Rabu, 3 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Edukatif & Inspiratif

Pemerintah Targetkan Tuntaskan 645 Ribu Anak Tidak Sekolah pada 2045, Kemendikdasmen Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
3 Juni 2026
in Edukatif & Inspiratif
A A
0
Pemerintah Targetkan Tuntaskan 645 Ribu Anak Tidak Sekolah pada 2045, Kemendikdasmen Siapkan Sejumlah Langkah Strategis

Foto: dok youtube bappenas

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – Jakarta – Pemerintah terus memperkuat upaya untuk mengatasi persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam peluncuran Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penanganan Anak Tidak Sekolah.

Melalui regulasi tersebut, pemerintah menargetkan sebanyak 645 ribu anak tidak sekolah dapat ditangani secara bertahap hingga tahun 2045. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan yang layak dan berkualitas.

Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pendekatan pemerintah dalam menangani ATS tidak hanya berfokus pada pendidikan formal di sekolah, tetapi juga mengedepankan konsep pembelajaran yang lebih luas dan inklusif.

“Paradigma kami tidak hanya berbasis pada pendidikan sekolah atau schooling, tetapi pendidikan learning dengan broad base education,” ujar Abdul Mu’ti dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Bappenas, Rabu (3/6/2026).

Artikel Terkait

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

Mahasiswa Public Relations Universitas BSI Perkuat Kompetensi Media Relations Lewat Kunjungan ke Koranindopos.com

Masalah anak tidak sekolah masih menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Berbagai faktor menjadi penyebab anak putus sekolah atau tidak mengakses pendidikan, mulai dari keterbatasan ekonomi, kondisi geografis, faktor sosial, hingga kurangnya akses terhadap layanan pendidikan yang memadai.

Melalui Perpres Nomor 3 Tahun 2026, pemerintah berupaya memperkuat koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan penanganan ATS dilakukan secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurut Abdul Mu’ti, perubahan paradigma menjadi salah satu kunci dalam menyelesaikan persoalan ATS. Pendidikan tidak lagi dipandang semata-mata sebagai aktivitas yang berlangsung di ruang kelas formal, melainkan sebagai proses pembelajaran yang dapat berlangsung melalui berbagai jalur dan metode.

Pendekatan ini memungkinkan anak-anak yang tidak dapat mengakses sekolah formal tetap memperoleh kesempatan belajar melalui pendidikan nonformal, pendidikan kesetaraan, pelatihan keterampilan, hingga berbagai program pembelajaran berbasis masyarakat.

Dengan demikian, pemerintah berharap semakin banyak anak yang dapat kembali memperoleh akses pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Untuk mendukung target penuntasan ATS hingga 2045, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yang berfokus pada perluasan akses pendidikan dan peningkatan kualitas layanan pembelajaran.

Langkah tersebut mencakup penguatan pendidikan formal maupun nonformal, peningkatan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemanfaatan teknologi pendidikan, serta pengembangan program yang lebih fleksibel bagi anak-anak yang mengalami hambatan untuk bersekolah secara reguler.

Selain itu, pemerintah juga berupaya memperkuat sistem pendataan agar anak-anak yang berisiko putus sekolah dapat teridentifikasi lebih cepat dan memperoleh pendampingan yang tepat.

Penanganan Anak Tidak Sekolah menjadi bagian penting dari agenda pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah menilai bahwa peningkatan akses pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang akan menentukan kualitas generasi mendatang.

Dengan semakin banyak anak yang memperoleh kesempatan belajar, diharapkan tingkat literasi, keterampilan, dan daya saing sumber daya manusia Indonesia dapat terus meningkat.

Keberhasilan program ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan antarwilayah dan kelompok masyarakat, sehingga seluruh anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan meraih masa depan yang lebih baik.

Melalui implementasi Perpres Nomor 3 Tahun 2026, pemerintah optimistis target penanganan 645 ribu Anak Tidak Sekolah dapat tercapai secara bertahap, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing pada tahun 2045.(dhil)

Topik: Kemendikdasmenpemerintah

TerkaitBerita

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia
Edukatif & Inspiratif

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

oleh Editor : Affandy
2 Juni 2026
Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk
Edukatif & Inspiratif

Daging Kurban Perlu Dicuci atau Tidak? Pakar UGM Beri Penjelasan dan Tips Mengolah Agar Empuk

oleh Editor : Affandy
27 Mei 2026
Mahasiswa Public Relations Universitas BSI Perkuat Kompetensi Media Relations Lewat Kunjungan ke Koranindopos.com
Edukatif & Inspiratif

Mahasiswa Public Relations Universitas BSI Perkuat Kompetensi Media Relations Lewat Kunjungan ke Koranindopos.com

oleh Editor : Doe
26 Mei 2026
Pengertian Dam Haji, Jenis, dan Ketentuannya dalam Ibadah Haji
Edukatif & Inspiratif

Pengertian Dam Haji, Jenis, dan Ketentuannya dalam Ibadah Haji

oleh Editor : Affandy
25 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN

Jupnas Gizi Harap Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan di Tengah Pergantian Pimpinan BGN

3 Juni 2026
BI Pastikan Terus Jaga Stabilitas Rupiah Saat Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000

BI Pastikan Terus Jaga Stabilitas Rupiah Saat Dolar AS Nyaris Sentuh Rp18.000

3 Juni 2026
Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

Dapat Pujian dari Kepala Bappebti, Apa Kunci Sukses 27 Tahun Perjalanan Didimax?

3 Juni 2026
Berawal dari Teman Dekat Bunga Zainal, Investasi Miliaran Rupiah Sukhdev Singh Malah Berbuah Cek Kosong

Berawal dari Teman Dekat Bunga Zainal, Investasi Miliaran Rupiah Sukhdev Singh Malah Berbuah Cek Kosong

3 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3376 shares
    Share 1350 Tweet 844
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    392 shares
    Share 157 Tweet 98
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    695 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya