koranindopos.com – Jakarta. Literasi, atau kemampuan seseorang untuk mengolah dan memahami informasi terkait membaca dan menulis, merupakan indikator penting dalam menilai perkembangan pendidikan dan kualitas hidup suatu negara. Menurut laporan World Population Review 2024, tingkat literasi global menunjukkan angka yang cukup tinggi, yaitu mencapai 86,3%. Angka ini memperlihatkan perkembangan positif di banyak negara, terutama yang memiliki ekonomi maju dan sistem pendidikan yang baik.
Meskipun tingkat literasi global cukup tinggi, terdapat perbedaan mencolok antara negara maju dan negara berkembang. Negara-negara maju cenderung memiliki angka literasi yang hampir mencapai 100% karena akses pendidikan yang merata, kualitas pengajaran yang tinggi, serta dukungan infrastruktur yang memadai. Di sisi lain, negara-negara berkembang, terutama yang menghadapi tantangan ekonomi dan infrastruktur pendidikan, sering kali memiliki tingkat literasi yang lebih rendah.
Tingkat literasi diukur melalui tingkat melek huruf di setiap negara. Tingkat melek huruf atau literacy rate merupakan indikator yang digunakan untuk menunjukkan persentase penduduk yang dapat membaca dan menulis. Di negara-negara dengan angka literasi tinggi, sistem pendidikan sangat mendukung peningkatan kemampuan literasi di berbagai jenjang usia. Selain itu, faktor ekonomi yang stabil juga mendorong investasi dalam sektor pendidikan, sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi secara merata.
Indonesia berada dalam kelompok negara yang masih terus berupaya meningkatkan tingkat literasi nasionalnya. Seiring dengan kesadaran pentingnya pendidikan, pemerintah dan berbagai lembaga di Indonesia kini semakin gencar mengampanyekan budaya membaca dan menyediakan akses informasi yang lebih luas kepada masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mendekatkan Indonesia dengan negara-negara yang memiliki tingkat literasi tinggi.
Perbedaan dalam tingkat literasi di dunia menunjukkan bahwa pendidikan, ekonomi, dan akses terhadap sumber belajar yang memadai adalah kunci utama dalam meningkatkan kemampuan literasi. Semakin merata akses pendidikan dan infrastruktur yang mendukung literasi, semakin tinggi pula kemampuan literasi masyarakat suatu negara, yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup.(dhil)










