Koranindopos.com, Jakarta – Siapa yang tidak mengenal Tasya Farasya? Sosok beauty influencer yang menjadi rujukan utama jutaan perempuan Indonesia dalam urusan riasan dan perawatan wajah ini ternyata menyimpan cerita tak terduga di balik penampilannya yang selalu terlihat flawless. Secara mengejutkan, Tasya mengaku sempat mengalami masalah kulit tubuh yang cukup ekstrem hingga mengganggu kenyamanannya.
Selama ini, publik mengenal Tasya sebagai ahli dalam membedah produk kecantikan. Namun, di balik tutorial mempercantik diri yang kerap ia bagikan, ibu dua anak ini harus berjuang melawan kondisi kulit yang sangat kering dan bahkan sampai bersisik. Masalah ini ternyata bukan sekadar keluhan musiman, melainkan tantangan yang sudah lama menghiasi kesehariannya.
Kondisi kulit kering tersebut mencapai puncaknya saat ia menjalani ibadah puasa, di mana asupan cairan tubuh berkurang secara drastis. Tasya mengungkapkan bahwa perubahan pola makan saat berpuasa menjadi faktor utama yang memperparah dehidrasi pada kulitnya.
“Bukan hanya pas bulan puasa, di hari-hari biasanya kulitku memang sudah kering banget. Tentunya pas bulan puasa jadi tambah kering,” ucap Tasya dalam acara Vaseline X HALUU: Gluta-Hya Hydration Clinic yang digelar di Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.
Perempuan berusia 33 tahun ini menggambarkan betapa mengkhawatirkannya tingkat kekeringan yang ia alami. Ia menceritakan bahwa kulitnya tidak hanya terasa kasar, tetapi juga menjadi sangat kaku. Kondisi ini membuat kulitnya sangat sensitif terhadap sentuhan ringan sekalipun, yang sering kali meninggalkan bekas yang jelas terlihat.

Salah satu momen yang paling membuatnya terkejut adalah ketika ia menyadari bahwa kulit tubuhnya bisa menjadi media “melukis” saking keringnya. Bekas putih yang muncul akibat goresan kuku menjadi alarm nyata bahwa skin barrier tubuhnya sedang dalam kondisi yang tidak sehat atau tidak optimal.
“Bahkan saking keringnya, aku bisa ngelukis di kulit. Kalau digores kuku itu akan meninggalkan bekas putih karena kering,” kata Tasya.
Tasya mengakui bahwa pengalaman tersebut menjadi tamparan keras baginya. Sebagai seorang pakar kecantikan, ia menyadari adanya ketimpangan besar dalam cara ia merawat diri selama ini. Fokusnya yang terlalu besar pada estetika wajah membuatnya melupakan kesehatan kulit di bagian tubuh lainnya.
Selama bertahun-tahun, Tasya menjalani rutinitas skincare wajah yang sangat mendetail dan konsisten. Namun, ia kurang memberikan perhatian yang sama terhadap kelembapan kulit tangan, kaki, dan area tubuh lainnya. Ia baru menyadari bahwa kecantikan yang paripurna seharusnya tidak hanya terpancar dari wajah saja.
“Aku juga baru menyadari bahwa selama ini aku lebih aware ke perawatan kulit wajah aja, tapi badanku terabaikan,” ujarnya.
Kesadaran ini membawa perubahan besar dalam gaya hidup dan rutinitas harian Tasya. Ia merasa perlu untuk segera mengakhiri kebiasaan mengabaikan kulit tubuh sebelum kerusakannya menjadi lebih permanen. Baginya, menjaga keseimbangan antara perawatan wajah dan tubuh adalah kunci utama kesehatan kulit jangka panjang.
Kini, Tasya Farasya berkomitmen untuk memperlakukan kulit tubuhnya sama istimewanya dengan kulit wajahnya. Ia mulai mengedukasi diri sendiri dan pengikutnya tentang pentingnya hidrasi total dari ujung rambut hingga ujung kaki, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas padat dan sering terpapar perubahan cuaca atau pola makan.
“Akhirnya aku sadar kalau enggak boleh nih, harus dihentikan. Sejak saat itu, aku mulai rajin perawatan kulit dari wajah sampai ke seluruh tubuh juga biar balance,” tutupnya. (BRG/Hend)










