Rabu, 17 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Tantangan Meningkatkan Budaya Membaca di NTB

Editor : Akula oleh Editor : Akula
24 Oktober 2024
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Tantangan Meningkatkan Budaya Membaca di NTB
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Mataram.  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kini menjadi tantangan dalam menumbuhkan minat membaca di masyarakat. Sayangnya, peran orang tua dan perpustakaan di lingkungan sekolah dirasa belum maksimal dalam mendukung upaya tersebut.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Amir, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak saat membaca dan menulis di rumah.

“Banyak orang tua justru lebih sibuk dengan gadget, sehingga anak-anak kehilangan contoh yang baik. Orang tua seharusnya menjadi teladan,” jelasnya dalam sebuah diskusi bersama Duta Baca Indonesia di Mataram, Kamis (24/10/2024).

Amir juga menyoroti peran perpustakaan sekolah yang kurang optimal. Menurutnya, banyak perpustakaan di sekolah yang lebih dipenuhi dengan buku-buku pelajaran kurikulum daripada bahan bacaan yang bisa memperluas wawasan siswa. Idealnya, perpustakaan harus menjadi tempat yang mendorong siswa untuk mencari referensi tambahan. Misalnya, guru dapat memberikan tugas yang mengarahkan siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi.

Artikel Terkait

Gempa Susulan Terbesar di Palu Tercatat M5,2

KPI Nilai Peliputan Demonstrasi oleh Televisi dan Radio Sudah Sesuai Aturan

Kesepakatan Damai Iran-AS Dinilai Berpotensi Turunkan Harga Minyak dan Stabilkan Ekonomi Global

Selain itu, Amir juga menyinggung mahalnya harga buku sebagai masalah lain. Menurutnya, banyak masyarakat yang lebih memilih membeli pulsa daripada buku bacaan, karena harga buku yang cukup tinggi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa akses masyarakat terhadap bacaan masih terbatas.

“Di NTB, hanya sekitar 6-7 persen perpustakaan yang memenuhi standar ketersediaan bahan bacaan yang dibutuhkan masyarakat,” tambah Amir.

Kondisi perpustakaan yang kurang dimanfaatkan juga ditemukan di perguruan tinggi. Rektor UIN Mataram, Masnun Tahur, mengatakan bahwa mahasiswa lebih sering memperbarui status media sosial daripada memperkaya pengetahuannya. Hal ini terlihat dari minimnya referensi yang digunakan dalam tugas akademik mereka, seperti skripsi dan karya ilmiah lainnya.

IMG 20241024 WA0011 scaled - Tantangan Meningkatkan Budaya Membaca di NTB

Tradisi mengaji yang kuat di masyarakat Lombok, menurut Masnun, belum sepenuhnya berdampak pada kebiasaan mengkaji atau memperdalam pemahaman melalui membaca. Kepala Perpustakaan UIN Mataram, Jamaludin, memperkenalkan metode Bhatatsa, sebuah metode yang mengaitkan aktivitas mengaji dengan proses berpikir, membaca, dan menulis.

“Metode ini merupakan hasil riset yang sudah diterapkan lebih dari lima tahun,” jelas Jamaludin.

Sementara itu, Ahmad Junaidi, dosen FKIP Universitas Mataram, menambahkan bahwa menulis merupakan cara untuk merapikan pikiran.

Namun, ia mengingatkan agar dalam menulis, tidak menggunakan kata-kata sensasional atau membuang waktu dengan hal-hal yang tidak relevan. “Kita bisa memulai tulisan dengan kutipan, ide utama, provokasi yang terukur, atau dengan merangkai poin-poin penting,” tutup Ahmad.

Topik: Perpusnasperpustakaan

TerkaitBerita

KETERANGAN PERS: Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada awak media di Gedung Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), BMKG di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (16/6/2026). (Foto: BMKG.go.id)
Nasional

Gempa Susulan Terbesar di Palu Tercatat M5,2

oleh Editor : Memoarto
17 Juni 2026
Demo
Nasional

KPI Nilai Peliputan Demonstrasi oleh Televisi dan Radio Sudah Sesuai Aturan

oleh Editor : Hairul
16 Juni 2026
Kesepakatan Damai Iran-AS Dinilai Berpotensi Turunkan Harga Minyak dan Stabilkan Ekonomi Global
Nasional

Kesepakatan Damai Iran-AS Dinilai Berpotensi Turunkan Harga Minyak dan Stabilkan Ekonomi Global

oleh Editor : Affandy
16 Juni 2026
Investasi Jerman
Nasional

Indonesia-Jerman Sepakat Tingkatkan Investasi dan Kemitraan Strategis

oleh Editor : Hairul
16 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

AKSI DRAMATIS: Kiper Qatar, Mahmoud Abunada, melakukan penyelamatan dalam pertandingan Grup B Piala Dunia 2026 melawan Swiss pada Minggu (14/6/2026). (Foto: (c) AP Photo/Eugene Hoshiko)

Kanada dan Qatar Sama-Sama Jaga Asa Lolos Babak 32 Besar

17 Juni 2026
NEGARA SEKUTU: Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam satu momentum di Gedung Putih. (Foto Ilustrasi: Dok./ whitehouse.gov)

Presiden Trump: Tanpa Saya Tidak Akan Ada Israel

17 Juni 2026
KETERANGAN PERS: Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama (dua dari kiri) memberikan penjelasan kepada awak media di Gedung Multi-Hazard Early Warning System (MHEWS), BMKG di Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (16/6/2026). (Foto: BMKG.go.id)

Gempa Susulan Terbesar di Palu Tercatat M5,2

17 Juni 2026
Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

16 Juni 2026

Terpopuler

  • Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    Isuzu Panther Mini, Legenda MPV Diesel yang Kembali Hadir dengan Mesin Tangguh dan Hemat BBM

    498 shares
    Share 199 Tweet 125
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3493 shares
    Share 1397 Tweet 873
  • Angka Kematian Ibu di Indonesia Tertinggi Se-Asia Tenggara

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    420 shares
    Share 168 Tweet 105
  • Polisi Sita 276 Cartridge Vape Mengandung Narkotika Etomidate Senilai Rp1,5 Miliar

    333 shares
    Share 133 Tweet 83
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya