KEPULAUAN SERIBU, koranindopos.com – Destinasi wisata bahari di Kabupaten Kepulauan Seribu menjadi pilihan favorit warga Jakarta dan sekitarnya. Namun, sampai saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) masih mempertimbangkan pembukaan lokasi plesiran tersebut untuk umum.
Menparekraf Sandiaga Uno menerangkan, dia sudah melihat penerapan protokol kesehatan (prokes) di Pulau Untung Jawa. Menurut dia, penerapan prokes di sana cukup baik. ’’Teman-teman dari dinas pariwisata dan ekonomi kreatif bersurat kepada kami. Nah, kami akan langsung follow up,’’ ucap mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut.
Kepala Seksi Pengawasan Disparekraf DKI Jakarta Iffan menambahkan, saat ini, Kepulauan Seribu belum memiliki sertifikat clean, health, safety and environmental sustainability (CHSE). Sementara itu, tempat wisata harus mengantongi sertifikat tersebut untuk bisa beroperasi selama pandemi Covid-19.
Meskipun belum mengantongi sertifikat CHSE, disparekraf tetap mendorong pembukaan tempat wisata di Kepulauan Seribu. ’’Paling tidak, walaupun belum punya CHSE, PeduliLindungi kita bisa akses,’’ jelas Iffan.
Terkait sertifikat CHSE, saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu sedang menindaklanjuti pengajuan dari para pelaku industri pariwisata. Bupati Kepulauan Seribu Junaedi mengungkapkan, para pelaku wisata sedang melengkapi persyaratan. ’’Apabila seluruh syarat sudah terpenuhi, diharapkan, saat uji coba, pembukaan tempat wisata Kepulauan Seribu dapat izin untuk kembali beroperasi,’’ ucap Junaedi. (fri/brg)










