GAMBIR, koranindopos.com – Kasus Covid-19 di Jakarta mulai terkendali. Hal itu bisa dilihat dari kasus positif yang didiagnosis setiap hari. Pada Minggu (3/10) ada 127 kasus yang didiagnosis di antara 17.832 orang yang dites PCR. Selain itu, perkembangan baik itu bisa dilihat dari kasus aktif. Hingga Minggu (3/10), ada 1.735 kasus aktif.
Melihat kasus yang mulai terkendali, berbagai pelonggaran mulai dibahas. Di antaranya, pembukaan kegiatan karaoke maupun konser. Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria menuturkan, ada beberapa kegiatan yang sudah dibahas terkait pelonggaran.
’’Karaoke masih dibahas. Konser juga, tapi yang skala besar belum,’’ terang Riza.
Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menuturkan, pembukaan konser di Jakarta sudah dibahas. Dia menyebutkan, konser kecil maupun besar juga sudah memiliki panduan, termasuk program cleanliness, health, safety and environment sustainability (CHSE).
’’Jika pemda sudah berkoordinasi dengan satgas Covid-19, kami berikan panduannya,’’ terang Sandi.
Menurut dia, pembukaan kegiatan karaoke tidak jauh berbeda dengan bioskop. Dia bahkan mengklaim sudah menerbitkan panduan konser. Bahkan, ada beberapa daerah yang sudah diizinkan untuk melaksanakan konser. Yakni, daerah yang sudah masuk PPKM level 2. Salah satu yang diberikan izin dan sudah berlangsung adalah Bromo Jazz. Bahkan, dalam waktu dekat, ada konser Drive In yang dilangsungkan pada November atau Desember mendatang.
Meski kasus Covid-19 mulai terkendali, Pemprov DKI tetap mengimbau warga Jakarta untuk mengantisipasi Covid-19 gelombang ketiga. Sebab, ada beberapa yang mengalami gelombang ketiga, Indonesia, termasuk Jakarta, baru selesai menghadapi gelombang kedua.
’’Supaya kasus tidak kembali melonjak, kami mengimbau warga yang beraktivitas di Jakarta untuk tetap disiplin protokol kesehatan,’’ kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Dwi Oktavia.
Menurut dia, kasus positif yang masih bertambah di Jakarta menunjukkan bahwa potensi penularan masih ada bila warga tidak disiplin. Potensi penularan itu bisa dilihat dari persentase kasus positif (positivity rate) di Jakarta yang belum mencapai angka 0.
’’Selama sepekan terakhir, positivity rate di Jakarta 0,8 persen. Masih ada penularan. Sangat jauh memang bila dibandingkan dengan target WHO untuk daerah aman dari penularan. Yakni, positivity rate tidak lebih dari 5 persen. Kalau positivity rate Jakarta secara total atau sejak pandemi itu masih tinggi. Yakni, 13,5 persen,’’ terangnya.
Melihat kondisi itu, dia meminta masyarakat untuk tetap disiplin dan mematuhi aturan PPKM level 3. (fri/brg)










