koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Transmigrasi akan meluncurkan program Beasiswa Patriot mulai tahun 2026. Program ini diklaim sebagai terobosan baru karena besaran uang saku yang diberikan kepada penerimanya dijanjikan lebih besar dibandingkan dengan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.
Hal tersebut disampaikan Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat menghadiri acara pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Padjadjaran di Kampus Jatinangor, Sumedang, Jumat (18/7/2025).
“Insya Allah tahun depan, kami bekerja sama dengan perguruan tinggi membuka Beasiswa Patriot. Saya minta hitung uang sakunya di atas LPDP. Walaupun hanya beda Rp100 ribu, yang penting jangan sama dengan LPDP,” ujar Iftitah yang disambut tawa audiens.
Beasiswa Patriot akan dibuka untuk mahasiswa jenjang S2 terlebih dahulu sebelum diperluas ke S3. Mahasiswa penerima beasiswa akan menempuh studi sekitar tiga semester di kawasan transmigrasi, namun tetap terdaftar di kampus asal mereka.
“Kuliahnya di kawasan transmigrasi, tapi kita bikin semacam modular box di sana. Internet terbaik juga akan disiapkan,” jelas Iftitah.
Ia menegaskan, tujuan utama beasiswa ini adalah agar mahasiswa tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya langsung di tengah masyarakat.
“Saya ingin kawasan transmigrasi jadi laboratorium hidup,” katanya.
Beasiswa Patriot akan berjalan berdampingan dengan Program Transmigrasi Patriot. Sebelumnya, Kementerian Transmigrasi telah mengirimkan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan alumni perguruan tinggi untuk memetakan potensi di 154 kawasan transmigrasi.
Potensi tersebut mencakup sektor pertanian, kelautan, perikanan, hingga pariwisata.
“Tim Ekspedisi Patriot adalah tim pendahulu yang mendata dan memetakan potensi. Jika sudah jelas, Kementerian Transmigrasi akan menindaklanjuti,” ujar Iftitah.
Melalui program ini, pemerintah berharap tercipta sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pembangunan kawasan transmigrasi. Selain itu, mahasiswa penerima beasiswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata dalam mengembangkan potensi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (hai)










