Rabu, 3 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

Indonesia Masih Tertinggal dalam Angka Kematian Bayi dan Balita

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
15 Oktober 2025
in Nasional
A A
0
bayi
Share on FacebookShare on Twitter

koranindopos.com – Jakarta.  Meskipun angka kematian bayi dan balita di Indonesia menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir, posisi Indonesia masih tertinggal dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal ini diungkapkan Ketua Tim Kerja Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah Kementerian Kesehatan, Wira Hartiti, dalam webinar Evaluasi Program Kesehatan Balita dan Anak Prasekolah yang digelar di Jakarta, Selasa (14/10).

Menurut Wira, penurunan angka kematian bayi dan balita sudah mendekati target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), namun perlu upaya berkelanjutan, terutama pada masa neonatal yang masih menyumbang sekitar 59 persen dari total kematian bayi.

“Meskipun angka kematian bayi dan balita sudah mendekati target RPJMN, posisi Indonesia masih tertinggal dibanding negara-negara ASEAN lain. Upaya untuk menekan angka kematian harus terus diperkuat,” ujar Wira.

Selain persoalan kematian anak, pemerintah juga menyoroti masalah stunting yang masih menjadi tantangan besar. Stunting dinilai berdampak langsung pada kemampuan kognitif, perkembangan bahasa, hingga produktivitas anak di masa depan.

Artikel Terkait

Kebakaran Hebat di Pasar Jiung Kemayoran, Delapan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Sesak Napas

Satgas Haji dan Umrah 2026 Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp21,7 Miliar

Peringati Hari Lahir Pancasila, Menaker Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Sebagai Living Ideology

Wira menegaskan, 16 provinsi yang menyumbang sekitar 80 persen kasus stunting nasional perlu mendapat perhatian khusus. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, terdapat sekitar 3,6 juta balita stunting di Indonesia. Provinsi dengan jumlah terbanyak yakni Jawa Barat (683.348 anak), Jawa Tengah (485.993), Jawa Timur (379.780), Sumatra Utara (315.456), Nusa Tenggara Timur (214.143), dan Sulawesi Selatan (209.657).

“Mencegah stunting bukan hanya soal mengatasi masalah gizi, tetapi juga meliputi edukasi keluarga, penguatan layanan kesehatan dasar, deteksi dini, dan tata laksana yang optimal agar balita dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” tambahnya.

Wira juga mengingatkan adanya tren peningkatan kasus underweight atau berat badan kurang pada anak-anak, yang dapat memperburuk situasi gizi nasional jika tidak segera ditangani melalui intervensi yang komprehensif.

Secara historis, tren Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia menurun dari 57 per 1.000 kelahiran hidup pada 1995 menjadi 16,85 pada 2020. Target RPJMN menetapkan angka 16 pada 2024 dan 9,9 pada 2029. Sementara itu, Angka Kematian Balita (AkBa) turun dari 40 per 1.000 kelahiran hidup pada 2012 menjadi 19,83 pada 2020, dengan target 25 pada 2024 dan 11,29 pada 2029.

Namun, capaian tersebut masih jauh di bawah negara tetangga seperti Singapura dengan AKB 1,72 dan AkBa 2,07, serta Malaysia dengan AKB 6,75 dan AkBa 8,08 pada 2023.

Pemerintah menegaskan, percepatan penurunan stunting dan kematian bayi memerlukan kolaborasi lintas sektor melalui penguatan intervensi gizi, layanan kesehatan ibu dan anak, serta edukasi keluarga agar anak Indonesia dapat tumbuh sehat, cerdas, dan produktif di masa depan. (hai)

Topik: Kematian Bayi

TerkaitBerita

Kebakaran Hebat di Pasar Jiung Kemayoran, Delapan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Sesak Napas
Peristiwa

Kebakaran Hebat di Pasar Jiung Kemayoran, Delapan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit Akibat Sesak Napas

oleh Editor : Affandy
2 Juni 2026
Satgas Haji dan Umrah 2026 Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp21,7 Miliar
Nasional

Satgas Haji dan Umrah 2026 Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan, Kerugian Capai Rp21,7 Miliar

oleh Editor : Affandy
2 Juni 2026
Peringati Hari Lahir Pancasila, Menaker Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Sebagai Living Ideology
Nasional

Peringati Hari Lahir Pancasila, Menaker Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Sebagai Living Ideology

oleh Editor : Anggoro
1 Juni 2026
DPR Minta Kemenhaj Pastikan Hak Korban Gagal Umrah Hanania Travel Terpenuhi
Nasional

DPR Minta Kemenhaj Pastikan Hak Korban Gagal Umrah Hanania Travel Terpenuhi

oleh Editor : Affandy
1 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Run for Equality

Run For Equality 2026 Hadirkan Ruang Aman dan Setara bagi Penyandang Disabilitas

2 Juni 2026
Indro Warkop Tuangkan Kerinduan kepada Rekan Seperjuangan Lewat Lagu Baru

Indro Warkop Tuangkan Kerinduan kepada Rekan Seperjuangan Lewat Lagu Baru

2 Juni 2026
Honda Racing Indonesia Sambut Musim Balap 2026 dengan Wajah Baru dan Semangat Regenerasi

Honda Racing Indonesia Sambut Musim Balap 2026 dengan Wajah Baru dan Semangat Regenerasi

2 Juni 2026
Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

Gandeng Australia, Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

2 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3366 shares
    Share 1346 Tweet 842
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    391 shares
    Share 156 Tweet 98
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    694 shares
    Share 278 Tweet 174
  • Edukasi Komunitas Forex Bandung, Didimax Ingatkan Pentingnya Transaksi Mandiri Demi Keamanan Dana

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Puluhan Warga Antusias Ikuti Cek Gula Darah Gratis

    309 shares
    Share 124 Tweet 77
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya