
JAKARTA, koranindopos.com – Sepanjang 2021, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menghasilkan sejumlah capaian besar terkait pencegahan dan penindakan penyalahgunaan narkotika. Selain menindak sindikat narkotika internasional dan nasional, BNN RI juga menggelar berbagai program pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Hingga menjelang akhir tahun, BNN telah menugkap 85 sindikat narkoba internasional dan nasional dengan jumlah tersangka 1.109 orang dari 760 kasus. “Secara keseluruhan, diamankan barang bukti berupa sabu 3,313 ton, ganja 115,1 ton, 50,5 hektare ganja, dan 191.575 butir ekstasi,” kata Kepala BNN RI Komjen Dr Petrus Reinhard Golose saat menggelar rilis akhir tahun Rabu (29/12) lalu.
Selain itu, BNN RI juga mengungkap tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari kejahatan narkoba. 16 tersangka diamanakan beserta barang bukti berupa aset dan uang tunai sebesar Tp 108,3 miliar.
Yang terabaru, menjelang akhir tahun, BNN RI juga mengungkap kasus sabu-sabu di Madura dan Jakarta dari jaringan Golden Triangle dan jaringan nasional. “Dengan barang bukti 163,8 kg shabu. Ini bukan hadiah Natal, tetapi operasi di akhir tahun,” lanjutnya.
Petrus menyebut, selama pandemi Covid-19, peredaran narkoba justru menggeliat. Sindikat narkoba memanfaatkan kondisi pandemi untuk melancarkan aksinya. Karena itu, BNN RI terus melancarkan program war on drugs, perang terhadap peredaran gelap narkoba.
BNN RI bersinergi dengan elemen bangsa untuk mewujudkan “Indonesia Bersinar”, bersih dari narkoba. Dimulai dari tingkat desa/kelurahan melalui program Desa Bersinar. Program itu menjadi unggulan BNN RI di wilayah pedesaan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman dari peredaran gelap narkoba.
Desa Bersinar melibatkan banyak Kementerian. Yakni Kemendagri, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta instansi lainnya. “Untuk tahun ini, BNN RI telah membentuk 346 desa bersinar atau meningkat 100 persen dari tahun sebelumnya,” tutur Petrus.
Selain itu, BNN RI juga telah membentuk dan melatih 5.913 relawan pegiat antinarkoba yang membantu memberikan informasi dan edukasi bahaya narkoba. BNN RI juga melatih 1.190 agen pemulihan untuk menangani kecanduan narkoba di tingkat ringan atau coba-coba.
Di luar itu, BNN RI juga telah mendorong 188 puskesmas institusi penerima wajib lapor (IPWL) di wilayah pedesaan. Mereka didorong untuk memberikan pertolongan pertama rehabilitasi kepada 2.994 klien.
Kemudian, BNN RI menggencarkan program ketahanan keluarga, sekolah, dan komunitas. Program ketahanan lingkungan keluarga telah mengahasilkan 1.035 keluarga diintervensi untuk memiliki pengetahuan, pemahaman hidup yang sehat.
Sementara, program ketahanan di lingkungan pendidikan sekolah maupun komunitas menghasilkan 1.740 Sekolah Bersinar. baik tingkat SMP, SMA dengan jumlah siswa pelopor sebanyak 8.700 orang. Sedangkan, di level universitas, ada 352 Kampus Bersinar yang tersebar di 34 Provinsi.
Dalam hal rehabilitasi, sepanjang 2021 BNN RI telah memberi akses kepada sedikitnya 11.290 pecandu narkoba ke layanan rehabilitasi. Di mana fasilitas rehabilitasi milik BNN merupakan satu-satunya di Indonesia yang memberi layanan komprehensif. Mulai dari medis, sosial, hingga pascarehabilitasi dalam satu atap. (ris)










