Rabu, 24 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Ekonomi Bisnis

Standard Chartered Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang tengah Fokus Pemilu

Editor : Hanasa oleh Editor : Hanasa
2 Februari 2024
in Bisnis
A A
0
Standard Chartered
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Berbeda dengan PDB di tingkat global yang diperkirakan akan melambat dari 3,1% pada tahun lalu menjadi 2,9% di tahun 2024, Asia kemungkinan akan menjadi kawasan dengan pertumbuhan tercepat di dunia dengan perkiraan pertumbuhan PDB sebesar 4,9% tahun ini. Ini merupakan salah satu dari sejumlah poin yang terdapat dalam laporan Standard Chartered Global Focus – Economic Outlook 2024, yang disampaikan pada acara tahunan Global Research Briefing (GRB) H1 2024 untuk Indonesia hari ini. Acara GRB tahun ini dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan. Acara ini juga dihadiri oleh para pemangku kepentingan Bank, termasuk perwakilan pemerintah, lembaga keuangan internasional dan nasional, serta para pelaku usaha.

Turut hadir mewakili Standard Chartered dalam penyampaian proyeksi ekonomi global dan domestik adalah Edward Lee, Chief Economist, ASEAN and South Asia, Standard Chartered dan Aldian Taloputra, Senior Economist, Standard Chartered Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dalam penyampaian keynote speech menjelaskan, “Realisasi PMA mencatat kinerja positif yang didukung oleh sektor hilir. Nilai total realisasi investasi, baik PMA maupun PMDN, mencapai Rp1.419 triliun pada tahun 2023, 17% lebih tinggi dari realisasi tahun sebelumnya, sedangkan total nilai realisasi investasi di sektor hilir mencapai Rp 375,4 triliun, menyumbang 26,5% dari seluruh realisasi investasi pada periode tersebut.

Selain itu, realisasi PMA di sektor lain di luar sektor hilir juga menunjukkan kinerja positif pada tahun 2023. Hal ini mencerminkan kepercayaan investor asing yang jauh lebih baik terhadap Indonesia.” Sedangkan untuk tahun 2024, Luhut menjelaskan bahwa “Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2%, dengan inflasi yang rendah dan stabil sekitar 2,5%.”

Artikel Terkait

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960

Pameran KRISTAInterFOOD 2026 Akan Digelar di NICE PIK 2

Kemnaker Gandeng Huawei Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

Rino Donosepoetro, Vice Chairman ASEAN & President Commissioner Indonesia, Standard Chartered mengatakan, “Laporan Global Focus – Economic Outlook 2024 kami menunjukkan bahwa Indonesia cukup tangguh dalam menghadapi gejolak perekonomian global. Melihat lintasan perekonomian Indonesia di tahun ini, Standard Chartered memperkirakan pertumbuhan PDB sebesar 5,2% di tahun 2024, atau naik sedikit dari besaran 5,1% pada tahun sebelumnya.”

Rino juga mengutip hasil laporan Standard Chartered yang menunjukkan bahwa konsumsi swasta yang lebih tinggi serta pertumbuhan investasi yang masih relatif kuat dapat mengimbangi permintaan eksternal yang lebih lemah di tahun 2024. Belanja terkait pemilu dan consumer spending terkait berbagai hari besar diperkirakan akan turut memberikan dampak positif secara sementara bagi perekonomian sepajang Semester 1-2024, sebelum adanya normalisasi pada Semester kedua.

Aldian Taloputra, Senior Economist, Standard Chartered Bank Indonesia, menjelaskan bahwa, “Standard Chartered mempertahankan perkiraan inflasi rata-rata Indonesia selama tahun 2024 sebesar 2,9% secara year on year, atau lebih tinggi dari perkiraan inflasi bulan Oktober 2023 sebesar 2,6%. Standard Chartered juga memperkirakan kondisi sticky inflation pada semester pertama tahun 2024 yang akan menjaga inflasi umum tetap tinggi, mendekati batas atas kisaran target Bank Indonesia (BI) sebesar 1,5-3,5%, sebelum turun menjelang akhir tahun 2024.”

Terkait kebijakan moneter, Standard Chartered mempertahankan pandangannya bahwa BI akan menurunkan BI Rate sebesar 50bps pada paruh kedua tahun 2024, meskipun pemotongan lebih awal juga dapat terjadi jika perekonomian AS yang tengah melemah berhasil mendorong penurunan suku bunga The Fed lebih awal.

Stabilitas Rupiah akan tetap menjadi tujuan kebijakan moneter utama bagi BI sepanjang tahun 2024, mengingat tingkat suku bunga AS yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama dan lingkungan makro dalam negeri yang relatif stabil. BI kemungkinan akan terus memperkuat langkah moneternya dan menyempurnakan instrumen miliknya untuk memberikan opsi penempatan yang menarik bagi investor asing.

Sementara itu, Standard Chartered menurunkan perkiraan defisit fiskal tahun 2024 menjadi 2,3% dari PDB dari sebelumnya 2,5%, dikarenakan harga komoditas yang lebih stabil dan belanja yang terkendali.

Aldian turut menjelaskan bahwa Standard Chartered akan mempertahankan perkiraan nilai tukar Dolar AS dengan Rupiah pada akhir tahun 2024 di angka 15.000. “Kami cukup optimis terhadap IDR dalam jangka menengah mengingat adanya perbaikan struktural pada fundamental makroekonomi Indonesia,” tambahnya.

Dalam menutup kata sambutannya, Rino Donosepoetro turut menambahkan bahwa, “Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia tengah fokus pada pemilu yang sebentar lagi akan digelar, dan Standard Chartered optimis bahwa perekonomian Indonesia akan terus berkembang di bawah administrasi pemerintahan yang baru. Sebagai sole rating advisor bagi Pemerintah Indonesia, Standard Chartered terus berkomitmen untuk membantu upaya berkelanjutan pemerintah mendorong perekonomian dan investasi Indonesia, yang selaras dengan proyeksi pertumbuhan negara yang sangat positif.

Kami optimis terhadap pertumbuhan Indonesia di tahun ini dan berbagai peluang yang akan muncul. Sebagai bank asing yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari 160 tahun, Standard Chartered terus percaya pada potensi yang dimiliki negara ini. Untuk lebih melakukan penetrasi ke segmen pasar ritel, kami akan terus fokus pada aspek digital partnership melalui pinjaman ritel digital dan model bisnis Banking-as-a-Service kami.

Strategi ini terbukti mampu membantu kami untuk mengembangkan basis klien ritel sebanyak empat kali lipat menjadi lebih dari 1 juta klien pada tahun 2023, dan angka tersebut diproyeksikan akan tumbuh lebih lanjut sebesar empat kali lipat lagi pada tahun ini. Kami juga akan terus mengembangkan layanan Wealth Management serta Priority Banking kami.

Selain itu, bisnis Corporate, Commercial and Institutional Banking kami juga terus berkembang dengan baik. Standard Chartered baru-baru ini memenangkan Penghargaan Best Trade Finance Provider 2024 di Indonesia dari Global Finance, dan saat ini kami merupakan salah satu bank kustodian terbesar di Indonesia. Sebagai bookrunner yang sangat aktif, kami juga terus mendukung pemerintah Indonesia dalam menerbitkan berbagai obligasi atau surat hutang.

Seiring upaya Indonesia untuk mencapai agenda net-zero, Standard Chartered akan terus memprioritaskan pembiayaan berkelanjutan dan mendukung klien kami dalam upaya mereka mencapai net zero melalui berbagai solusi Pembiayaan Berkelanjutan kami. Kami berupaya untuk tidak hanya mendukung namun juga berperan sebagai katalis kemajuan perekonomian Indonesia, demi mewujudkan masa depan yang sejahtera bagi semua orang,” tutupnya. (ris)

Topik: Standard Chartered

TerkaitBerita

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960
Bisnis

Dolar AS Menguat, Rupiah Melemah ke Level Rp17.960

oleh Editor : Affandy
24 Juni 2026
TARGET PENGUNJUNG: Para pengunjung memadati sejumlah gerai dalam acara yang diselenggarakan oleh Krista Exhibition beberapa waktu lalu. (Foto: Dok./Kristaexhibitio)
Bisnis

Pameran KRISTAInterFOOD 2026 Akan Digelar di NICE PIK 2

oleh Editor : Memoarto
24 Juni 2026
Kemnaker Gandeng Huawei Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri
Bisnis

Kemnaker Gandeng Huawei Sinergi Pengembangan SDM melalui Pendidikan Vokasi dan Industri

oleh Editor : Anggoro
23 Juni 2026
SANY Group Luncurkan Jaringan Operasi Penyelamatan Bersama Asia Pasifik untuk Perkuat Respons Kebencanaan
Bisnis

SANY Group Luncurkan Jaringan Operasi Penyelamatan Bersama Asia Pasifik untuk Perkuat Respons Kebencanaan

oleh Editor : Affandy
23 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

RAKSASA TEKNOLOGI: Dua raksasa teknologi AS, Cadence dan Intel Foundry berkolaborasi. (Foto Ilustrasi: Dok./Cadence)

Dua Raksasa Teknologi AS Kolaborasi Tingkatkan Performa Intel 14A

24 Juni 2026
Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

Pegadaian Dukung Program 2.000 Pohon di Kaltim, Dorong Kolaborasi Hijau untuk Lingkungan Berkelanjutan

24 Juni 2026
Kemnaker Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan

Kemnaker Raih Sertifikat ISO Anti Penyuapan

24 Juni 2026
Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

Polisi Bubarkan Rencana Balap Liar di Duren Sawit, Delapan Motor Diamankan

24 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3551 shares
    Share 1420 Tweet 888
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    441 shares
    Share 176 Tweet 110
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    316 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Dua Pabrik Komponen Otomotif Jepang di Jatim Dikabarkan Bakal PHK Ribuan Karyawan, Produksi Disebut Pindah ke Vietnam

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya