakan bagian dari penyebab banyaknya usaha yang diinisiasi oleh para kaum muda tersebut tidak dapat bangkit kembali setelah mengalami keterpurukan.

Diana Mudadalam, Head of Corporate Affairs, Brand & Marketing Indonesia & ASEAN Markets (Australia, Brunei, the Philippines), Standard Chartered mengatakan bahwa “Salah satu bentuk upaya kepedulian kami secara global terhadap lingkungan dan masyarakat adalah lifting participation atau mendorong seluruh anggota masyarakat agar dapat menjadi bagian dalam kegiatan perekonomian.

Dalam memastikan hal ini, Standard Chartered secara global berupaya untuk meningkatkan taraf kehidupan 1 miliar orang dan komunitas mereka dengan memaksimalkan potensi keuangan perempuan dan usaha-usaha kecil di wilayah-wilayah di mana kami beroperasi. Upaya ini kami realisasikan khususnya di Indonesia antara lain lewat beragam program-program Futuremakers yang telah berlangsung sejak tahun 2019.

Sehubungan dengan pandemi COVID-19 yang melanda dunia, Standard Chartered secara global mendonasikan USD 25 juta (Rp 366,3 milyar) untuk program Economic Recovery untuk membantu masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Khusus untuk Indonesia, Standard Chartered telah mengalokasikan USD 1,1 juta (Rp 16,1 milyar) untuk berbagai program pelatihan yang berfokus pada wirausaha perempuan dan kaum muda yang terimbas oleh pandemi. Program di Jakarta ini merupakan bagian dari program-program tersebut, dan juga menjadi salah satu bagian dari kontribusi kami untuk membantu pemulihan perekonomian Indonesia pasca pandemi.”

Futuremakers merupakan sebuah inisiatif global Standard Chartered untuk mengatasi ketidaksetaraan dengan mempromosikan perekonomian inklusif di setiap negara di mana Standard Chartered beroperasi. Futuremakers mendukung kaum muda yang kurang beruntung, terutama anak perempuan dan orang-orang dengan disabilitas, untuk mempelajari keterampilan baru dan meningkatkan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan atau memulai bisnis mereka sendiri.

Di Indonesia, Futuremakers pertama kali diluncurkan pada tahun 2019, dan hingga kini telah mendukung lebih dari 2.000 penerima manfaat lewat berbagai ragam inisiatif seperti Goal, Youth to Work dan Entrepreneur. Diharapkan, melalui program Futuremakers, kaum muda memiliki kemampuan ekonomi yang komperhensif untuk terus berdaya dan melanjutkan kehidupan secara bermakna.

Marisa Kristianah, Country Director CBM Global Indonesia mengatakan bahwa “Di dalam program Futuremakers, Mien R. Uno Foundation (MRUF) dan CBM Global bekerja sama untuk mengurangi hambatan – hambatan yang dialami oleh wirausahawan muda baik yang mengalami disabilitas maupun tidak, agar mampu membangun usaha mereka kembali.”

Program ini menyasar 350 wirausahawan muda yang mana 175 diantaranya adalah mereka yang mengalami disabilitas. Proyek ini juga menargetkan agar 60% dari penerima manfaat adalah perempuan.
“Program ini akan memberikan serangkaian pelatihan tentang kewirausahaan, yang mencakup topik-topik seperti ‘kanvas’ bisnis (business plan), pemasaran digital, branding, produksi, akuntansi dasar, dan juga analisis pasar.

Sebagai pendukung, pelatihan seputar soft skill, komunikasi, networking, literasi keuangan, dan penguasaan penggunaan teknologi digital juga akan diberikan. Dari jumlah tersebut, 280 (atau 80%) usaha yang dibangkitkan kembali akan ditingkatkan menjadi UMKM yang memiliki legalitas.“ tambah Marisa.

Menjelang akhir program, kaum muda yang tertarik untuk mempresentasikan bisnis mereka di berbagai platform akan didukung untuk melakukannya, dan lokakarya lanjutan tentang e-commerce juga akan diadakan. Pelibatan kaum muda dengan dan tanpa disabilitas untuk belajar dan berkembang bersama akan menantang persepsi dan membangun kepercayaan diri.

Mereka akan berbagi cerita dengan komunitas mereka untuk meningkatkan kesadaran akan kemampuan kaum muda penyandang disabilitas, serta sikap dan praktik inklusif. Dengan demikian, kita akan memiliki kelompok kecil dari sebuah generasi yang tidak hanya handal dalam mengambangkan bisnis, tapi juga siap untuk menjadi agen perubahan dalam mencontohkan bekerja secara inklusif dalam keberagaman.

Selain itu, CBM akan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi mitra MRUF untuk membangun kapasitas mereka dalam isu gender dan inklusi disabilitas. Ini akan dimulai dengan serangkaian sesi peningkatan kesadaran dan pelatihan serta modifikasi kurikulum pelatihan kewirausahaan MRUF saat ini agar lebih inklusif bagi penyandang disabilitas, baik dalam hal konten modul maupun metode penyampaian. CBM akan membangun jejaring antara MRUF dengan gerakan difabel / Organisasi Penyandang Disabilitas (OPDs) di area program. CBM akan terus mendampingi MRUF dalam hal inklusi disabilitas di sepanjang keseluruhan program.

Kegiatan ini memanfaatkan kurikulum pelatihan kewirausahaan MRUF saat ini dan materi pelatihan inklusi CBM, yang keduanya telah disempurnakan secara bertahap selama lebih dari satu dekade penggunaan di Indonesia. Selain itu, Standard Charter Bank melalui program relawannya juga akan memberikan kontribusi dalam kegiatan ini lewat pendampingan kepada para wirausahawan muda, khususnya yang membutuhkan masukan teknis, seperti konsultasi promosi, branding, profiling dan lainnya. (ris)

Topik: Program FuturemakersStandard Charteredwirausahawan muda

TerkaitBerita

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960
Bisnis

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
TARGET PENGUNJUNG: Para pengunjung memadati sejumlah gerai dalam acara yang diselenggarakan oleh Krista Exhibition beberapa waktu lalu. (Foto: Dok./Kristaexhibitio)
Bisnis

Pameran KRISTAInterFOOD 2026 Akan Digelar di NICE PIK 2

oleh Editor : Memoarto
24 Juni 2026
Kemnaker Gandeng Huawei Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri
Bisnis

Kemnaker Gandeng Huawei Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

oleh Editor : Anggoro
23 Juni 2026
SANY Group Luncurkan Jaringan Operasi Penyelamatan Bersama Asia Pasifik untuk Perkuat Respons Kebencanaan
Bisnis

SANY Group Luncurkan Jaringan Operasi Penyelamatan Bersama Asia Pasifik untuk Perkuat Respons Kebencanaan

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

RAKSASA TEKNOLOGI: Dua raksasa teknologi AS, Cadence dan Intel Foundry berkolaborasi. (Foto Ilustrasi: Dok./Cadence)

Dua Raksasa Teknologi AS Kolaborasi Tingkatkan Performa Intel 14A

24 Juni 2026
Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

24 Juni 2026
Kemnaker Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan

Kemnaker Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan

24 Juni 2026
Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

24 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3551 shares
    Share 1420 Tweet 888
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    441 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya