Rabu, 29 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Teknologi

UMKM Tanah Air Mampu Penuhi Kebutuhan Produk Inovasi Teknologi Dalam Negeri

Editor : Hana oleh Editor : Hana
18 April 2022
in Teknologi
A A
0
UMKM Tanah Air Mampu Penuhi Kebutuhan Produk Inovasi Teknologi Dalam Negeri
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, koranindopos.com – Siapa sangka, produk berteknologi tinggi yang biasanya datang dari luar negeri, kini mampu tersedia di Indonesia. Bahkan salah satunya, produk yang dihasilkan oleh Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) seperti yang diproduksi oleh PT Alam Virtual Semesta (AVS).

AVS merupakan produsen asal Indonesia yang menyediakan alat-alat simulator. Mulai dari simulator untuk pendidikan teknik dan kedokteran, simulator kendaraan pembuatan SIM, video conference yang terjamin kerahasiaannya, hingga simulator alat-alat militer seperti tank dan senjata.

Kehadiran AVS dalam gelaran Business Matching Tahap Kedua yang digelar Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) di Smesco, menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menciptakan produk dengan teknologi tinggi, yang mampu bersaing dengan produk teknologi asing.

“Kami sudah hampir empat tahun berdiri, dan fokus bisnis kami lebih banyak pada penyediaan alat simulator, teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan elektronik informatika. Di mana 100 persennya teknologi ini kami ciptakan sendiri,” jelas Business Manager PT Alam Virtual Semesta Dwi Wahyudi saat mengikuti pameran Business Matching Tahap Kedua di Smesco, Minggu (17/4).

Artikel Terkait

iQOO Pad 5c Resmi Meluncur, Tablet Gaming dengan Baterai 10.000 mAh dan Layar 144 Hz

Pameran Pro AVL dan Musik Diikuti 600 Brand Internasional

Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Siap Meluncur, Ini Bocoran Spesifikasi, Harga, dan Jadwal Pre-Order

Selama ini, AVS telah sukses memenuhi kebutuhan simulator untuk pelatihan dan pengujian di tingkat pendidikan. Alat yang diproduksi AVS seperti simulator las/Welding Simulator, banyak dipesan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di Pulau Jawa dan Kalimantan.

“Di mana SMK ini didanai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) pemerintah yang disalurkan pemerintah provinsi. Serapan pemerintah daerah untuk kebutuhan sekolah cukup tinggi, terutama welding simulator las untuk SMK, tiap tahun kebutuhan di dinas pendidikan selalu ada. Nggak pernah dicoret dari anggaran,” ucap Dwi.

Selain untuk pendidikan, simulator yang diproduksi AVS juga banyak dipesan oleh industri pertambangan dan perminyakan. Tak hanya itu, alat-alat simulator AVS ini juga lebih banyak diekspor ke Filipina lewat tender.

“Diharapkan dengan adanya business matching ini, yang tadinya kami fokus ekspor saja, tapi dibantu juga untuk menyediakan kebutuhan di dalam negeri melalui belanja pemerintah. Karena kalau kita sendiri itu cukup sulit,” imbuhnya.

Dwi menjamin, alat simulator buatan AVS tak kalah bersaing dengan produk luar negeri. Di Pulau Jawa, pihaknya kerap kali harus head to head dengan produk dari Eropa seperti Inggris dan Rusia.

“Secara kualitas, lawan tender kita kebanyakan dari Australia, Rusia dan Eropa. Beberapa kali kita menang tender lawan Australia dan Eropa. Karena dari segi cost pasti mereka lebih tinggi, namun kualitas yang hampir sama,” tuturnya.

Selain itu, keunggulan produknya adalah, karena muatan lokal, secara konten bisa mudah di-custom sesuai kebutuhan. Dwi memastikan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) produk-produk AVS ini diatas 60-70 persen.

“Karena barang pure membuat sendiri, kecuali monitor sama komputer. Sisanya manufacturing dan teknologi 100 persen kita buat sendiri,” yakin Dwi.

Melalui business matching ini, pihaknya bisa lebih jauh mengenalkan produknya kepada instansi pemerintah maupun swasta. Kemudian AVS bisa menjalin lebih banyak interkoneksi. “Kami belum masuk e-kalatog nya LKPP, karena business matching ini kami jadi tahu caranya dan bisa mengurus sertifikasi TKDN lebih baik. Diharapkan acara ini banyak membantu UKM,” ungkapnya.

Terkait hal tersebut, Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan, business matching membantu mempertemukan kebutuhan pemerintah dan UMKM.

“Kita jadi tahu berapa sih kebutuhan pemerintah. Kalau ada gap ya kita bisa siapkan industrinya untuk memenuhi gap tersebut,” kata Hanung.

Dengan tegas, pihaknya mendorong lebih banyak lagi produk inovasi yang harus dikenalkan ke publik, sehingga pemanfaatannya akan lebih besar. “Bahwa banyak dari kita ini, juga baru tahu kalau anak-anak muda Indonesia bisa membuat teknologi tersebut,” ucapnya.

Hanung menyebut, saat ini market inovasi produk berbasis teknologi sangat luas. Ketersediaan barang pun bisa dipenuhi di dalam negeri, sehingga tak perlu lagi mengimpor dari China.

“Teman-teman kita ini bisa membuat alat simulasi las untuk pendidikan. Penerbangan juga bisa, tergantung permintaannya. Bahkan bedah anatomi, menembak simulator juga ada. Salah satu tujuan kita memperkenalkan apa yang sudah anak bangsa bisa buat,” ungkap Hanung.

Untuk itu, pihaknya memohon dukungan dari semua pihak, guna mensukseskan kegiatan Business Matching Tahap Kedua ini. Sementara dari pihak penyedia dalam hal ini UMKM, diharapkan untuk masuk dalam ekosistem LKPP, baik melalui e-katalog maupun bela pengadaan.

“Semoga Kementerian/Lembaga (K/L) daerah juga tak ragu-ragu beli produk lokal yang sudah teruji,” pungkasnya. (ris)

Topik: KomenkopUKMSimulatorUMKM

TerkaitBerita

iQOO Pad 5c Resmi Meluncur, Tablet Gaming dengan Baterai 10.000 mAh dan Layar 144 Hz
Teknologi

iQOO Pad 5c Resmi Meluncur, Tablet Gaming dengan Baterai 10.000 mAh dan Layar 144 Hz

oleh Editor : Affandy
29 Juli 2026
AJANG INTERNASIONAL: Pameran Pro Audio Video Lighting (AVL) dan Musik Indonesia 2026 resmi dibuka pada Selasa (28/7/2026). Ajang tersebut digelar di NICE PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, hingga 31 Juli 2026. (FOTO: WAYTRI/KORANINDOPOS.COM)
Elektronik

Pameran Pro AVL dan Musik Diikuti 600 Brand Internasional

oleh Editor : Memoarto
29 Juli 2026
Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Siap Meluncur, Ini Bocoran Spesifikasi, Harga, dan Jadwal Pre-Order
Teknologi

Samsung Galaxy Z Flip8 dan Z Fold8 Siap Meluncur, Ini Bocoran Spesifikasi, Harga, dan Jadwal Pre-Order

oleh Editor : Affandy
28 Juli 2026
iPhone 18 Series Dirumorkan Meluncur September 2026, Ini Bocoran Fitur dan Jadwal Rilisnya
Teknologi

iPhone 18 Series Dirumorkan Meluncur September 2026, Ini Bocoran Fitur dan Jadwal Rilisnya

oleh Editor : Affandy
27 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

iCAR V27 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Usung Teknologi Golden REEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km

iCAR V27 Resmi Meluncur di GIIAS 2026, Usung Teknologi Golden REEV dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.200 Km

29 Juli 2026
Isuzu Tunjukkan Fleksibilitas Kendaraan Niaga untuk Beragam Bisnis di GIIAS 2026

Isuzu Tunjukkan Fleksibilitas Kendaraan Niaga untuk Beragam Bisnis di GIIAS 2026

29 Juli 2026
Dinkes Sidoarjo Klarifikasi Isu 522 Pelajar Terinfeksi HIV, Kasus Usia Sekolah Tercatat 60 Sejak 2001

Dinkes Sidoarjo Klarifikasi Isu 522 Pelajar Terinfeksi HIV, Kasus Usia Sekolah Tercatat 60 Sejak 2001

29 Juli 2026
Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Tersisa Rp2,601 Juta per Gram

Harga Emas Antam Turun Lagi, Kini Tersisa Rp2,601 Juta per Gram

29 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4109 shares
    Share 1644 Tweet 1027
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    615 shares
    Share 246 Tweet 154
  • Bocoran iPhone 18 Series Makin Lengkap, Ini Perbedaan iPhone 18, iPhone 18 Pro, dan iPhone 18 Pro Max

    331 shares
    Share 132 Tweet 83
  • Bocoran iPhone 18 Pro: Kamera Disebut Bakal Jadi yang Tercanggih Sepanjang Sejarah Apple

    328 shares
    Share 131 Tweet 82
  • Subsidi Motor Listrik 2026 Bikin Harga Makin Terjangkau, Ada yang Mulai Rp6 Jutaan

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya