Koranindopos.com, BOGOR — Tentara Nasional Indonesia (TNI) blusukan hingga ke desa-desa untuk mengejar target penurunan stunting di Jawa Barat melalui kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digelar pada Selasa, 11 Oktober 2022.
Dalam kesempatan itu Pangdam III/Siliwangi Mayjen Kunto Arief Wibowo, S.IP memastikan komitmen TNI dalam percepatan penurunan stunting. Hal ini ia tegaskan saat melakukan peninjauan lokasi TMMD ke 115 di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. Pangdam menyampaikan bahwa sasaran intervensi TMMD tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga ada sasaran non fisik, termasuk stunting.
“Jadi stunting akan kita keroyok rame-rame bersama dinas terkait, puskesmas, Polri serta lintas sektor terkait selama pelaksanaan TMMD ini,” kata Mayjen Kunto.
Pelaksanaan TMMD ke 115 sendiri secara serentak dilaksanakan di empat lokus wilayah Kodam III/Siliwangi, dimana selain di Kabupaten Bogor, TMMD juga dilaksanakan di Kabupaten Subang dan Tasikmalaya, serta satu lokus berada di Provinsi Banten.
Kunto menjelaskan bahwa TMMD merupakan kegiatan integrasi antara unsur TNI bersama dengan pemerintah daerah dan partisipasi rakyat. “Tidak hanya dalam membangun infrastruktur, tetapi juga dalam memberikan penyuluhan dan pelayanan kepada masyarakat, baik kesehatan, KB, stunting, bela negara dan lain-lain” jelasnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat Dr. Drs. Wahidin M.Kes menjelaskan, BKKBN Jawa Barat dan DP3AP2KB Kabupaten Bogor memanfaatkan momentum TMMD di Cigudeg ini dengan melaksanakan pelayanan KB pemasangan alat kontrasepsi kepada pasangan usia subur berupa suntik, IUD, implan dan pil.
“Saya bersama Pak Sekda dan Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor memantau langsung jalannya pelayanan KB ini. Kepada akseptor kita berikan cinderamata untuk menambah motivasi mengikuti layanan KB ini,” ujar Wahidin.
Wahidin menjelaskan, di daerah Cigudeng banyak pasangan usia subur yang memiliki anak lebih dari dua. Oleh karena itu daerah ini harus dijadikan prioritas wilayah agar diberikan pelayanan yang maksimal selama momentum TMMD.
“Sampai tanggal 9 November nanti saat berakhirnya TMMD, kami akan sisir pasangan usia subur yang belum ber-KB dan diprioritaskan dengan metode kontrasepsi jangka panjang,” ucapnya.
Senada dengan Wahidin, Kepala DP3A2KB Nurhayati mengatakan kegiatan TMMD dimanfaatkan oleh pihaknya untuk melakukan pelayanan KB kepada masyarakat.
“Alhamdulillah masyarakat antusias mengikuti kegiatan pelayanan KB, dimana berhasil dilayani kurang lebih sebanyak 120 akseptor, baik suntik, implan dan IUD,” kata Nurhayati.
Nurhayati berharap melalui pelayanan KB di kegiatan TMMD ini, masyarakat Cigudeg khususnya Desa Banyuasih menjadi keluarga yang sejahtera, bahagia dan sehat lahir batin dengan mengikuti program KB. (why)










