Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home uncategorized

Migi Rihasalay, Menyulam Makna Merah Putih Lewat Jahitan Tangan dan Semangat Paskibra

Editor : Akula oleh Editor : Akula
29 Oktober 2025
in uncategorized
A A
0
Migi Rihasalay, Menyulam Makna Merah Putih Lewat Jahitan Tangan dan Semangat Paskibra
Share on FacebookShare on Twitter

Koranindopos.com, Jakarta – Dengan penuh ketelitian, Migi Rihasalay menatap kain merah dan putih yang terbentang di hadapannya. Jarum dan benang ia genggam erat, bergerak pelan namun pasti menjahit setiap helai kain menjadi satu. Ia memilih menjahit dengan tangan, bukan mesin, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa. Setiap tusukan benang baginya adalah simbol cinta dan rasa hormat terhadap Sang Merah Putih yang telah menjadi saksi perjalanan panjang Indonesia.

“Bendera ini saya jahit sendiri dengan tangan, seperti para pejuang dulu yang memperlakukan Sang Pusaka dengan penuh rasa hormat,” ujar Migi. Bendera itu, katanya, akan dikibarkan pada momen penting dalam hidupnya — bukan sekadar upacara seremonial, melainkan perwujudan cinta tanah air yang telah tertanam sejak masa remaja.

Sejak duduk di bangku SMP, Migi telah akrab dengan disiplin dan semangat kebangsaan lewat kegiatan ekstrakurikuler Paskibra. Kecintaannya pada dunia baris-berbaris berlanjut hingga SMA, hingga akhirnya ia berhasil lolos seleksi dan menjalani masa karantina untuk menjadi bagian dari Paskibra K se-DKI Jakarta. Dari situlah langkahnya menuju dunia Paskibra semakin serius dan penuh tanggung jawab.

Selama tiga tahun menjadi anggota Paskibra K, Migi tidak hanya mendapat pengalaman berharga, tetapi juga kesempatan istimewa berupa beasiswa hingga lulus SMA. Ia dipercaya untuk menjadi pengibar bendera di Kantor Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (KANDEPAK) DKI Jakarta, sebuah kehormatan besar yang menjadi puncak dari pengabdiannya sebagai pelajar.

Artikel Terkait

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

IMG 20251029 WA0006 scaled - Migi Rihasalay, Menyulam Makna Merah Putih Lewat Jahitan Tangan dan Semangat Paskibra

Dari pengalaman itu, Migi belajar bahwa menjadi bagian dari Paskibra bukan hanya soal kedisiplinan, tetapi juga tentang tanggung jawab, kerja sama, dan rasa cinta pada negeri. “Waktu itu, saya benar-benar merasa punya peran dalam menjaga makna merah putih. Mengibarkan bendera bukan hal kecil, karena di sana ada simbol perjuangan dan semangat persatuan,” ungkapnya.

Momen paling berkesan datang pada peringatan Hari Kemerdekaan tahun 2008. Saat itu, Migi dipercaya menjadi bagian dari pasukan 17, tim yang bertugas mengibarkan bendera merah putih di KANDEPAK DKI Jakarta. Di bawah terik matahari dan tatapan khidmat para peserta upacara, ia mengangkat bendera dengan penuh kebanggaan. Detik itu, rasa haru dan bangga berpadu menjadi satu, mengingatkannya pada nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak awal menjadi Paskibra.

Kini, setiap kali jarum dan benang berada di tangannya, Migi seolah kembali pada masa itu — masa di mana semangat nasionalisme begitu kuat mengalir dalam dirinya. Menjahit bendera merah putih bukan sekadar kegiatan simbolik, melainkan cara Migi menjaga api semangat kebangsaan tetap menyala.

“Bagi saya, merah putih bukan hanya kain dua warna. Ia adalah pengingat agar kita tidak lupa dari mana kita berasal, dan untuk siapa kita berjuang,” tutup Migi penuh makna. (Brg/Kul)

 

Topik: Migi Rihasalay

TerkaitBerita

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap
uncategorized

Takkan Kubiarkan Kau Menangis, Cara Ferly Halim Menggambarkan Cinta yang Tak Selalu Terucap

oleh Editor : Akula
12 Juni 2026
Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan
uncategorized

Dua Aksi Demo Mahasiswa Digelar di Jakarta Pusat Siang Ini, 214 Personel Disiagakan

oleh Editor : Affandy
10 Juni 2026
Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku
uncategorized

Ayu Azhari Bawa Nuansa Bangka dalam Film Suamiku Lukaku

oleh Editor : Akula
22 Mei 2026
UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE
uncategorized

UM-PTKIN 2026 Perketat Pengawasan, Gunakan Alat Detektor dan Sistem SSE

oleh Editor : Affandy
13 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

SHOW Token Siap Dorong Transformasi Industri Film Nasional Berbasis Blockchain dan AI

SHOW Token Siap Dorong Transformasi Industri Film Nasional Berbasis Blockchain dan AI

27 Juni 2026
Nikita Willy Berbagi Inspirasi Memilih Pakaian Nyaman untuk Temani Aktivitas Issa

Nikita Willy Berbagi Inspirasi Memilih Pakaian Nyaman untuk Temani Aktivitas Issa

27 Juni 2026
Daftar Sepeda Listrik Murah dengan Fitur Canggih, Solusi Mobilitas Praktis dan Hemat Biaya

Daftar Sepeda Listrik Murah dengan Fitur Canggih, Solusi Mobilitas Praktis dan Hemat Biaya

27 Juni 2026
Karyawan Toko Padel Mengaku Dianiaya Usai Dituduh Curi Raket, Diminta Ganti Rugi Rp 50 Juta

Karyawan Toko Padel Mengaku Dianiaya Usai Dituduh Curi Raket, Diminta Ganti Rugi Rp 50 Juta

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3591 shares
    Share 1436 Tweet 898
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    450 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya