koranindopos.com – Jakarta. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan telah menghentikan sejumlah pengiriman senjata penting ke Ukraina, termasuk rudal pertahanan udara dan amunisi presisi, karena stok persenjataan yang semakin menipis. Langkah ini mencakup penundaan pengiriman puluhan rudal pencegat sistem Patriot, lebih dari 100 rudal Hellfire, serta sejumlah rudal Stinger.
Kebijakan penghentian ini pertama kali diungkap oleh media Politico dan dikonfirmasi lebih lanjut oleh Reuters serta Al Arabiya. Dua sumber yang mengetahui secara langsung keputusan tersebut menyatakan bahwa keterlambatan pengiriman ini telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Mereka juga menegaskan bahwa sistem pencegat untuk pertahanan udara, yang dirancang guna menanggapi serangan drone dan rudal Rusia, termasuk dalam daftar senjata yang tertunda pengirimannya.
Keputusan ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan sebelumnya di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden, yang selama ini aktif menyuplai senjata ke Ukraina sebagai bagian dari dukungan menghadapi invasi Rusia.
Penundaan ini disinyalir bukan karena perubahan kebijakan luar negeri, melainkan lebih disebabkan oleh keterbatasan logistik dan kapasitas produksi industri pertahanan AS. Sistem rudal seperti Patriot dan Stinger merupakan komponen vital dalam pertahanan udara Ukraina untuk menangkis serangan udara Rusia yang kian intensif, termasuk serangan terhadap infrastruktur dan area permukiman.
Pejabat pertahanan AS dilaporkan tengah meninjau ulang prioritas pengiriman dan berusaha memastikan pasokan senjata dalam negeri tetap memadai. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Ukraina mungkin akan menghadapi celah dalam pertahanan udaranya jika keterlambatan ini berlangsung lama.
Penundaan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara sekutu NATO yang telah mendorong peningkatan dukungan militer ke Ukraina. Beberapa analis menilai bahwa jika pasokan senjata dari AS tidak segera dipulihkan, maka keseimbangan kekuatan di medan perang dapat bergeser, memberi keuntungan bagi pasukan Rusia.
Sementara itu, pihak Ukraina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dampak dari keterlambatan ini. Namun, para pejabat pertahanan Ukraina sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka sangat bergantung pada suplai amunisi dan sistem pertahanan dari mitra-mitra barat.
Ke depan, keputusan Pentagon ini menjadi pengingat akan tantangan logistik dan kapasitas produksi yang dihadapi negara-negara pendukung Ukraina, serta pentingnya koordinasi dalam menjaga kesinambungan dukungan militer yang krusial di tengah konflik yang masih berlangsung.(dhil)










