koranindopos.com – Jakarta. Di tengah maraknya pemberitaan mengenai krisis lingkungan, mulai dari cuaca ekstrem hingga kerusakan alam, gerakan kepedulian lingkungan justru tumbuh dari kalangan anak-anak. Sepanjang tahun 2025, Majalah Cahaya Inspirasi Anak (CIA) menghadirkan edisi bertema lingkungan sebagai upaya menanamkan literasi lingkungan sejak dini melalui pendekatan yang mendorong aksi nyata.
Literasi lingkungan diperkenalkan bukan sekadar sebagai hafalan atau pesan moral, melainkan sebagai proses berpikir kritis. Anak-anak diajak untuk membaca, memahami, mempertanyakan, hingga bertindak. Konten yang disajikan dirancang secara kontekstual, membahas penyebab kerusakan lingkungan, dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari anak, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dari lingkungan terdekat.
Pendekatan tersebut berbuah pada keterlibatan aksi nyata. Majalah CIA berkolaborasi dengan Nissin Soklat menggelar program bertajuk “Gerak Untuk Bumi”. Melalui program ini, sekitar 5.000 siswa sekolah dasar di Jakarta terlibat dalam kegiatan penanaman lebih dari 3.000 bibit tanaman di lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut berlangsung sepanjang November hingga Desember 2025.
Pendiri Majalah CIA, Stefanie Augustin, menegaskan bahwa literasi harus melampaui teks dan diwujudkan dalam tindakan. Menurutnya, anak-anak membutuhkan ruang untuk mengolah informasi menjadi pemahaman yang kemudian tercermin dalam sikap dan perilaku.
“Literasi tidak boleh berhenti di teks. Anak perlu ruang untuk menyerap informasi, mengolahnya menjadi pemahaman, lalu menyajikannya kembali dalam bentuk sikap dan tindakan. Ketika anak paham mengapa sesuatu penting, aksi baik akan lahir secara alami, bukan karena disuruh,” ujar Stefanie.
Kolaborasi lintas sektor antara media anak, dunia pendidikan, dan mitra pendukung ini menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat berjalan lebih efektif ketika seluruh pihak bergerak bersama dengan peran yang jelas dan tujuan yang terukur. Program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian lingkungan sejak usia dini, sekaligus membentuk generasi yang lebih peduli terhadap keberlanjutan bumi. (hai)










