Rabu, 5 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

Tantangan Meningkatkan Budaya Membaca di NTB

Editor : Akula oleh Editor : Akula
24 Oktober 2024
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Tantangan Meningkatkan Budaya Membaca di NTB
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Mataram.  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi kini menjadi tantangan dalam menumbuhkan minat membaca di masyarakat. Sayangnya, peran orang tua dan perpustakaan di lingkungan sekolah dirasa belum maksimal dalam mendukung upaya tersebut.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Nusa Tenggara Barat, Amir, menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak saat membaca dan menulis di rumah.

“Banyak orang tua justru lebih sibuk dengan gadget, sehingga anak-anak kehilangan contoh yang baik. Orang tua seharusnya menjadi teladan,” jelasnya dalam sebuah diskusi bersama Duta Baca Indonesia di Mataram, Kamis (24/10/2024).

Amir juga menyoroti peran perpustakaan sekolah yang kurang optimal. Menurutnya, banyak perpustakaan di sekolah yang lebih dipenuhi dengan buku-buku pelajaran kurikulum daripada bahan bacaan yang bisa memperluas wawasan siswa. Idealnya, perpustakaan harus menjadi tempat yang mendorong siswa untuk mencari referensi tambahan. Misalnya, guru dapat memberikan tugas yang mengarahkan siswa untuk memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber informasi.

Artikel Terkait

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Rumuskan 5 Arah Baru, AI Diminta Tetap Berpihak pada Manusia

Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026

Bamsoet Soroti Lemahnya Pengawasan Penyidikan Saat Uji Proposal Disertasi Doktor Hukum

Selain itu, Amir juga menyinggung mahalnya harga buku sebagai masalah lain. Menurutnya, banyak masyarakat yang lebih memilih membeli pulsa daripada buku bacaan, karena harga buku yang cukup tinggi. Ini menjadi salah satu alasan mengapa akses masyarakat terhadap bacaan masih terbatas.

“Di NTB, hanya sekitar 6-7 persen perpustakaan yang memenuhi standar ketersediaan bahan bacaan yang dibutuhkan masyarakat,” tambah Amir.

Kondisi perpustakaan yang kurang dimanfaatkan juga ditemukan di perguruan tinggi. Rektor UIN Mataram, Masnun Tahur, mengatakan bahwa mahasiswa lebih sering memperbarui status media sosial daripada memperkaya pengetahuannya. Hal ini terlihat dari minimnya referensi yang digunakan dalam tugas akademik mereka, seperti skripsi dan karya ilmiah lainnya.

IMG 20241024 WA0011 scaled - Tantangan Meningkatkan Budaya Membaca di NTB

Tradisi mengaji yang kuat di masyarakat Lombok, menurut Masnun, belum sepenuhnya berdampak pada kebiasaan mengkaji atau memperdalam pemahaman melalui membaca. Kepala Perpustakaan UIN Mataram, Jamaludin, memperkenalkan metode Bhatatsa, sebuah metode yang mengaitkan aktivitas mengaji dengan proses berpikir, membaca, dan menulis.

“Metode ini merupakan hasil riset yang sudah diterapkan lebih dari lima tahun,” jelas Jamaludin.

Sementara itu, Ahmad Junaidi, dosen FKIP Universitas Mataram, menambahkan bahwa menulis merupakan cara untuk merapikan pikiran.

Namun, ia mengingatkan agar dalam menulis, tidak menggunakan kata-kata sensasional atau membuang waktu dengan hal-hal yang tidak relevan. “Kita bisa memulai tulisan dengan kutipan, ide utama, provokasi yang terukur, atau dengan merangkai poin-poin penting,” tutup Ahmad.

Topik: Perpusnasperpustakaan

TerkaitBerita

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Rumuskan 5 Arah Baru, AI Diminta Tetap Berpihak pada Manusia
Nasional

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Rumuskan 5 Arah Baru, AI Diminta Tetap Berpihak pada Manusia

oleh Editor : Akula
5 Agustus 2026
Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026
Nasional

Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026

oleh Editor : Affandy
5 Agustus 2026
Bamsoet Soroti Lemahnya Pengawasan Penyidikan Saat Uji Proposal Disertasi Doktor Hukum
Nasional

Bamsoet Soroti Lemahnya Pengawasan Penyidikan Saat Uji Proposal Disertasi Doktor Hukum

oleh Editor : Affandy
5 Agustus 2026
Distribusi Buku
Pendidikan

Jutaan Distribusi Buku Harus Dibarengi Gerakan Nasional Tingkatkan Minat Baca

oleh Editor : Hairul
5 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

AJANG INTERNASIONAL: Pameran Internasional IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 resmi dibuka di Hall B2 Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat pada Rabu (5/8/2026). (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)

Pameran Industri Medis IIGE 2026 Diikuti 60 Peserta Dari Sembilan Negara

5 Agustus 2026
Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Rumuskan 5 Arah Baru, AI Diminta Tetap Berpihak pada Manusia

Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia Rumuskan 5 Arah Baru, AI Diminta Tetap Berpihak pada Manusia

5 Agustus 2026
Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026

Pimpinan MPR RI Undang Presiden Prabowo Hadiri Sidang Tahunan MPR RI 2026

5 Agustus 2026
Bamsoet Soroti Lemahnya Pengawasan Penyidikan Saat Uji Proposal Disertasi Doktor Hukum

Bamsoet Soroti Lemahnya Pengawasan Penyidikan Saat Uji Proposal Disertasi Doktor Hukum

5 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4209 shares
    Share 1684 Tweet 1052
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    651 shares
    Share 260 Tweet 163
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Pemotor Tewas Setelah Terserempet Truk di Jalan Daan Mogot Cengkareng

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya