koranindopos.com – Mekkah. Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa pelaksanaan Wukuf di Arafah, sebagai puncak ibadah haji, jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025. Dengan ketetapan tersebut, jemaah haji asal Indonesia akan mulai diberangkatkan dari pemondokan menuju Arafah pada H-1, yaitu Rabu, 4 Juni 2025.
Wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu, persiapan khusus sangat diperlukan, mengingat rangkaian puncak haji (Armuzna: Arafah, Muzdalifah, dan Mina) akan berlangsung dalam kondisi cuaca ekstrem dan kepadatan jutaan jemaah dari seluruh dunia.
Jemaah haji akan menjalani ibadah dalam rentang waktu yang cukup panjang, yakni selama minimal tiga hari (8–10 Dzulhijjah). Selama periode ini, jemaah terikat dengan larangan dan ketentuan ihram. Maka dari itu, menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental menjadi hal utama.
Selain itu, mereka juga harus menuntaskan serangkaian manasik haji seperti tawaf, sai, melontar jumrah, dan tahallul, yang dilakukan di tengah lautan manusia.
Untuk mendukung kelancaran ibadah, jemaah dihimbau melakukan beberapa persiapan penting sejak H-1, antara lain:
-
Mandi Ihram
Dilakukan pada pagi hari 8 Dzulhijjah, mandi ini bersifat sunnah dan dianjurkan sebelum mengenakan pakaian ihram. Jemaah boleh menggunakan sabun, parfum, atau minyak rambut sebelum berniat ihram. -
Memakai Pakaian Ihram
Pria diwajibkan menanggalkan semua pakaian dalam dan mengenakan dua kain ihram, sedangkan perempuan menutupi seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan. Disarankan membawa payung untuk menghindari sengatan panas matahari. -
Mempersiapkan Perlengkapan Pribadi
Pakaian ganti, perlengkapan mandi, obat-obatan, dan minyak oles menjadi kebutuhan esensial. Semua barang sebaiknya dikemas rapi dan mudah dijangkau. -
Membawa Panduan Ibadah
Buku doa, mushaf kecil Al-Qur’an, atau aplikasi Al-Qur’an dan doa digital sangat membantu jemaah dalam mengisi waktu dengan ibadah selama Armuzna. -
Menjaga Kekompakan Rombongan
Koordinasi dalam regu dan rombongan sangat penting agar seluruh proses perjalanan – dari pemondokan ke Arafah hingga ke Mina – berjalan lancar dan tertib. -
Menyimpan Barang Berharga
Barang-barang berharga sebaiknya ditinggalkan dalam koper besar yang dikunci dan tidak dibawa ke Armuzna. Bagi jemaah kloter awal, koper besar biasanya telah diangkut terlebih dahulu untuk kepulangan, sehingga perlengkapan penting sebaiknya disimpan di koper kecil. -
Tidak Keluar dari Area Maktab
Meski belum menjalani wukuf, pada tanggal 8 Dzulhijjah jemaah sebaiknya tetap berada di lingkungan tenda masing-masing. Menghindari pergerakan tanpa koordinasi dapat mencegah jemaah tersesat atau terpisah dari rombongan.
Persiapan yang matang dan kepatuhan terhadap arahan petugas haji akan sangat mendukung terciptanya ekosistem haji yang aman dan nyaman. Pemerintah Indonesia mengimbau jemaah agar aktif berkoordinasi dan bekerjasama dalam menjaga ketertiban selama puncak haji.
Pelaksanaan ibadah haji tahun 1446 H diharapkan berlangsung lancar dan penuh khidmat, berkat kesiapan dan kesadaran jemaah dalam menjalankan setiap tahapan dengan baik.










