koranindopos.com – Jakarta. Program vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua bagi lansia di Jakarta sudah dimulai beberapa hari lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI menyebutkan, alasan utamanya adalah kelompok lansia paling rentan terinfeksi Covid-19. ’’Hingga pukul 08.00 tadi (Minggu (17/11/2022), red), sudah ada 12.617 lansia Jakarta yang divaksin dosis keempat,’’ terang Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Ngabila Salama akhir pekan lalu.
Berdasar data, target penyuntikan booster kedua bagi kalangan lansia mencapai 761.279 orang. Artinya, hingga akhir pekan lalu, cakupannya baru mencapai 1,66 persen karena program penyuntikan juga belum lama dimulai.
Ngabila memastikan, untuk mempermudah lansia, pihaknya sudah membuka layanan vaksinasi hingga akhir pekan. Karena itu, dia mengimbau lansia yang sudah memiliki tiket vaksin dosis keempat di aplikasi PeduliLindungi agar mendatangi sentra vaksinasi terdekat. ’’Di Jakarta, ada dua merek vaksin yang tersedia, vaksin Pfizer dan Zifivax,’’ ujarnya.
Diharapkan, kemudahan tersebut membuat cakupan vaksinasi booster kedua bagi lansia bisa meningkat lebih cepat. Karena berkejaran dengan penularan Covid-19 yang mulai naik kembali beberapa waktu belakangan.
Sesuai regulasi dari Kementerian Kesehatan, lansia bisa disuntik vaksin booster kedua bila interval dengan booster pertama sudah lebih dari enam bulan. ’’Sementara itu, lansia yang baru sembuh dari Covid-19 juga bisa mendapatkan booster kedua. Yaitu, paling cepat satu bulan dari dinyatakan sembuh,’’ lanjutnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktavia mengakui, jumlah kasus Covid-19 di Jakarta meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Namun, dia menyebutkan, peningkatan Covid-19 tidak hanya terjadi di Jakarta.
’’Kota lain di provinsi lain juga (penularan) meningkat. Ini menjadi perhatian kita semua sekaligus membuktikan bahwa Covid-19 masih ada. Jadi, kita jangan sampai lengah,’’ tuturnya.
Dwi menyebutkan, berdasar data terakhir, kasus baru harian di Jakarta masih 2 ribuan orang. Angka tersebut meningkat bila dibandingkan dengan Oktober lalu. Meski begitu, sejauh ini, peningkatan tersebut tidak berpengaruh signifikan pada tingkat keterisian tempat tidur di RS rujukan Covid-19.
’’Angka keterisian rumah sakit alhamdulillah masih dalam kondisi yang bisa cukup longgar,’’ tuturnya. Tingkat keterisian RS saat ini berada di angka 35 persen untuk tempat tidur isolasi dan 28 persen untuk tempat tidur ICU. Namun, bed isolasi maupun ICU tidak sebanyak saat periode Delta tahun lalu. (wyu/mmr)










