Koranindopos.com – JAKARTA — Keinginan untuk ngemil makanan gurih, bertepung, dan gorengan kerap menjadi tantangan bagi orang yang sedang menjalani diet. Sensasi renyah dan gurih dari makanan tersebut sering kali membuat seseorang sulit mempertahankan pola makan sehat.
Namun, munculnya craving bukan berarti program diet harus berakhir. Spesialis gizi klinik dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, membagikan sejumlah cara untuk menyiasati keinginan ngemil berdasarkan sensasi makanan yang sedang diinginkan.
Menurut dr. Yaze, keinginan ngemil dapat disiasati dengan memilih makanan yang mampu memberikan sensasi serupa, tetapi dengan pilihan yang lebih sehat.
Bagi orang yang menginginkan sensasi gurih, misalnya, yogurt atau makanan dan minuman yang mengandung probiotik dapat menjadi salah satu alternatif.
Sementara itu, apabila yang dicari adalah tekstur renyah atau crunchy, kebutuhan tersebut dapat dialihkan dengan mengonsumsi sayuran segar seperti potongan timun atau wortel.
Pilihan tersebut dapat membantu memberikan sensasi mengunyah tanpa harus langsung mengonsumsi camilan tinggi kalori.
Lantas, bagaimana jika keinginan mengonsumsi gorengan sudah sulit dikendalikan?
Dr. Yaze mengingatkan bahwa konsumsi gorengan dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan asupan kalori harian. Meski demikian, seseorang tidak harus langsung merasa gagal menjalani diet ketika sesekali mengonsumsi gorengan.
Menurutnya, jumlah makanan pada waktu makan berikutnya dapat disesuaikan.
“Kalau misalnya siang sudah banyak makan gorengan, malamnya mungkin kita bisa kurangi kapasitas porsinya,” ujar dr. Yaze dalam siaran langsung TikTok detikHealth, Kamis (20/8/2026).
Selain mengatur porsi, teknik memasak juga dapat menjadi solusi untuk tetap memperoleh makanan dengan tekstur renyah, tetapi menggunakan lebih sedikit minyak.
Dr. Yaze menyarankan penggunaan air fryer sebagai salah satu alternatif untuk mendapatkan tekstur crunchy dengan penggunaan minyak yang lebih minim.
Pilihan lainnya adalah memanggang makanan. Bahkan, menurutnya, mengukus juga dapat menjadi metode memasak yang lebih baik, tergantung jenis makanan yang dikonsumsi.
“Misalnya kayak di air fryer, jadi tetap crunchy, tapi mungkin minyaknya lebih minim. Atau lebih bagus lagi misalnya dipanggang, gitu boleh juga. Bagus lagi kalau misalnya dikukus,” jelasnya.
Dengan demikian, mengatasi craving saat diet tidak selalu berarti harus menghilangkan makanan yang disukai secara total. Yang lebih penting adalah mengenali pemicunya, mengatur porsi, serta memilih bahan dan metode pengolahan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pola makan sehat.
Kunci utamanya adalah menjaga keseimbangan. Sesekali menikmati makanan yang disukai masih dapat dilakukan selama porsinya diperhatikan dan keseluruhan pola makan tetap terjaga.(Dhil/dtk)










