Koranindopos.com, Jakarta – Dua film yang menyita perhatian dunia melalui festival-festival internasional kini hadir di Indonesia melalui platform KlikFilm. Masing-masing mengangkat kisah nyata yang menggambarkan perjuangan individu dalam menghadapi kekuatan sistemik dan tekanan ideologi, dari ruang pertandingan judo hingga laboratorium nuklir di tengah Perang Dingin.
Film pertama berjudul Tatami, sebuah kolaborasi yang tidak hanya langka tapi juga berani antara sineas Israel dan Iran, menghadirkan ketegangan yang lahir di balik dunia olahraga. Film kedua, Guardians of the Formula, menguak rahasia sejarah ilmiah yang selama ini tersembunyi, ketika ilmu pengetahuan bertabrakan dengan kepentingan politik pada masa perang dingin di Eropa Timur.
Disutradarai oleh Guy Nattiv dan Zar Amir Ebrahimi, Tatami menjadi simbol keberanian lintas batas politik. Film ini mengikuti kisah Leila, atlet judo perempuan asal Iran yang berada dalam posisi sulit saat dilarang bertanding melawan atlet Israel pada Kejuaraan Dunia.
Bersama pelatihnya Maryam, ia harus memilih antara patuh terhadap tekanan pemerintah atau memperjuangkan prinsip dan martabatnya sebagai atlet. Di balik cerita itu, Tatami juga mencatat sejarah sebagai film panjang pertama yang disutradarai bersama oleh dua sineas dari negara yang sedang bermusuhan secara diplomatik.

“Tatami tidak hanya berbicara tentang olahraga, tetapi juga tentang pilihan pribadi di bawah tekanan kekuasaan. Setiap gerakan di atas matras menjadi simbol perjuangan,” ujar KlikFilm dalam keterangan resminya. Film ini meraih penghargaan Brian Award di Festival Film Venesia ke-80 dan menyabet dua penghargaan utama di Festival Film Tokyo ke-36: Special Jury Prize dan Aktris Terbaik untuk Zar Amir Ebrahimi, yang sebelumnya juga meraih Palme d’Or di Cannes untuk perannya dalam Holy Spider.
Sementara itu, Guardians of the Formula, karya sutradara Dragan Bjelogrlić, membawa penonton kembali ke tahun 1958 di Yugoslavia, ketika serangkaian kecelakaan radiasi mengancam nyawa para ilmuwan muda di Institut Nuklir Vinča. Dalam situasi darurat dan penuh kerahasiaan, para korban dibawa secara diam-diam ke Prancis, di mana seorang dokter bernama Georges Mathé melakukan prosedur transplantasi sumsum tulang pertama di dunia antar manusia yang tidak berkerabat—sebuah terobosan medis yang menyelamatkan nyawa, sekaligus memicu kontroversi etik.
Namun di balik keberhasilan medis itu, tersimpan konflik geopolitik dan pertarungan ideologi. Film ini tak hanya menggambarkan kompleksitas moral dalam dunia sains, tetapi juga memperlihatkan bagaimana negara bisa memperlakukan para ilmuwannya sebagai pion dalam permainan besar kekuasaan. Guardians of the Formula memenangkan Variety Award dan Green Leopard Award di Locarno Film Festival 2023 serta mencatatkan jumlah penonton fantastis di bioskop Serbia.
Kedua film ini dipilih KlikFilm sebagai bagian dari komitmennya dalam menghadirkan film-film berkualitas internasional yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberi ruang kontemplasi bagi penonton Indonesia. Lewat Tatami dan Guardians of the Formula, platform ini mengajak penontonnya menyelami konflik nyata yang menempatkan keberanian manusia sebagai kekuatan utama dalam melawan tekanan, sensor, dan ketakutan.
“Cerita-cerita seperti ini penting untuk dibagikan, karena mereka merekam keberanian individu menghadapi institusi yang lebih besar dari diri mereka sendiri. Ini adalah film tentang keteguhan, tentang pilihan sulit, dan tentang dampak dari satu keputusan dalam sejarah,” lanjut pernyataan dari KlikFilm.
Tatami dan Guardians of the Formula akan tersedia secara eksklusif di KlikFilm mulai 1 Agustus 2025, memberikan kesempatan bagi penonton tanah air untuk menikmati film-film yang menggugah emosi dan menginspirasi pikiran, langsung dari layar mereka.










