Koranindopos.com, Jakarta ,– Penggemar The Script di Indonesia akan kembali bertemu dengan band asal Irlandia tersebut pada 2027. The Script telah mengumumkan jadwal konser di Jakarta yang akan berlangsung pada 3 April 2027.
Konser Jakarta menjadi bagian dari rangkaian perjalanan The Script di Asia Tenggara. Sebelum tampil di Indonesia, mereka akan menggelar konser di Manila pada 18–20 Maret dan Singapura pada 31 Maret 2027.
Kehadiran The Script di kawasan Asia Tenggara ini merupakan lanjutan dari tur Satellites yang berlangsung pada 2025. Dalam tur tersebut, mereka tampil di sejumlah kota, termasuk Singapura, Kuala Lumpur, Manila, Jakarta, Surabaya, dan Bangkok.
Di Indonesia, The Script sebelumnya menggelar dua pertunjukan pada Februari 2025. Mereka tampil di ICE BSD City, Jakarta, pada 14 Februari dan Jatim Expo, Surabaya, pada 16 Februari.
Selain menyiapkan tur, The Script juga tengah memasuki periode baru dalam perjalanan musik mereka. Album terbaru berjudul The User’s Guide to Being Human dirilis pada 14 Agustus 2026.
Sebelum album tersebut tersedia, The Script telah lebih dulu merilis “Man in the Arena” sebagai single terbaru. Lagu itu menjadi salah satu materi yang memperkenalkan arah musik dalam album mendatang.
The User’s Guide to Being Human direkam di Topanga Canyon, Los Angeles. Proses pengerjaan album dimulai setelah rangkaian tur Satellites selesai.
Vokalis Danny O’Donoghue kembali bekerja bersama Andrew Frampton, Steve Kipner, dan Jimbo Barry dalam proses penulisan lagu. Ketiganya sebelumnya pernah ikut terlibat dalam sejumlah karya The Script, seperti “Hall Of Fame”, “The Man Who Can’t Be Moved”, dan “Breakeven”.
Bagi Danny, menulis lagu merupakan bagian dari caranya memahami dan menyampaikan pengalaman hidup.
“Banyak orang mungkin tidak akan pernah benar-benar memahami hubungan saya dengan kata-kata dan musik. Begitulah cara saya memproses segala hal dalam hidup.”
Danny mengatakan pengalaman pribadi sejak masa sekolah hingga kehilangan orang terdekat turut memengaruhi caranya dalam menciptakan musik.
“Saya mencintai musik, saya mencintai kata-kata, dan saya bangga menjadi orang Irlandia. Seumur hidup saya selalu menuangkan emosi yang sulit dijelaskan ke dalam lagu. Saat saya dirundung di sekolah, saya tidak pernah melawan. Saya pulang ke rumah lalu bernyanyi sekeras dan setinggi mungkin agar rasa sakit itu mengalir melalui setiap nada. Ketika ayah saya meninggal, rasa kehilangan itu menjadi bahan bakar untuk menulis lagu-lagu terbaik yang pernah saya ciptakan.”
Sementara itu, judul album baru dipilih untuk menggambarkan beragam pengalaman dan emosi manusia yang menjadi bagian dari materi di dalamnya.
“Judul album ini menggambarkan seluruh isinya. Jika Anda membutuhkan sesuatu yang bisa mengingatkan tentang berbagai macam perasaan dan emosi yang membuat kita menjadi manusia, maka album ini adalah jawabannya.”
Salah satu lagu yang mendapat perhatian dalam album tersebut adalah “Man in the Arena”. Materi ini mengambil inspirasi dari pemikiran Theodore Roosevelt mengenai seseorang yang berani masuk ke dalam arena dan menghadapi tantangan secara langsung.
Menurut Danny, gagasan tersebut membuatnya ingin menuangkannya ke dalam sebuah lagu.
“Roosevelt mengatakan bahwa kehormatan bukan milik para pengkritik. Bukan milik orang-orang yang hanya duduk di sofa sambil menertawakan seseorang yang sedang berjuang, terjatuh, dan bangkit kembali di dalam arena. Kehormatan adalah milik orang yang benar-benar masuk ke arena dan wajahnya dipenuhi debu serta darah.”
Ia kemudian mengingat kembali reaksinya saat pertama membaca pidato tersebut.
“Saya ingat ketika membacanya, saya langsung berpikir: ini harus dijadikan sebuah lagu. Energi dari pidato itu luar biasa indah.”
Dalam perjalanan kariernya, The Script telah mencatat sejumlah pencapaian internasional. Mereka memiliki enam album yang pernah menempati posisi nomor satu di Inggris dan delapan album nomor satu di Irlandia.
Karya-karya The Script juga telah memperoleh lebih dari 14 miliar streaming serta penjualan lebih dari lima juta album. Untuk pertunjukan langsung, total tiket yang telah terjual sepanjang karier mereka disebut mencapai lebih dari 4,5 juta.
Kini, setelah merilis The User’s Guide to Being Human, The Script akan melanjutkan aktivitas tur ke berbagai wilayah, termasuk Asia, Inggris, Eropa, dan Australia. (BRG/Kul)










