Koranindopos.com, Jakarta – Meski berstatus diva dangdut, Inul Daratista tidak pernah benar-benar meninggalkan aktivitas dapur. Di balik kesibukannya sebagai penyanyi, pebisnis karaoke, hingga juri ajang pencarian bakat, perempuan kelahiran Pasuruan ini tetap setia memasak untuk keluarga tercinta.
Di tengah jadwal padat, Inul justru menemukan cara unik menjaga keseimbangan hidup. Ia berkolaborasi dengan chef Firhan Ashari, jebolan MasterChef Indonesia musim keenam, yang sudah menemaninya selama lima tahun. Dari kerja sama ini, ribuan resep tercipta, mulai dari hidangan tradisional hingga menu internasional.
“Jadi kalau saya masak itu menunya banyak. Karena aku kolaborasi sama staff ini udah 5 tahun ya. Kayaknya kita udah seribu lebih deh resep,” ungkap Inul saat konferensi pers peluncuran Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan di Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).
Meski memiliki chef pribadi, Inul tidak pernah lepas tangan. Ia tetap menentukan menu, ikut mencicipi rasa, hingga memberi sentuhan akhir. “Chef itu lidahnya sama dengan saya. Jadi kalau ada menu nih, udah dikasih kaldu. Chef, kayaknya kurang guri lagi. Tambahin lagi. Udah tambahin lagi kaldunya lagi. Jadi kita kalau nyobain makannya tuh kayak berdua nyobain terus tatapan. Soalnya udah enak, udah pas,” jelasnya.
Kolaborasi itu membuat dapur rumah Inul selalu hidup. Tidak hanya memasak lauk sehari-hari, mereka juga berkreasi dengan seafood seperti udang, lobster, hingga ikan air tawar. Belakangan, Inul semakin senang bereksperimen membuat kue, terutama bolu ketang yang menjadi favoritnya.

Yang mengejutkan, Inul ternyata tetap rendah hati meski bergelimang popularitas. Firhan menuturkan bahwa sang diva tidak segan turun langsung membersihkan dapur. “Bahkan kalau aku sampai malam pulang show, masih tetap ikut-ikut bebersih. Sumpah aku sampai kayak, wow ini diva loh, tapi nyuci piring loh,” ujar Firhan.
Dalam acara peluncuran Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan, Inul mengaku takjub dengan inovasi yang dibuat Royco. Sebab inovasi pertama di Indonesia ini membantu mengolah masakan ikan lebih praktis dan lezat. Kehadiran bumbu tersebut juga sejalan dengan program “Gemarikan” dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) yang mendorong masyarakat lebih rajin mengonsumsi ikan.
“Berkat Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan, masak ikan sekarang jadi gampang dan satset banget! Nggak usah repot, semua menu ikan, mau yang digoreng, dibakar, atau dibuat sup, rasanya ikannya jadi lebih mantap dan amisnya benar-benar berkurang! Apalagi karena bisa dipakai untuk semua menu ikan, aku jadi tertantang untuk mengeksplorasi lebih banyak jenis masakan,” kata Inul.
Ir. Tri Aris Wibowo, M.Si, Direktur Pengolahan Ditjen PDSPKP KKP RI, menegaskan bahwa konsumsi ikan masyarakat Indonesia masih menghadapi tantangan. “Kami melihat bahwa minat masyarakat untuk mengonsumsi ikan sangat menjanjikan, namun di lapangan masih ditemukan berbagai tantangan seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan tingginya kandungan gizi pada ikan, pola konsumsi masyarakat masih mengandalkan dari sumber protein hewani lainnya, masih ada anggapan ikan identik dengan rasa amis, berbagai mitos yang menyudutkan konsumsi ikan, dan asumsi ribet dalam mengolahnya, sehingga agak kurang diminati,” ujarnya.
Sementara itu, Royco menekankan bahwa inovasi bumbu kaldu ikan ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan keluarga Indonesia. “Kali ini, berangkat dari fakta bahwa masih ada banyak tantangan yang ditemui dalam mengolah dan mengonsumsi ikan, pertama kalinya di Indonesia Royco meluncurkan Royco Bumbu Kaldu Rasa Ikan untuk membantu para ibu menyajikan kelezatan aneka olahan ikan goreng, bakar, maupun kuah dengan cara yang mudah dan praktis, sekaligus menjadi bentuk dukungan kami terhadap semangat program ‘Gemarikan’,” tutur Kinanti Rakayantias, Senior Brand Manager Royco.
Menjelang Hari Ikan Nasional 2025 pada November mendatang, Royco bersama KKP RI akan menggelar rangkaian kegiatan edukatif untuk memperluas jangkauan program “Gemarikan” di berbagai daerah. Royco berharap inovasi ini dapat menjadikan olahan ikan sebagai primadona baru di meja makan keluarga Indonesia. (Brg/Hend)










