JAKARTA, koranindopos.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendukung upaya peningkatan literasi digital terhadap parapelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dia berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kapasitas bisnis dan semakin banyak mencetak UMKM ekspor. Potensi UMKM perlu dikelola dengan baik, terutama melihat tantangan yang dihadapi dalam mewujudkan digitalisasi UMKM.
Lutfi menyebut bahwa saat ini dari 64,2 juta unit UMKM di tanah air, hanya 13 persen yang memanfaatkan teknologi digital dalam usaha mereka. Data Badan Pusat Statistik pada 2021 lalu menunjukkan, UMKM berkontribusi sebesar 60,3 persen dari total produk domestik bruto (PDB) Indonesia. “Selain itu, UMKM berperan dalam menyerap 97 persen dari total tenaga kerja dan 99 persen dari total lapangan kerja,” tegas Lutfi melalui siaran persnya yang diterima koranindopos.com, Senin (28/3).
Lutfi berharap kompetensi digital pelaku UMKM dapat terus ditingkatkan melalui berbagai sarana. Karena itu, dia mengapresiasi manajemen SMEsHub Indonesia yang meluncurkan super aplikasi digital yang dapat berperan sebagai instrumen rantai pasok dan pemberi saran bagi UMKM terkait manajemen bisnis. Dia juga berharap, meningkatnya literasi digital pelaku UMKM akan membantu untuk mendorong ekspor produk-produk UMKM.
Menurut Lutfi, potensi ekspor nonmigas Indonesia masih terus dapat ditingkatkan selama pelaku usaha, termasuk UMKM, adaptif terhadap perubahan. Potensi ekspor nonmigas Indonesia ini masih terbuka untuk tumbuh lebih tinggi lagi, syaratnya kita harus dapat lebih adaptif dalam menghadapi tantangan-tantangan baru serta terus berinovasi untuk dapat bersaing di pasar global. Di tengah proses pemulihan ekonomi nasional saat ini, ekspor nonmigas Indonesia pada periode Januari–Februari 2022 mencapai USD 37,74 miliar. “Nilai tersebut menunjukkan pertumbuhan 31,02 persen dibanding periode yang sama tahun 2021 dengan nilai USD 28,81 miliar,” tandas Lutfi.(hai)










