Minggu, 9 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Kesehatan

Dinkes Sidoarjo Klarifikasi Isu 522 Pelajar Terinfeksi HIV, Kasus Usia Sekolah Tercatat 60 Sejak 2001

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
29 Juli 2026
in Kesehatan
A A
0
Dinkes Sidoarjo Klarifikasi Isu 522 Pelajar Terinfeksi HIV, Kasus Usia Sekolah Tercatat 60 Sejak 2001

Foto: dok . getty images

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com – JAKARTA – Viral di media sosial sebuah video yang menyebut sebanyak 522 pelajar di Kabupaten Sidoarjo mengidap HIV memicu perhatian publik. Menanggapi informasi tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo menegaskan bahwa angka yang beredar tidak menggambarkan jumlah pelajar yang saat ini hidup dengan HIV.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, M.Kes, menjelaskan bahwa jika kategori pelajar diklasifikasikan berdasarkan kelompok usia 11 hingga 17 tahun, maka jumlah kasus HIV yang tercatat sejak 2001 hingga 2026 adalah 60 kasus.

“Kalau pelajar bisa kita klasifikasikan dari usia 11 sampai dengan 17 tahun. Jadi kalau dari data kami, di usia 11 sampai dengan 17 tahun, angkanya adalah 60 kasus. 60 kasus ini terhitung sejak 2001 sampai dengan 2026,” ujar Lakhsmie.

Dari total 60 kasus tersebut, Dinkes mencatat tujuh orang telah meninggal dunia. Dengan demikian, jumlah kasus pada kelompok usia 11–17 tahun yang masih tercatat menjadi 53 kasus.

Artikel Terkait

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan

Penjelasan ini sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di media sosial agar masyarakat tidak salah memahami data yang beredar.

Selain kelompok usia remaja, Dinkes Sidoarjo juga memaparkan data HIV pada anak usia 1 hingga 10 tahun.

Hingga 21 Juli 2026, tercatat 117 kasus HIV pada kelompok usia tersebut. Dari jumlah itu:

  • 35 orang telah meninggal dunia.
  • 50 orang berstatus loss of follow up, sehingga tidak diketahui apakah telah meninggal, berpindah domisili, atau tidak lagi terpantau.
  • 32 orang masih menjalani terapi antiretroviral (ARV) secara rutin.

“Jadi totalnya saat ini ada 32 yang masih rutin minum ARV pada kelompok usia 0 sampai dengan 10 tahun,” jelas Lakhsmie.

Menindaklanjuti ramainya pemberitaan mengenai kasus HIV pada anak dan remaja di Sidoarjo, Kementerian Kesehatan RI melalui Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo.

Supervisi tersebut bertujuan melakukan klarifikasi dan verifikasi terhadap data yang beredar di masyarakat, termasuk dengan mengunjungi Delta Crisis Center (DCC) yang menjadi salah satu sumber data dalam pemberitaan.

Selain memastikan validitas data, tim juga mengevaluasi pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta pendampingan bagi orang dengan HIV (ODHIV). Kementerian juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo untuk memastikan penanganan HIV berjalan optimal.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk memahami informasi mengenai HIV secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Masyarakat juga diajak untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada orang dengan HIV (ODHIV), karena hal tersebut justru dapat menghambat upaya pencegahan, pemeriksaan, dan pengobatan.

Pemerintah menegaskan bahwa penanganan HIV memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari edukasi masyarakat, deteksi dini, hingga kepatuhan menjalani terapi agar kualitas hidup penyandang HIV tetap terjaga sekaligus menekan risiko penularan di masyarakat.(dhil/dtk)

Topik: DinkesHIVsidoarjo

TerkaitBerita

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya
Kesehatan

Berat Badan Bisa Kembali Naik Setelah Operasi Bariatrik, Ini Penjelasannya

oleh Editor : Akula
8 Agustus 2026
IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS
Kesehatan

IDI: Burn Out Tak Bisa Jadi Alasan Membenarkan Dugaan Penghinaan terhadap Pasien BPJS

oleh Editor : Affandy
7 Agustus 2026
Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan
Kesehatan

Viral Pasien BPJS Menunggu Rawat Inap 8 Jam, BPJS Kesehatan Jelaskan Aturan Penempatan Ruang Perawatan

oleh Editor : Affandy
6 Agustus 2026
Gelombang Panas Ekstrem Diprediksi Landa 10 Negara Arab, Suhu Berpotensi Tembus 50 Derajat Celsius
Kesehatan

Gelombang Panas Ekstrem Diprediksi Landa 10 Negara Arab, Suhu Berpotensi Tembus 50 Derajat Celsius

oleh Editor : Affandy
4 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Api Karhutla di Resor Sembalun TN Gunung Rinjani Berhasil Dikendalikan, Kemenhut Lanjutkan Mopping Up

Api Karhutla di Resor Sembalun TN Gunung Rinjani Berhasil Dikendalikan, Kemenhut Lanjutkan Mopping Up

9 Agustus 2026
Jamkrindo Catatkan Laba Rp 743 Miliar, Melonjak 34 Persen

Jamkrindo Catatkan Laba Rp 743 Miliar, Melonjak 34 Persen

9 Agustus 2026
Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Terjun Langsung ke Alor Salurkan Bantuan Pangan Perdana

Kepala Bapanas dan Dirut BULOG Terjun Langsung ke Alor Salurkan Bantuan Pangan Perdana

9 Agustus 2026
iQOO Z11 Siap Meluncur 20 Agustus 2026, Bawa Layar AMOLED Melengkung dan Dimensity 7500 Turbo

iQOO Z11 Siap Meluncur 20 Agustus 2026, Bawa Layar AMOLED Melengkung dan Dimensity 7500 Turbo

9 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4263 shares
    Share 1705 Tweet 1066
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Manchester United Siapkan Skuad Baru Jelang Musim Depan

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Project Based Learning Belum dan Bukan Pembelajaran Mendalam

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Arsenal Tak Sabar Boyong Bruno Guimaraes Dari Newcastle

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya