Koranindopos.com – Jakarta – Kalangan ilmuwan menyoroti fenomena meningkatnya kasus kanker pada usia muda yang terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa generasi muda saat ini diduga mengalami proses penuaan biologis lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga berpotensi meningkatkan risiko terkena kanker sebelum usia 50 tahun.
Fenomena tersebut menjadi perhatian dunia medis karena angka kanker onset dini terus mengalami kenaikan di berbagai negara. Kanker onset dini sendiri merupakan kanker yang didiagnosis pada seseorang berusia di bawah 50 tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti mencatat peningkatan kasus berbagai jenis kanker pada kelompok usia muda, seperti kanker payudara, kanker kolorektal (usus besar), kanker ginjal, hingga kanker rahim.
Sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan pada 2023 menunjukkan bahwa diagnosis kanker onset dini meningkat sekitar 25 persen secara global dalam periode 1990 hingga 2019.
Artikel Terkait
Menurut ahli hematologi sekaligus peneliti kanker dari Wellcome Sanger Institute, Inggris, Dr. Jyoti Nangalia, tren tersebut bukan semata-mata disebabkan oleh teknologi diagnosis yang semakin baik.
“Tren peningkatan kanker pada usia yang lebih muda ini sangat nyata, dan ini bukan sekadar karena diagnosis yang lebih efisien atau deteksi yang lebih awal,” ujarnya kepada Live Science.
Ia menilai kemungkinan terdapat faktor risiko baru yang kini lebih banyak dialami generasi muda atau terjadi perubahan pada sistem pertahanan alami tubuh manusia.
Salah satu petunjuk penting datang dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine. Studi tersebut menemukan adanya kesenjangan antara usia kronologis dan usia biologis pada generasi muda.
Usia kronologis adalah usia seseorang berdasarkan tanggal lahir, sedangkan usia biologis menggambarkan kondisi sebenarnya dari organ, jaringan, dan sistem tubuh berdasarkan proses penuaan yang dialami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar selisih antara usia biologis dan usia kronologis, semakin tinggi pula risiko seseorang mengalami kanker pada usia yang relatif muda.
Penelitian tersebut menganalisis data kesehatan lebih dari 150.000 orang dewasa yang tergabung dalam UK Biobank di Inggris.
Para peneliti menggunakan model statistik PhenoAge untuk menghitung tingkat penuaan biologis melalui analisis sampel darah peserta.
Hasilnya menunjukkan bahwa:
- Individu yang lahir pada 1965–1974 mengalami tingkat penuaan biologis lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir pada 1950–1954, meskipun diperiksa pada usia kronologis yang sama.
- Pola tersebut semakin jelas pada kelompok yang lahir pada 1990–1999, berdasarkan data dari All of Us Research Program di Amerika Serikat. Kelompok ini menunjukkan peningkatan penuaan biologis yang jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya.
Meski penelitian menemukan hubungan antara penuaan biologis dan meningkatnya risiko kanker usia muda, para peneliti menegaskan bahwa hubungan tersebut belum membuktikan sebab-akibat secara langsung.
Berbagai faktor diduga ikut memengaruhi percepatan penuaan biologis, antara lain pola makan yang kurang sehat, obesitas, kurang aktivitas fisik, kualitas tidur yang buruk, paparan polusi, stres berkepanjangan, konsumsi alkohol, hingga kebiasaan merokok.
Faktor lingkungan dan perubahan gaya hidup modern juga dinilai berpotensi mempercepat proses penuaan sel sehingga meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit kronis, termasuk kanker.
Temuan ini semakin menegaskan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda. Pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, tidur yang cukup, menghindari rokok dan alkohol, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah yang dapat membantu menekan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker.
Para peneliti berharap temuan mengenai penuaan biologis ini dapat menjadi dasar bagi penelitian lanjutan untuk memahami penyebab meningkatnya kanker onset dini sekaligus mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif bagi generasi mendatang.(dhil/dtk)










