Koranindopos.com, Jakarta – Dinamika hubungan keluarga Sarwendah dengan Betrand Peto (Onyo) kembali menjadi perbincangan hangat di momen perayaan Imlek kali ini. Meski Sarwendah merayakan hari raya dengan kumpul keluarga di rumah, sosok Onyo tidak terlihat hadir dalam keramaian tersebut. Hal ini memicu pertanyaan mengenai komunikasi di antara mereka.
Sarwendah secara terbuka menjelaskan bahwa dirinya telah berupaya merangkul semua anggota keluarga untuk berkumpul di hari istimewa tersebut. Sejak jauh-jauh hari, ia mengaku sudah mencoba menghubungi Betrand untuk hadir dalam acara makan malam keluarga. Namun, hingga hari H perayaan, belum ada balasan pasti dari pihak Onyo.
Mantan istri Ruben Onsu ini menduga bahwa kesibukan jadwal Onyo menjadi alasan utama mengapa pemuda tersebut tidak bisa bergabung. Meski merasa ada yang kurang, Sarwendah tetap menunjukkan sikap positif dan memahami kondisi sang anak yang mungkin memiliki agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan.
”Nah kebetulan kalau misalnya masalah Onyo, aku sudah chat dia dari lama banget gitu, sudah dari minggu lalu. Minggu lalu sudah aku chat gitu. Cuma mungkin Onyo-nya lagi sibuk kali jadi dia belum bisa mereply chat aku gitu. Jadi ya sudah diundang dong pastinya. Kan gimana pun pasti tetap undang tetap ajak, enggak mungkin tidak gitu,” kata Sarwendah.
Upaya untuk mengajak Onyo berkumpul ternyata tidak hanya dilakukan oleh Sarwendah secara personal. Anggota keluarga lain seperti Jordi Onsu pun turut melakukan hal yang sama untuk memastikan Onyo merasa tetap menjadi bagian dari perayaan besar keluarga tersebut. Namun, hingga acara berakhir, kiriman hadiah atau kehadiran pun belum terlihat.
”Kemarin juga kita undang karena kemarin itu kan sebenarnya makan makan keluarganya kemarin malam gitu. Sudah dichat gitu, ternyata Uncle Jordi juga ngechat gitu tapi ya mungkin Onyo-nya sibuk. (Hadiah dari Onyo) Enggak ada, enggak ada, enggak ada,” sambungnya menegaskan situasi saat ini.
Di sisi lain, Sarwendah harus memberikan pengertian kepada Thalia dan Thania mengenai perbedaan Imlek tahun ini. Anak-anaknya yang biasa melihat pertunjukan Barongsai di halaman rumah, kini harus menerima kenyataan bahwa tradisi tersebut ditiadakan sementara. Ia bersyukur kedua putrinya cukup dewasa untuk memahami situasi tersebut.
”Kasih pengertiannya, ya mereka sudah mengerti sih. Kan waktu itu juga pada saat acara Yeyeh juga mereka mengerti. Terus sudah dikasih tahu juga, ‘Oh ya Yeyeh belum setahun ya,’ gitu. Ya mereka mengerti sih, jadi kayak enggak boleh ada barongsai di rumah. Jadi sudah dikasih tahu anak-anak juga enggak boleh, barongsainya lagi enggak bisa kita ajak ke rumah ya, gitu,” ceritanya.
Meski banyak tradisi yang dibatasi, semangat anak-anak dalam merayakan Imlek tidak padam begitu saja. Thalia dan Thania tetap antusias mengikuti tradisi pembagian angpao, meski warna amplopnya tidak merah seperti biasanya. Sarwendah memastikan hak anak-anaknya untuk bersukacita tetap terpenuhi di hari raya ini.
”Dapat! Thania sama Thalia justru lagi berburu angpao tuh di situ. Nyiapin, nyiapin buat anak-anak, buat Nana, buat orang tua, pasti juga nyiapin semuanya. Tapi ya katanya ya sudah cuma boleh ya sudah keluarga inti saja ini,” ungkap Sarwendah sembari melihat keriuhan anak-anaknya.
Sarwendah mengakui bahwa menjalankan tradisi di tengah masa berkabung cukup membingungkan karena banyaknya pendapat yang berbeda. Namun, ia memilih untuk tetap pada prinsip menghargai orang tua dan mengikuti arahan dari sang ibunda dalam mengambil keputusan selama Imlek berlangsung.
”Banyak apa sih namanya tradisi yang aku juga rada bingung. A ngomong ini B ngomong ini, aku mau ikutin yang mana. Ya sudah aku tanya mama aku saja, mama aku mau ikutin yang mana gitu. Karena kan gimana pun menghargai mama aku, Yeyeh juga, jadi ya aku dengerin mami aku saja lah. Makasih ya,” tutupnya mengakhiri sesi wawancara. (BRG/Kul)










