koranindopos.com – Batang, Kabupaten Batang selama ini dikenal sebagai kawasan industri yang tumbuh pesat di pesisir utara Jawa. Namun, di balik geliat sektor manufakturnya, wilayah ini menyimpan banyak “hidden gem” wisata alam, kuliner, dan budaya lokal yang kini semakin mudah dijangkau berkat layanan kereta api jarak jauh.
Kemudahan akses tersebut makin terasa sejak Kereta Api Argo Muria New Generation resmi melayani naik-turun penumpang di Stasiun Batang mulai Agustus 2025.
“Kehadiran layanan kereta eksekutif ini membuka akses langsung bagi wisatawan dari arah Jakarta maupun Semarang untuk menjelajahi Batang tanpa perlu transit di kota besar lainnya,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, di Batang, Senin (13/10/2025).
KAI mencatat meningkatnya minat wisatawan yang turun di Stasiun Batang untuk menjelajahi berbagai destinasi lokal. Beberapa di antaranya mudah dijangkau hanya dalam hitungan menit.
1. Pantai Sigandu
Berlokasi sekitar 4 kilometer dari Stasiun Batang, pantai ini menawarkan panorama laut utara dengan deretan warung ikan bakar serta area bermain anak. Hanya 10 menit perjalanan dengan transportasi lokal sudah cukup untuk sampai ke lokasi.
2. Pantai Ujungnegoro
Sekitar 6 kilometer dari Pantai Sigandu, pantai ini dikenal dengan pemandangan matahari terbenam dan goa alami di tebingnya. Jalur menuju lokasi dapat ditempuh dengan mudah melalui jalan pesisir dari arah stasiun.
3. Agrowisata Pagilaran
Untuk wisata alam di dataran tinggi, Agrowisata Pagilaran di wilayah Blado menjadi pilihan favorit. Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari stasiun, pengunjung dapat menikmati hamparan kebun teh dan suasana pegunungan yang sejuk.
4. Kopi Forest
Tempat ini menjadi destinasi baru bagi penikmat kopi. Dengan nuansa rindang di tengah hutan pinus, Kopi Forest menyajikan kopi lokal Batang yang dinikmati bersama udara segar khas perbukitan.
5. Pawone Simbah
Bagi pencinta kuliner tradisional, Pawone Simbah di Kecamatan Warungasem menawarkan cita rasa masakan Jawa seperti garang asem ayam kampung, nasi liwet, buntil, hingga botok telur asin. Tempat makan bernuansa kampung ini bahkan pernah dikunjungi musisi Ahmad Dhani.
Franoto menjelaskan bahwa KAI Daop 4 Semarang terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pelaku wisata lokal untuk memperkuat potensi pariwisata Batang berbasis transportasi publik.
“Kami siap berkolaborasi untuk mengembangkan wisata yang ramah lingkungan. Pemanfaatan kereta api dapat mengurangi kendaraan pribadi dan menekan emisi karbon di jalur wisata,” ungkapnya.
Selain itu, jalur kereta yang melintasi pesisir utara Jawa juga menghadirkan pengalaman visual menarik. Penumpang dapat menikmati panorama sawah dan laut dari balik jendela kereta sepanjang perjalanan.
“Batang memiliki potensi luar biasa. Kami berharap masyarakat ikut berperan dengan bepergian menggunakan kereta dan menikmati keindahan daerah yang dilewati,” tutup Franoto. (ana)










