Jumat, 15 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Perpusnas Dorong Literasi Sastra di Era Digital Lewat Strategi Inklusif dan Kreatif

Editor : Akula oleh Editor : Akula
14 September 2025
in Nasional, Pendidikan
A A
0
Perpusnas Dorong Literasi Sastra di Era Digital Lewat Strategi Inklusif dan Kreatif
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta — Gelaran Panggung Penyair Nusantara XIII yang berlangsung di Gedung Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) pada Sabtu (13/09/2025) tidak hanya menjadi ruang bagi para penyair mengekspresikan karya, tetapi juga wadah penting untuk meninjau arah masa depan literasi di Indonesia. Mengangkat tema “Puisi untuk Persaudaraan dan Perdamaian”, forum ini menghadirkan sastrawan dan penyair dari berbagai daerah Indonesia hingga Asia Tenggara, sekaligus mempertemukan diskusi tentang bagaimana literasi dapat bertahan dan berkembang di tengah gempuran era digital.

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan orasi literasi bertajuk “Peran Perpustakaan dalam Menumbuhkan Minat Baca Generasi Muda di Era Digital”. Di hadapan ratusan peserta, ia menekankan pentingnya menjaga budaya membaca sebagai bagian dari kekuatan bangsa untuk menghadapi tantangan global.
“Hari ini saya berdiri di hadapan Anda tidak sekadar membawa amanat institusi, tetapi juga getar harapan, semangat, dan kegalauan yang mewakili perjalanan bangsa dalam merawat budaya baca,” ujarnya.

Joko Santoso mengungkapkan capaian positif terkait minat baca nasional. Indeks Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) tercatat meningkat dari 66,77 pada 2023 menjadi 72,44 pada 2024, melampaui target nasional.

Menurutnya, angka ini menjadi sinyal bahwa generasi muda semakin terbuka terhadap bahan bacaan, baik melalui buku fisik maupun platform digital. Meski begitu, ia mengingatkan bahwa capaian ini masih menyimpan persoalan mendasar, yakni kesenjangan akses literasi di berbagai daerah. “Akses perpustakaan di Jakarta mencapai 80 persen, sedangkan di Papua baru 35 persen. Inilah ketimpangan yang nyata, di mana akses dan kualitas membaca belum merata hingga ke pelosok negeri,” tegasnya.

Artikel Terkait

Dua Truk Tabrakan di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Tewas Terjepit

Menkes: Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

Perubahan tren bacaan generasi muda juga menjadi sorotan. Data GoodStats 2025 menunjukkan mayoritas kelompok usia 18–25 tahun lebih gemar membaca buku nonfiksi dan pengembangan diri ketimbang karya fiksi atau sastra. Meski begitu, masih ada 24 persen Gen Z yang setia pada buku fisik, 19 persen beralih ke bacaan digital, dan sebagian kecil mulai melirik audiobook.

Fenomena BookTok di TikTok bahkan telah menghidupkan kembali minat pada novel klasik dan karya sastra, meski budaya scrolling cepat kerap membuat pembaca hanya berhenti pada ringkasan. “Rata-rata anak muda Indonesia menghabiskan empat jam per hari di media sosial, tetapi hanya sekitar 30 menit membaca buku. Stamina membaca menurun, sementara sastra justru membutuhkan perenungan mendalam,” ujar Santoso.

IMG 20250914 WA0002 - Perpusnas Dorong Literasi Sastra di Era Digital Lewat Strategi Inklusif dan Kreatif

Menghadapi kondisi tersebut, Perpusnas menurutnya tidak bisa berdiam diri. Lembaga ini kini mengusung lima strategi utama untuk menjaga literasi, khususnya sastra, agar tetap relevan di tengah perubahan digital. Pertama, Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang sejak 2018 telah menjangkau 38 provinsi, 296 kabupaten/kota, dan lebih dari 2.300 desa. Perpustakaan kini hadir bukan hanya sebagai tempat menyimpan koleksi, tetapi juga ruang kreatif, pusat pelatihan, diskusi, hingga panggung sastra.

Kedua, Gerakan Literasi Desa, dengan menghadirkan ruang baca di 20.000 desa serta distribusi lebih dari 20 juta buku, termasuk cerita rakyat dan antologi puisi lokal. “Gerakan ini penting, karena literasi tidak boleh berhenti di kota besar saja,” tegasnya. Strategi ketiga adalah inovasi digital lewat aplikasi iPusnas, yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan ebook gratis, melengkapi pengalaman membaca dengan fitur ulasan dan komunitas.

Keempat, ia menyoroti peran pustakawan yang kini dituntut menjadi lebih dari sekadar pengelola koleksi. Mereka didorong tampil sebagai fasilitator literasi digital, mentor menulis, hingga kreator konten edukatif yang mampu menjangkau generasi muda. Sementara strategi kelima adalah gamifikasi literasi sastra, yaitu menghadirkan tantangan membaca berbasis permainan dengan sistem penghargaan agar membaca menjadi pengalaman menyenangkan. “Kita harus membuat membaca terasa hidup, interaktif, dan sesuai dengan semangat anak-anak muda,” tambahnya.

Joko Santoso menutup orasinya dengan menegaskan bahwa budaya baca, terutama sastra, adalah fondasi utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang membudayakan membaca. Membaca tidak hanya amanat agama dan konstitusi, tetapi juga menjadi syarat revolusi mental menuju kemajuan,” tegasnya.

Ia menyerukan agar seluruh elemen bangsa terlibat dalam memperkuat ekosistem literasi. Peran orang tua, guru, pustakawan, penerbit, dan penulis menjadi kunci dalam membangun budaya baca yang berkesinambungan. “Kita berada di era penuh persimpangan, ketika literasi dan budaya baca menjadi garda terdepan dalam menghadapi derasnya arus informasi. Mari kita rawat perpustakaan, perkuat budaya baca, dan gelorakan sastra sebagai pondasi kecerdasan bangsa,” pungkas Santoso.

Kehadiran Perpusnas pada ajang Panggung Penyair Nusantara XIII meneguhkan kembali posisi lembaga ini bukan hanya sebagai penyedia akses informasi, tetapi juga motor penggerak literasi yang inklusif, adaptif, dan visioner dalam membangun peradaban bangsa. (Brg/Kul)

 

 

Topik: literasiPerpusnas

TerkaitBerita

Dua Truk Tabrakan di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Tewas Terjepit
Peristiwa

Dua Truk Tabrakan di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Tewas Terjepit

oleh Editor : Affandy
15 Mei 2026
Menkes: Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari
Nasional

Menkes: Kasus Hantavirus di Jakarta Terkendali, Kontak Erat Dipantau 14 Hari

oleh Editor : Affandy
15 Mei 2026
Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia
Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional Jadi Momentum Kolaborasi Majukan Pendidikan Indonesia

oleh Editor : Affandy
14 Mei 2026
KP2MI
Nasional

Kementerian P2MI dan KPU Teken MoU, Perkuat Hak Pilih Pekerja Migran di Luar Negeri

oleh Editor : Hairul
14 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Daftar Tablet Gaming Murah 2026, Xiaomi Pad 6 Masih Jadi Favorit

Daftar Tablet Gaming Murah 2026, Xiaomi Pad 6 Masih Jadi Favorit

15 Mei 2026
All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

All New Honda BeAT 125 NX Resmi Meluncur, Kini Lebih Bertenaga dan Stylish

15 Mei 2026
Perlakuan Khusus “Sambo”, Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,1 Ton di Tangerang

Perlakuan Khusus “Sambo”, Sapi Kurban Presiden Prabowo Berbobot 1,1 Ton di Tangerang

15 Mei 2026
Dua Truk Tabrakan di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Tewas Terjepit

Dua Truk Tabrakan di Tol Dalam Kota, Satu Kernet Tewas Terjepit

15 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3064 shares
    Share 1226 Tweet 766
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    343 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Bekasi Kota Beracun Kedua di Dunia, Hasilkan 6,3 Ton Emisi Metana  

    342 shares
    Share 137 Tweet 86
  • Menguras Emosi, Leo Pictures Siapkan Series ‘Bunga di Tepi Jurang’ dan Drama Keluarga untuk Tahun 2026

    314 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Legenda Kuliner Bali Nasi Jinggo Tutup Usia

    313 shares
    Share 125 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya