Koranindopos.com, JAKARTA – Industri alas kaki dan tekstil berbahan leather atau kulit mengalami pertumbuhan positif secara global. Di Indonesia, berdasar data Kementerian Perindustrian (Kemenperin) nilai ekspor sektor tersebut mencapai 1,89 miliar dolar AS periode Januari–Maret 2025. Itu meningkat 13,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara global, Indonesia kini menempati posisi ke-6 sebagai eksportir alas kaki terbesar di dunia, dengan pangsa pasar mencapai 3,99 persen.
Pameran atau expo menjadi ajang ditunggu-tunggu pelaku dan konsumen di industri tersebut. Di tingkat global, ada beberapa pameran yang sudah mendunia. Misalnya AYSAF. Itu adalah salah satu pameran dagang internasional paling berpengaruh untuk bahan alas kaki, komponen, kulit, dan teknologi di Istanbul, Turki.
Kemudian Pitti Immagine Uomo yang awal tahun lalu, tepatnya pada 14–17 Januari 2025 diselenggarakan di Florence, Italia. Itu telah menjadi ajang penting bagi industri alas kaki. Pameran mode kelas atas itu menarik lebih dari 30 ribu pengunjung dan 1.200 peserta pameran.
Lalu ada Premiere Vision Paris. Ajang itu merupakan acara penting bagi para profesional alas kaki yang berfokus pada material dan komponen. Pameran itu menarik lebih dari 50 ribu pengunjung dan 2 ribu peserta. Dan Agra Footwear Expo di Agra, India. Pameran itu fokus pada manufaktur kulit dan alas kaki. Mereka mengklaim telah menarik sekitar 15.000 pengunjung dan 300 peserta pameran.
Di Indonesia, Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2025 adalah pameran alas kaki dan tekstil berbahan kulit yang diklaim berskala internasional. Ajang yang diinisiasi oleh Krista Exhibitions tersebut akan diseleggarakan di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Kamis (14/8/2025)–Minggu (16/8/2025). Tahun ini pameran itu telah memasuki edisi ke-18.
”Industri sepatu dan alas kaki Indonesia terus menunjukkan perkembangan sangat positif. Produk-produk kita kini tidak hanya diterima, tetapi juga diakui secara global karena kualitas dan daya saingnya yang semakin kuat. Ini menjadi bukti bahwa pelaku industri dalam negeri mampu menjawab kebutuhan pasar dunia dengan inovasi dan ketangguhan,” kata CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim siaran pers tertulis yang diterima redaksi koranindopos.com pada Sabtu (9/8/2025).
Daud menambahkan, ILF Expo 2025 menghadirkan lebih dari 280 peserta, termasuk 50 UMKM dan diikuti oleh pelaku industri dari 11 negara yakni Tiongkok, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Switzerland, Taiwan, dan Vietnam. Pihaknya menargetkan 15 ribu pengunjung. ”Produk yang ditampilkan sangat beragam, meliputi alas kaki (sepatu fesyen, boots, flat shoes, sandal), produk kulit (untuk fesyen, furnitur, aksesori, dan kulit eksotik), serta mesin-mesin pengolahan bahan baku, tekstil, sneakers, dan layanan pendukung industry,” ujar Daud. (rls/why/mmr)










