Rabu, 28 Oktober 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Internasional

Pentagon Hentikan Pengiriman Rudal ke Ukraina Akibat Stok Menipis

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
2 Juli 2025
in Internasional
A A
0
pentagon
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta. Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) dilaporkan telah menghentikan sejumlah pengiriman senjata penting ke Ukraina, termasuk rudal pertahanan udara dan amunisi presisi, karena stok persenjataan yang semakin menipis. Langkah ini mencakup penundaan pengiriman puluhan rudal pencegat sistem Patriot, lebih dari 100 rudal Hellfire, serta sejumlah rudal Stinger.

Kebijakan penghentian ini pertama kali diungkap oleh media Politico dan dikonfirmasi lebih lanjut oleh Reuters serta Al Arabiya. Dua sumber yang mengetahui secara langsung keputusan tersebut menyatakan bahwa keterlambatan pengiriman ini telah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Mereka juga menegaskan bahwa sistem pencegat untuk pertahanan udara, yang dirancang guna menanggapi serangan drone dan rudal Rusia, termasuk dalam daftar senjata yang tertunda pengirimannya.

Keputusan ini menandai perubahan signifikan dari kebijakan sebelumnya di bawah pemerintahan mantan Presiden AS Joe Biden, yang selama ini aktif menyuplai senjata ke Ukraina sebagai bagian dari dukungan menghadapi invasi Rusia.

Penundaan ini disinyalir bukan karena perubahan kebijakan luar negeri, melainkan lebih disebabkan oleh keterbatasan logistik dan kapasitas produksi industri pertahanan AS. Sistem rudal seperti Patriot dan Stinger merupakan komponen vital dalam pertahanan udara Ukraina untuk menangkis serangan udara Rusia yang kian intensif, termasuk serangan terhadap infrastruktur dan area permukiman.

Artikel Terkait

Menlu Singapura Puji Kerja Keras Tim Pemadam Karhutla Indonesia

Ratu Thailand Suthida Terbangkan Pesawat Sendiri Saat Kujungan Ke Jepang

Warga Arab Ikut Pemilu Israel Pada 27 Oktober Esok

Pejabat pertahanan AS dilaporkan tengah meninjau ulang prioritas pengiriman dan berusaha memastikan pasokan senjata dalam negeri tetap memadai. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran bahwa Ukraina mungkin akan menghadapi celah dalam pertahanan udaranya jika keterlambatan ini berlangsung lama.

Penundaan ini juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan negara-negara sekutu NATO yang telah mendorong peningkatan dukungan militer ke Ukraina. Beberapa analis menilai bahwa jika pasokan senjata dari AS tidak segera dipulihkan, maka keseimbangan kekuatan di medan perang dapat bergeser, memberi keuntungan bagi pasukan Rusia.

Sementara itu, pihak Ukraina belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dampak dari keterlambatan ini. Namun, para pejabat pertahanan Ukraina sebelumnya telah memperingatkan bahwa mereka sangat bergantung pada suplai amunisi dan sistem pertahanan dari mitra-mitra barat.

Ke depan, keputusan Pentagon ini menjadi pengingat akan tantangan logistik dan kapasitas produksi yang dihadapi negara-negara pendukung Ukraina, serta pentingnya koordinasi dalam menjaga kesinambungan dukungan militer yang krusial di tengah konflik yang masih berlangsung.(dhil)

Topik: ASpentagonUkraina

TerkaitBerita

KEBAKARAN LAHAN: Petugas memadamkan api yang melahap hutan dan lahan di Kalimantan. (ANTARA FOTO/AULIYA RAHMAN)
Internasional

Menlu Singapura Puji Kerja Keras Tim Pemadam Karhutla Indonesia

oleh Editor : Memoarto
28 Oktober 2026
MENARIK PERHATIAN: Ratu Thailand Ratu Suthida Bajrasudhabimalalakshana menerbangkan jet Saab JAS 39C Gripen di Pangkalan Udara Wing 7, Phun Pin, Surat Thani, Bangkok pada Kamis (8/10/2026). (Foto Ilustrasi: Dok./Bureau of The Royal Household)
Internasional

Ratu Thailand Suthida Terbangkan Pesawat Sendiri Saat Kujungan Ke Jepang

oleh Editor : Memoarto
27 Oktober 2026
PEMUNGUTAN SUARA: Israel menggelar Pemilu pada 27 Oktober. (REUTERS/RONEN ZVULUN)
Internasional

Warga Arab Ikut Pemilu Israel Pada 27 Oktober Esok

oleh Editor : Memoarto
26 Oktober 2026
OTORITAS MILITER: Militer Pakistan melancarkan serangkaian serangan atas militan di Waziristan Utara pada Minggu (15/6/2026). (Foto: dok/AP)
Internasional

Militer Pakistan Bergabung Dengan Pakta Pertahanan Makkah Tanpa Izin Parlemen

oleh Editor : Memoarto
25 Oktober 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Direkomendasikan

Tiket Konser Syahrini Rp35 Juta Ludes Terjual, Promotor Ungkap Fasilitas Eksklusif

Tiket Konser Syahrini Rp35 Juta Ludes Terjual, Promotor Ungkap Fasilitas Eksklusif

28 Oktober 2026
RUPSLB BEI Restui Perubahan Anggaran Dasar Langkah Awal Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

RUPSLB BEI Restui Perubahan Anggaran Dasar Langkah Awal Demutualisasi Bursa Efek Indonesia

28 Oktober 2026
ANTAM Cetak Laba Bersih Rp 9,66 Triliun di Kuartal III-2026, Melonjak 46 Persen

ANTAM Cetak Laba Bersih Rp 9,66 Triliun di Kuartal III-2026, Melonjak 46 Persen

28 Oktober 2026
Perawatan Pakaian Lebih Praktis, TCL Padukan Teknologi Cerdas dan Desain Hemat Ruang

Perawatan Pakaian Lebih Praktis, TCL Padukan Teknologi Cerdas dan Desain Hemat Ruang

28 Oktober 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    5111 shares
    Share 2044 Tweet 1278
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    1111 shares
    Share 444 Tweet 278
  • Singapura Ancam Tutup Bisnis Tujuh Perusahaan Dalang Karhutla

    321 shares
    Share 128 Tweet 80
  • MU Hanya Dua Kali Menang, Nasib Michael Carrick di Ujung Tanduk

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Bareskrim Polri Tangkap 4 Tersangka Pengelola Situs Judi Online Boxkia.com

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya