Jumat, 14 Agustus 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Home Nasional

DPR Minta Polisi Tuntaskan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan dengan Transparan

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
5 Agustus 2025
in Nasional
A A
0
diplomat Arya Daru

Polisi menyimpulkan kematian diplomat Arya Daru Pangayunan karena bunuh diri. (Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com , JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez, menyampaikan keprihatinannya atas polemik yang masih membayangi kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan. Ia mendesak pihak kepolisian agar melanjutkan penyelidikan hingga tuntas agar tidak ada lagi keraguan terkait kasus yang telah menyita perhatian publik ini.

“Kasus ini bukan hanya menyangkut ranah personal keluarga almarhum, tetapi juga menyentuh kredibilitas institusi penegak hukum. Akuntabilitas lembaga negara dalam menjamin keterbukaan informasi publik menjadi sorotan,” ujar Gilang dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (5/8/2025).

Seperti diketahui, keluarga Arya Daru belum puas dengan kesimpulan yang disampaikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang menyatakan bahwa kematian Arya tidak melibatkan pihak lain dan bukan akibat tindak pidana.

Keluarga pun meminta agar setiap fakta diperiksa secara teliti dan terbuka, termasuk membuka rekaman CCTV secara transparan. Isu ini semakin memanas setelah pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengungkap adanya sejumlah kejanggalan dalam rekaman CCTV yang dirilis kepolisian. Video tersebut dinilai memiliki banyak celah, baik dari segi kontinuitas visual maupun logika kronologis kejadian.

Artikel Terkait

Melihat Catatan Perjuangan Bangsa dalam Pameran Perpusnas

Komisi III Bantah Peras Para Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc

Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Tangerang Beraksi di Bawah Pengaruh Miras

“Ini memunculkan pertanyaan besar mengenai integritas dan kelengkapan alat bukti dalam kasus yang sejak awal sudah mengundang perhatian publik,” kata Gilang.

Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum wajib mengedepankan transparansi dalam proses investigasi, terutama ketika menyangkut nyawa seorang warga negara yang bekerja di institusi strategis seperti Kementerian Luar Negeri.

“Publik bukan hanya berhak tahu, tetapi juga harus diyakinkan bahwa hukum ditegakkan secara profesional, objektif, dan tidak selektif. Spekulasi akan terus berkembang liar apabila akses terhadap informasi utuh masih tertutup,” jelas Legislator dari Dapil Jawa Tengah II itu.

Gilang juga menyoroti pentingnya hak keluarga untuk mengetahui kebenaran secara utuh. Menurutnya, negara tidak cukup hanya menunjukkan empati, tetapi juga harus bertanggung jawab memastikan proses penegakan hukum berlangsung transparan dan tidak menyisakan ruang abu-abu.

“Ketika ada kejanggalan dalam dokumentasi visual dan pihak independen menyampaikan analisis berbasis data, maka wajar apabila publik meminta klarifikasi secara terbuka,” tegasnya.

Gilang menutup dengan menegaskan bahwa penyelesaian kasus ini secara akuntabel merupakan tanggung jawab moral dan hukum negara, agar tidak merugikan korban maupun keluarganya di tengah upaya menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. (hai)

Topik: DiplomatDiplomat Arya DaruDPR RI

TerkaitBerita

Melihat Catatan Perjuangan Bangsa dalam Pameran Perpusnas
Nasional

Melihat Catatan Perjuangan Bangsa dalam Pameran Perpusnas

oleh Editor : Akula
14 Agustus 2026
DUGAAN PEMERASAN: Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc untuk Mahkamah Agung. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Nasional

Komisi III Bantah Peras Para Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc

oleh Editor : Memoarto
14 Agustus 2026
Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Tangerang Beraksi di Bawah Pengaruh Miras
Peristiwa

Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Perempuan di Tangerang Beraksi di Bawah Pengaruh Miras

oleh Editor : Affandy
13 Agustus 2026
Target Indonesia Bebas Gunungan Sampah pada 2027, Seberapa Realistis?
Nasional

Target Indonesia Bebas Gunungan Sampah pada 2027, Seberapa Realistis?

oleh Editor : Affandy
13 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

The Script Umumkan Konser Jakarta 2027

The Script Umumkan Konser Jakarta 2027

14 Agustus 2026
Melihat Catatan Perjuangan Bangsa dalam Pameran Perpusnas

Melihat Catatan Perjuangan Bangsa dalam Pameran Perpusnas

14 Agustus 2026
Insta360 X6 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Kamera 360° 8K dan Teknologi AI

Insta360 X6 Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Kamera 360° 8K dan Teknologi AI

13 Agustus 2026
DUGAAN PEMERASAN: Komisi III DPR menyetujui 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc untuk Mahkamah Agung. (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Komisi III Bantah Peras Para Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc

14 Agustus 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    4337 shares
    Share 1735 Tweet 1084
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    700 shares
    Share 280 Tweet 175
  • Manchester United Bakal Lepas 4 Pemain di Bursa Transfer Musim Panas

    318 shares
    Share 127 Tweet 80
  • Kasus COVID-19 di Taiwan Melonjak, Hampir 19 Ribu Kunjungan Tercatat dalam Sepekan

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Truk Polisi Bawa Siswa dan Guru SMAN 79 Kecelakaan di Cawang, Sopir Diduga Mengantuk

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya