Kamis, 14 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

DPR Minta Polisi Tuntaskan Penyelidikan Kematian Diplomat Arya Daru Pangayunan dengan Transparan

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
5 Agustus 2025
in Nasional
A A
0
diplomat Arya Daru

Polisi menyimpulkan kematian diplomat Arya Daru Pangayunan karena bunuh diri. (Jawa Pos)

Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com , JAKARTA — Anggota Komisi III DPR RI, Gilang Dhielafararez, menyampaikan keprihatinannya atas polemik yang masih membayangi kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan. Ia mendesak pihak kepolisian agar melanjutkan penyelidikan hingga tuntas agar tidak ada lagi keraguan terkait kasus yang telah menyita perhatian publik ini.

“Kasus ini bukan hanya menyangkut ranah personal keluarga almarhum, tetapi juga menyentuh kredibilitas institusi penegak hukum. Akuntabilitas lembaga negara dalam menjamin keterbukaan informasi publik menjadi sorotan,” ujar Gilang dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, Selasa (5/8/2025).

Seperti diketahui, keluarga Arya Daru belum puas dengan kesimpulan yang disampaikan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang menyatakan bahwa kematian Arya tidak melibatkan pihak lain dan bukan akibat tindak pidana.

Keluarga pun meminta agar setiap fakta diperiksa secara teliti dan terbuka, termasuk membuka rekaman CCTV secara transparan. Isu ini semakin memanas setelah pakar telematika Abimanyu Wachjoewidajat mengungkap adanya sejumlah kejanggalan dalam rekaman CCTV yang dirilis kepolisian. Video tersebut dinilai memiliki banyak celah, baik dari segi kontinuitas visual maupun logika kronologis kejadian.

Artikel Terkait

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

Kementerian P2MI dan KPU Teken MoU, Perkuat Hak Pilih Pekerja Migran di Luar Negeri

Kisah Mbah Mardi, Jemaah Haji 103 Tahun yang Menginspirasi

“Ini memunculkan pertanyaan besar mengenai integritas dan kelengkapan alat bukti dalam kasus yang sejak awal sudah mengundang perhatian publik,” kata Gilang.

Ia menegaskan bahwa aparat penegak hukum wajib mengedepankan transparansi dalam proses investigasi, terutama ketika menyangkut nyawa seorang warga negara yang bekerja di institusi strategis seperti Kementerian Luar Negeri.

“Publik bukan hanya berhak tahu, tetapi juga harus diyakinkan bahwa hukum ditegakkan secara profesional, objektif, dan tidak selektif. Spekulasi akan terus berkembang liar apabila akses terhadap informasi utuh masih tertutup,” jelas Legislator dari Dapil Jawa Tengah II itu.

Gilang juga menyoroti pentingnya hak keluarga untuk mengetahui kebenaran secara utuh. Menurutnya, negara tidak cukup hanya menunjukkan empati, tetapi juga harus bertanggung jawab memastikan proses penegakan hukum berlangsung transparan dan tidak menyisakan ruang abu-abu.

“Ketika ada kejanggalan dalam dokumentasi visual dan pihak independen menyampaikan analisis berbasis data, maka wajar apabila publik meminta klarifikasi secara terbuka,” tegasnya.

Gilang menutup dengan menegaskan bahwa penyelesaian kasus ini secara akuntabel merupakan tanggung jawab moral dan hukum negara, agar tidak merugikan korban maupun keluarganya di tengah upaya menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum. (hai)

Topik: DiplomatDiplomat Arya DaruDPR RI

TerkaitBerita

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia
Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

oleh Editor : Affandy
14 Mei 2026
KP2MI
Nasional

Kementerian P2MI dan KPU Teken MoU, Perkuat Hak Pilih Pekerja Migran di Luar Negeri

oleh Editor : Hairul
14 Mei 2026
Jemaah Haji
Nasional

Kisah Mbah Mardi, Jemaah Haji 103 Tahun yang Menginspirasi

oleh Editor : Hairul
14 Mei 2026
Tragis, Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran Rumah di Sunter Jakarta Utara
Peristiwa

Tragis, Satu Keluarga Tewas dalam Kebakaran Rumah di Sunter Jakarta Utara

oleh Editor : Affandy
14 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SASAR KOMUNITAS: Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof. Dr. dr. Budi Wiweko bermain padel dalam peluncuran program Youth Sprinter & Sprin Padel Fun Game 2026 di Jalan Pulo Mas, Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Kamis (14/5/2026). (Foto: Dok./POGI)

Tercatat 36 Ribu Kasus Kanker Serviks Baru Setiap Tahun

14 Mei 2026
Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

14 Mei 2026
KP2MI

Kementerian P2MI dan KPU Teken MoU, Perkuat Hak Pilih Pekerja Migran di Luar Negeri

14 Mei 2026
KP2MI

Provinsi Miyazaki-Jepang Buka Lowongan Kerja Berketerampilan Khusus

12 Mei 2026

Terpopuler

  • EMISI METANA: Sejumlah alat berat beroperasi di tumpukan sampah yang menggunung di TPST Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat. (Foto: REUTERS/WILLY KURNIAWAN)

    Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    340 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3047 shares
    Share 1219 Tweet 762
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • APHPI Desak Polda Metro Jaya Segera Tindak Lanjut Kasus Faisal Amsco

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya