Koranindopos.com, Jakarta – Suasana bazar yang biasanya identik dengan transaksi tunai kini mulai bergeser. Pada penyelenggaraan Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026, masyarakat yang berbelanja kuliner maupun produk fesyen di area bazar dapat melakukan pembayaran secara digital. Sistem transaksi non tunai tersebut didukung oleh Bank Jakarta sebagai bagian dari upaya memperluas penggunaan metode pembayaran digital di ruang ekonomi masyarakat.
Bazar yang digelar oleh Perumda Pasar Jaya itu berlangsung pada 9–10 Maret 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai tenant kuliner dan fesyen dari pelaku usaha kecil dan menengah, serta sejumlah program sosial dan hiburan bagi masyarakat selama bulan Ramadan.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyatakan dukungan terhadap sistem pembayaran digital di bazar tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas penggunaan transaksi non tunai di berbagai aktivitas ekonomi masyarakat.
“Bank Jakarta berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem transaksi non tunai yang inklusif dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat Jakarta. Melalui dukungan sistem pembayaran pada Bazar Jakarta Prime Ramadan ini, kami ingin menghadirkan pengalaman transaksi yang lebih praktis bagi masyarakat sekaligus memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku UMKM,” ujar Agus dalam keterangan resminya, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, digitalisasi transaksi memberikan manfaat tidak hanya bagi konsumen, tetapi juga bagi pelaku usaha. Dengan sistem pembayaran digital, pelaku UMKM dinilai dapat meningkatkan efisiensi pencatatan keuangan, memperluas jangkauan pasar, serta meningkatkan transparansi dalam setiap transaksi.
Selain aktivitas jual beli, bazar tersebut juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial. Di antaranya program tebus sembako dengan harga terjangkau, hiburan untuk pengunjung, hingga santunan bagi anak yatim. Konsep kegiatan ini dirancang sebagai ruang interaksi ekonomi sekaligus sosial yang melibatkan pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menambahkan bahwa keikutsertaan bank dalam kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sistem pembayaran. Pihaknya juga memanfaatkan momentum tersebut untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penggunaan layanan keuangan formal.
“Kehadiran Bank Jakarta pada kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sistem pembayaran, tetapi juga menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan layanan keuangan formal dan transaksi digital secara bijak. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional,” kata Arie.
Menurut Arie, kegiatan bazar yang melibatkan UMKM dan masyarakat luas menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan berbagai layanan perbankan digital. Melalui kegiatan semacam ini, akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang aman dan terpercaya diharapkan semakin terbuka.
Dukungan terhadap Bazar Jakarta Prime Ramadan 2026 juga menjadi bagian dari sinergi antara sektor perbankan dan pengelola pasar dalam memperkuat transformasi ekonomi berbasis digital.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong penguatan ekosistem keuangan digital yang inklusif, sekaligus meningkatkan daya saing pelaku UMKM di tengah perkembangan ekonomi berbasis teknologi. (BRG/Kul)










