Selasa, 26 Mei 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Nasional

OJK Ungkap Tren Love Scam Meningkat, Sindikat Internasional Terbongkar di Yogyakarta

Editor : Hairul oleh Editor : Hairul
10 Januari 2026
in Nasional
A A
0
ojk
Share on FacebookShare on Twitter
koranindopos.com – Jakarta. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa kejahatan finansial digital dengan modus love, relationship, dan romance scam menjadi salah satu tren penipuan yang terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa praktik penipuan berkedok asmara ini terbukti telah terjadi di dalam negeri.

“Terbukti juga di Indonesia yang baru saja kejadian adalah di Yogyakarta ditemukan satu sindikat yang beroperasi secara internasional,” ujar Friderica, Jumat (9/1/2026).

Baru-baru ini, Kepolisian Resor Kota Yogyakarta membongkar dugaan sindikat love scamming jaringan internasional yang beroperasi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengungkapan tersebut dilakukan melalui operasi tangkap tangan di kantor PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Kecamatan Ngaglik, pada Senin (5/1) sekitar pukul 13.00 WIB.

Dalam praktiknya, para pelaku memanfaatkan aplikasi kencan daring hasil kloning dari aplikasi asal China bernama WOW. Para pegawai perusahaan tersebut dipekerjakan sebagai admin percakapan yang berperan sebagai perempuan dan menyesuaikan dengan negara asal korban.

Artikel Terkait

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak Menuju Arafah

Mereka melakukan bujuk rayu agar para pengguna aplikasi bersedia membeli koin atau melakukan top up untuk mengirimkan gift di dalam aplikasi. Setelah korban mengirimkan gift, pelaku kemudian mengirimkan konten secara bertahap berupa foto dan video bermuatan pornografi.

Para korban berasal dari berbagai negara, antara lain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia. Friderica menilai modus ini sebagai kejahatan lintas batas dengan risiko yang sangat tinggi.

“Para scammer ini menargetkan korban di berbagai negara melalui internet dan aplikasi, sehingga kejahatan seperti ini adalah risiko lintas batas yang sangat tinggi,” katanya.

Ia menambahkan, para korban dimanipulasi secara emosional hingga merasa memiliki hubungan khusus dengan pelaku. Kondisi ini membuat korban secara sukarela mentransfer uang dalam jumlah besar.

“Para korban merasa memiliki relationship yang spesial, sehingga mereka mengalami kehilangan uang dalam jumlah yang sangat besar,” ujarnya.

Selain kerugian finansial, korban juga mengalami dampak psikologis karena manipulasi emosional yang dilakukan secara intensif dan sulit disembuhkan.

Melalui Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI), OJK terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang terus berevolusi, termasuk love scam.

“Satgas PASTI memanfaatkan berbagai kanal komunikasi, mulai dari media sosial, media massa, sarana transportasi massal, podcast, hingga kanal perbankan seperti ATM dan aplikasi mobile banking untuk menyebarkan pesan anti-scam,” jelas Friderica.

Hingga akhir 2025, Indonesia Anti Scam Center telah menerima 3.494 laporan terkait kerugian masyarakat akibat modus love scam, dengan total kerugian mencapai Rp49,19 miliar.

OJK pun kembali mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap segala bentuk manipulasi, khususnya yang berkedok hubungan asmara di dunia digital. (hai)

Topik: OJK

TerkaitBerita

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana
Nasional

Pemerintah dan DPR Sepakati Rp100,1 Triliun untuk Pulihkan Sumatera Pascabencana

oleh Editor : Affandy
26 Mei 2026
Museum
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026
Haji
Nasional

Puncak Haji Dimulai, Jemaah Indonesia Bergerak Menuju Arafah

oleh Editor : Hairul
26 Mei 2026
LPDB Koperasi Dukung Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional
Nasional

LPDB Koperasi Dukung Penguatan Ekosistem Ekonomi Syariah Nasional

oleh Editor : Anggoro
25 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

Ilmuwan Oxford Kembangkan Vaksin Ebola Baru, Siap Masuk Uji Klinis dalam Beberapa Bulan

26 Mei 2026
Jelang 70 Tahun, Astra Pertegas Fokus pada Tiga Pilar Bisnis Utama

Jelang 70 Tahun, Astra Pertegas Fokus pada Tiga Pilar Bisnis Utama

26 Mei 2026
​Asah Bakat Generasi Muda, Pacific Garden Puri Sukses Hadirkan Kompetisi Edukatif

​Asah Bakat Generasi Muda, Pacific Garden Puri Sukses Hadirkan Kompetisi Edukatif

26 Mei 2026
Harga Emas Antam Melonjak Rp 35.000 per Gram, Kini Tembus Rp 2,78 Juta

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp5.000 per Gram, Kini Dibanderol Rp2,798 Juta

26 Mei 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3250 shares
    Share 1300 Tweet 813
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    375 shares
    Share 150 Tweet 94
  • Bocoran iPhone 18 Pro Max: Desain Baru, Performa Monster, dan Kamera Ala DSLR

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Pledoi Calvin Cahya: Kuasa Hukum Pertanyakan Dasar Dakwaan dan Minta Pembebasan Total

    311 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Wafat di Arab Saudi Bertambah

    310 shares
    Share 124 Tweet 78
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya