Koranindopos.com, Jakarta – Aktifitas mendaki gunung bukan lagi monopoli kaum pria, kini banyak kaum wanita yang melakukan aktifitas mendaki gunung. Tak dapat dipungkiri memang jadwal dan keleluasaan mendaki para wanita berbeda dengan pria , apalagi saat tiba jadwal mendaki yang sudah jauh-jauh hari disusun dan direncanakan dengan matang ternyata bertepatan dengan datangnya siklus haid.
Dari beberapa wanita kadang siklus haid datang tidak teratur, kadang datang lebih cepat kadang datang lebih lambat dari biasanya. Datangnya haid ini bagi sebagian wanita ada yang merasa tidak nyaman dan risih saat mendaki, wajar kalau mereka tiba-tiba mengurungkan niatnya untuk mendaki.
Sebenarnya tidak ada larangan khusus bagi wanita mendaki gunung saat haid. Malah ada sebagian wanita yang tetap nekad melakukan aktifitas pendakian gunung saat haid karena merasa sudah jauh-jauh hari merencanakan pendakian gunung kok malah diurungkan hanya karena haid. Bagi kamu yang tetap ingin mendaki gunung saat haid, berikut tips mendaki gunung meskipun sedang haid :
- Persiapkan fisik dan Mental
Mempersiapkan fisik senbelum mendaki gunung merupakan hal yang sangat dianjurkan baik saat tidak haid apalagi saat haid. Karena biasanya saat haid fisik kamu akan mudah lelah ditambah lagi saat nyeri menyerang, ini akan membuat tidak nyaman saat mendaki gunung, untuk itu mempersiapkan fisik menjadi sangat diperlukan.
- Membawa Pembalut Cadangan yang Cukup
Pastikan dari rumah sudah mempersipkan pembalut cadangan sesuai kebutuhan, misalnya waktu pendakian memerlukan waktu selama 2 hari maka bawa pembalut cadangan untuk 3 hari. Ini untuk jaga-jaga mungkin kamu menghadapi situasi yang membuatmu terpaksa lebih sering mengganti pembalut. Memang tiap wanita mempunyai kebiasaan yang berbeda-beda, ada yang mengganti pembalut 3 jam sekali atau lebih. Jangan lupa ya saat kamu mau mengganti pembalut cari tempat yang aman dan nyaman.
- Bawa Perlengkapan Khusus Mendaki
Siapkan kelengkapan khusus mendaki saat kamu haid misalnya kantong plastik, kertas pembungkus untuk menutup rapat pembalut bekas pakai. Untuk alasan kebersihan dan keselamatan jangan buang bekas pembalut disembarang tempat. Tisu basah perlu juga dibawa untuk membersihkan area kewanitaan saat setelah mengganti pembalut.
- Siapkan Pil Pereda Nyeri dan Vitamin Penambah Darah
Obat Pereda nyeri wajib kamu bawa saat mendaki dalam kondisi haid. Akan merasa tidak nyaman mendaki saat perut terasa nyeri, ini akan menghambat perjalanan pendakian kamu. Jangan lupa membawa vitamin penambah darah, saat haid kebanyakan wanita mengalami gejala anemia, bila gejala ini menyerang akan membahayakan saat kamu berada di jalur pendakian.
- Beritahu Anggota Grup Pendakian Bahwa Kamu Sedang Haid
Jangan malu dan sungkan untuk memberitahukan kepada anggota grup pendakian bahwa kamu sedang haid, agar mereka bisa memantau kondisimu, biasanya mendaki saat haid akan mudah lelah jadi mereka siap menunggumu saat meminta waktu untuk istirahat.
- Jaga Sikap dan Tetap Berpikiran Positif
Saat haid kamu akan mengalami mood swing sehingga kamu akan mengalami sensitifitas tinggi dan mudah emosi utamanya saat kamu mengalami situasi yang sangat berat, hal ini dipengaruhi naik turunnya kadar hormon estrogen dalam tubuh sehingga bisa dengan cepat merubah mood, menjadikan kamu mudah marah, kesal, depresi dan gampang hopeless.
Nah demikian 6 tips mendaki gunung saat haid, bagi wanita pendaki yang tetap ingin mendaki saat haid 6 tips tersebut bisa dterapkan sebelum dan saat pendakian. Jangan lupa persiapkan dengan matang semua kebutuhan pendakian. Persipkan fisik dan mental yang kuat, logistik yang cukup, peralatan pendakian dan sebagainya. (kip/doe)








