Koranindopos.com, JAKARTA – Jumlah korban meninggal akibat tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) terus bertambah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, korban terbaru adalah Mia Citra. Sebelumnya perempuan 25 tahun tersebut menjalani perawatan intensif di RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi. ”Iya benar (bertambah jadi 16). Info kami terima jam 11 siang ini (Rabu (29/4/2026), Red) di RSUD Bekasi, perempuan MC 25 tahun,” kata Budi pada Rabu kemarin.
Saat ini, lanjut Budi, kepolisian telah menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi. Mulai dari masinis hingga petugas stasiun, guna mengusut kecelakaan kereta tersebut. Pemeriksaan tersebut dijadwalkan berlangsung di Kantor PT KAI pada Kamis (30/4/2026) hari ini. ”(Pemeriksaan) dilaksanakan di kantor PT. KAI pada besok hari (hari ini) Kamis tanggal 30 April 2026,” ujarnya dalam keterangan tertulis pada Rabu.
Budi menyebut saksi yang diperiksa mulai dari pihak masinis, petugas stasiun hingga polisi khusus kereta api (Polsuska). ”Agenda pemeriksaan petugas (masinis, petugas stasiun, Polsuska) dari PT KAI,” ujarnya.
Sementara ini, Budi mengatakan, pihaknya masih mendalami dugaan kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional perkeretaapian dalam peristiwa tersebut. ”Apakah ini terkait human error atau ada kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan hasil olah TKP,” ujarnya.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, kecelakaan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam. Insiden tersebut bermula ketika KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak taksi Green SM yang mogok di perlintasan rel Bulak Kapal, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur.
Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi. Dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur. Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga menghantam KRL yang sedang berhenti di stasiun tersebut. (cnni/mmr)










