Sabtu, 18 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Nasional

Indonesia Masih Tertinggal dalam Angka Kematian Bayi dan Balita

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
15 Oktober 2025
in Nasional
0
bayi
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta.  Meskipun angka kematian bayi dan balita di Indonesia menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, posisi Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kerja Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah Kementerian Kesehatan, Wira Hartiti, dalam webinar Evaluasi Program Kesehatan Balita dan Anak Prasekolah yang digelar di Jakarta, Selasa (14/10).

Menurut Wira, penurunan angka kematian bayi dan balita sudah mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), namun perlu upaya berkelanjutan, terutama pada masa neonatal yang masih menyumbang sekitar 59 persen dari total kematian bayi.

“Meskipun angka kematian bayi dan balita sudah mendekati target RPJMN, posisi Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain. Upaya untuk menekan angka kematian harus terus diperkuat,” ujar Wira.

Selain persoalan kematian anak, pemerintah juga menyoroti masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar. Stunting dinilai berdampak langsung pada kemampuan kognitif, perkembangan bahasa, hingga produktivitas anak di masa depan.

Artikel Terkait

DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

Setelah Sebulan Berlalu: Menguji Ulang Integritas Peradilan dalam Kasus Kekerasan oleh Oknum Militer

Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Antisipasi Musim Kemarau 2026

Wira menegaskan, 16 provinsi yang menyumbang sekitar 80 persen kasus stunting nasional perlu mendapat perhatian khusus. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, terdapat sekitar 3,6 juta balita stunting di Indonesia. Provinsi dengan jumlah terbanyak yakni Jawa Barat (683.348 anak), Jawa Tengah (485.993), Jawa Timur (379.780), Sumatra Utara (315.456), Nusa Tenggara Timur (214.143), dan Sulawesi Selatan (209.657).

“Mencegah stunting bukan hanya soal mengatasi masalah gizi, tetapi juga meliputi edukasi keluarga, penguatan layanan kesehatan dasar, deteksi dini, dan tata laksana yang optimal agar balita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” tambahnya.

Wira juga mengingatkan adanya tren peningkatan kasus underweight atau berat badan kurang pada anak-anak, yang dapat memperburuk situasi gizi nasional jika tidak segera ditangani melalui intervensi yang komprehensif.

Secara historis, tren Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia menurun dari 57 per 1.000 kelahiran hidup pada 1995 menjadi 16,85 pada 2020. Target RPJMN menetapkan angka 16 pada 2024 dan 9,9 pada 2029. Sementara itu, Angka Kematian Balita (AkBa) turun dari 40 per 1.000 kelahiran hidup pada 2012 menjadi 19,83 pada 2020, dengan target 25 pada 2024 dan 11,29 pada 2029.

Namun, capaian tersebut masih jauh di bawah negara tetangga seperti Singapura dengan AKB 1,72 dan AkBa 2,07, serta Malaysia dengan AKB 6,75 dan AkBa 8,08 pada 2023.

Pemerintah menegaskan, percepatan penurunan stunting dan kematian bayi memerlukan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan intervensi gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi keluarga agar anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (hai)

Topik: Kematian Bayi

TerkaitBerita

DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati
Nasional

DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

oleh Editor : Affandy
18 April 2026
Setelah Sebulan Berlalu: Menguji Ulang Integritas Peradilan dalam Kasus Kekerasan oleh Oknum Militer
Nasional

Setelah Sebulan Berlalu: Menguji Ulang Integritas Peradilan dalam Kasus Kekerasan oleh Oknum Militer

oleh Editor : Affandy
17 April 2026
Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Antisipasi Musim Kemarau 2026
Nasional

Menko Polkam Pimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Antisipasi Musim Kemarau 2026

oleh Editor : Anggoro
17 April 2026
Menaker Tegaskan Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja
Nasional

Menaker Tegaskan Serikat Pekerja Bukan Lawan Perusahaan, tapi Penjaga Hak Pekerja

oleh Editor : Anggoro
17 April 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

DPR Ingatkan Pemerintah soal Rencana Pemblokiran Wikipedia, Minta Pendekatan Hati-Hati

18 April 2026
DKI Jakarta Gelar Operasi Besar Tangkap Ikan Sapu-sapu, Hasilkan Hampir 7 Ton

DKI Jakarta Gelar Operasi Besar Tangkap Ikan Sapu-sapu, Hasilkan Hampir 7 Ton

18 April 2026
Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka, Ini Jalur Masuk dan Kampus Favoritnya

Pendaftaran UM-PTKIN 2026 Masih Dibuka, Ini Jalur Masuk dan Kampus Favoritnya

18 April 2026
Iran Buka Kembali Selat Hormuz untuk Kapal Komersial di Tengah Gencatan Senjata

Iran Buka Kembali Selat Hormuz untuk Kapal Komersial di Tengah Gencatan Senjata

18 April 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2811 shares
    Share 1124 Tweet 703
  • Viral Dugaan Pelecehan Seks di Grup Chat Mahasiswa FHUI, Kasus Tengah Diusut

    339 shares
    Share 136 Tweet 85
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    630 shares
    Share 252 Tweet 158
  • Toyota Kijang Super 2026: Reinkarnasi Legendaris dengan Teknologi Hybrid Ramah Lingkungan

    320 shares
    Share 128 Tweet 80
  • “Echo Chamber”, Pengganggu Pembelajaran Mendalam?

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya