Selasa, 21 Juli 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Film dan Musik

Sineas Muda Tuntut Keadilan Layar, Pemerintah Diminta Benahi Monopoli Distribusi Film

Editor : Akula oleh Editor : Akula
22 Mei 2026
in Film dan Musik
A A
0
Sineas Muda Tuntut Keadilan Layar, Pemerintah Diminta Benahi Monopoli Distribusi Film

Pelaku industri film tanah air mendesak DPR dan pemerintah segera menerbitkan regulasi distribusi film yang adil. Sineas muda butuh kepastian tayang agar PH mandiri bisa bertahan.(Foto. Hendra/KORANINDOPOS.COM)

Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Ekosistem perfilman tanah air kini tengah memperjuangkan keadilan demi kelangsungan hidup para kreator lokal. Di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026), Komisi VII DPR RI melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional. Rapat strategis bersama para pelaku industri film ini digelar untuk mendengarkan langsung jeritan para sineas mengenai tantangan berat yang mereka hadapi di lapangan.
​
Perjumpaan ini menjadi wadah krusial untuk mengevaluasi berbagai persoalan pelik yang menyangkut masa depan industri kreatif. Sektor yang disoroti meliputi jalur distribusi, terbatasnya ruang tayang komersial bagi rumah produksi independen, hingga pentingnya kehadiran proteksi negara terhadap ide-ide kreatif sineas muda. Pelaku industri menilai bahwa tanpa campur tangan pemerintah, iklim kompetisi yang sehat tidak akan pernah terwujud.
​
Kehadiran panja ini disambut positif oleh para sineas karena dinilai membuka lembaran baru bagi penguatan ekosistem perfilman nasional. Dukungan konkret dari pihak otoritas sangat dinantikan agar para sutradara dan produser baru memiliki keberanian penuh untuk mengeksplorasi gagasan artistik tanpa perlu cemas karya mereka akan ditolak oleh jaringan bioskop mainstream.
​
“Rapat kemarin membuka peluang baru untuk ekosistem perfilman yang lebih baik. With adanya dukungan pemerintah, pemain-pemain baru akan lebih berani mengembangkan ide kreatif dalam pembuatan film ke depan,” ujarnya, Girry Pratama Produser Kain kafan Hitam itu kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
​
Banyak pihak menyayangkan sikap industri hilir yang cenderung menutup pintu bagi para pendatang baru dengan dalih belum memiliki basis massa atau pasar yang mapan. Pembatasan ini dianggap mencederai hakikat kreativitas yang seharusnya tidak memiliki batas. Ketidakpastian nasib film di meja distribusi inilah yang menjadi faktor utama mengapa banyak talenta muda berbakat memilih mundur dari industri sinema.
​
“Namanya ide itu tidak terbatas dan tidak bisa dibatasi. Kalau ada pemain baru ingin membuat film, jangan langsung dibatasi hanya karena dianggap belum punya pasar. Kalau film pertamanya belum sukses, itu bukan berarti mereka tidak bisa belajar dan berkembang,” katanya.
​
Kondisi nyata yang menimpa rumah produksi independen saat ini sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Beberapa karya film bahkan terpaksa mengantre hingga bertahun-tahun tanpa ada kejelasan jadwal penayangan di bioskop. Penumpukan aset ini menyebabkan perputaran modal bagi rumah produksi skala kecil menjadi macet total, sehingga mereka tidak mampu memproduksi karya selanjutnya.
​
“Saya sudah membuat 12 film dan sekarang masih ada dua film yang belum tayang. Bagaimana PH kecil bisa membuat film baru lagi kalau film lama saja belum mendapat kepastian tayang,” ungkapnya.
​
Selain masalah ruang tayang, ketidakjelasan parameter kelayakan film untuk dapat didistribusikan juga menjadi bumerang bagi keuangan perusahaan produksi. Selama masa tunggu yang tidak pasti tersebut, rumah produksi tetap diwajibkan untuk menanggung biaya operasional yang sangat tinggi, termasuk memberikan upah bagi para pekerja kreatif, tim pemasaran, hingga pengelola media sosial. Jika kondisi finansial ini terus dibiarkan tanpa adanya solusi regulasi, kebangkrutan PH kecil tidak akan dapat dihindarkan.
​
“Kalau film sampai tiga atau empat tahun belum tayang, kami harus tetap menanggung biaya operasional, menggaji karyawan marketing hingga tim media sosial. Kalau terus seperti ini, banyak PH kecil yang tidak mampu bertahan,” pungkasnya. (BRG/Hend)

 

 

 

Artikel Terkait

Sebelum Masuk Pesantren, Menguak Masa Lalu Kelam Ibra Dalam Film Prekuel ‘Menembus Langit’

12 IPA 4 Serial Penuh Warna Masa Remaja Tayang 24 Juli 2026

Krishna Sakti, Penyanyi Muda Asal Pati  Sabet Penghargaan di Anak Indonesia Awards 2026

Topik: Ekonomi Kreatiffilm independenGirry Pratamaindustri kreatif Indonesiakebijakan perfilmanKomisi VII DPRPanja Distribusi Film

TerkaitBerita

Sebelum Masuk Pesantren, Menguak Masa Lalu Kelam Ibra Dalam Film Prekuel ‘Menembus Langit’
Film dan Musik

Sebelum Masuk Pesantren, Menguak Masa Lalu Kelam Ibra Dalam Film Prekuel ‘Menembus Langit’

oleh Editor : Akula
21 Juli 2026
SERIAL REMAJA: Para pemeran di serial 12 IPA 4 ditampilkan saat press screening dan konferensi pers yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan pada Senin (20/7/2026). Serial tersebut akan tayang mulai 24 Juli 2026.  (FOTO: HARIS SUNANDAR/KORANINDOPOS.COM)
Film dan Musik

12 IPA 4 Serial Penuh Warna Masa Remaja Tayang 24 Juli 2026

oleh Editor : Memoarto
21 Juli 2026
Krishna Sakti, Penyanyi Muda Asal Pati  Sabet Penghargaan di Anak Indonesia Awards 2026
Film dan Musik

Krishna Sakti, Penyanyi Muda Asal Pati  Sabet Penghargaan di Anak Indonesia Awards 2026

oleh Editor : Akula
20 Juli 2026
GENRE HOROR: Para aktor dan aktris "Munafik: Melawan Iblis" meluncurkan poster perdana mereka dalam acara peluncuran di TangCity Mall XXI, Kota Tagerang, Banten pada Jumat (17/7/2026). (FOTO: HARIS SUNANDAR/KORANINDOPOS.COM)
Film dan Musik

“Munafik: Melawan Iblis” Siap Teror Bioskop Indonesia

oleh Editor : Memoarto
20 Juli 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

Pendaftaran Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Ini Fasilitas dan Keunggulannya

21 Juli 2026
Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

Penyakit Ginjal Kronis Sering Tak Bergejala di Awal, Ini Penjelasan Dokter dan Tanda yang Perlu Diwaspadai

21 Juli 2026
IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

IHSG Kembali Tembus Level 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor Penguatan

21 Juli 2026
Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Level 4.049 hingga 4.081

21 Juli 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3973 shares
    Share 1589 Tweet 993
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    567 shares
    Share 227 Tweet 142
  • Sertifikat Belum Juga Terbit, Ratusan Konsumen Tuntut Bos Modernland William Honoris Tanggung Jawab  

    325 shares
    Share 130 Tweet 81
  • Lionel Messi Gagal Raih Bola Emas, Media Argentina Kritik FIFA

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Lionel Messi Berpeluang Tutup Piala Dunia Dengan 3 Penghargaan Prestisius

    312 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya