Koranindopos.com, Jakarta – Proyek ekranisasi buku pengembangan diri kembali bergulir di industri perfilman nasional. Kali ini, karya berjudul Filosofi Teras akan diangkat ke layar lebar dengan menggandeng sejumlah nama yang telah dikenal publik. Aktris dan penyanyi Sherina Munaf dipercaya menjadi pemeran utama dalam film yang diadaptasi dari buku karya Henry Manampiring tersebut.
Buku Filosofi Teras pertama kali terbit pada 2018 dan dikenal sebagai bacaan populer yang memperkenalkan filsafat Stoa kepada pembaca Indonesia. Melalui pendekatan praktis, buku ini membahas cara mengelola pikiran dan respons terhadap berbagai persoalan hidup. Respons pasar yang kuat membuat karya ini bertahan lama di daftar buku terlaris dan memperluas diskusi mengenai Stoikisme di ruang publik.
Keterlibatan Sherina bermula saat ia mengetahui rencana adaptasi buku tersebut ke medium film. Ketertarikannya muncul karena materi aslinya bukan karya fiksi, melainkan buku pengembangan diri yang sarat refleksi dan gagasan filosofis. Ia melihat tantangan tersendiri dalam menerjemahkan konsep semacam itu menjadi cerita dramatik.
“Ketika tahu bahwa Filosofi Teras yang sebenarnya adalah self-help book dijadikan sebuah film, itu juga intriguing gitu kayak what sort of story yang akan diceritakan,” kata Sherina dalam konferensi pers di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (25/2/2026).
Setelah membaca naskah yang disiapkan rumah produksi MD Pictures, Sherina akhirnya menerima tawaran tersebut. Ia mengaku menemukan keterkaitan antara dirinya dengan karakter yang akan diperankan, meskipun belum dapat mengungkap detail cerita secara terbuka.
“Aku kan belum boleh cerita ya? Cuma ada sesuatu yang mengkoneksikan aku kepada karakter dan situasi yang ada di film ini,” ujarnya.
Dalam film ini, Sherina akan memerankan tokoh bernama Nea. Karakter tersebut dirancang sebagai representasi generasi muda yang menghadapi tekanan kehidupan modern dan berupaya memahami prinsip Stoikisme dalam keseharian. Pendekatan tersebut tetap merujuk pada gagasan utama buku, namun dikemas dalam alur dramatik yang lebih personal.

Henry Manampiring mengaku awalnya tidak membayangkan bukunya dapat diterjemahkan ke format sinema. Ia memahami bahwa tantangan terbesar adalah mengubah paparan konsep menjadi kisah yang memiliki konflik dan perkembangan karakter yang jelas.
“Jujur saya kaget, karena buku itu bukan fiksi. Kalau novel mungkin lebih mudah. Tapi ini buku self improvement yang gimana caranya diadaptasi. Tapi itu lah kekuatan visi dari MD Pictures bahwa ini ada powerful kalau ini dijadikan film,” ujar Henry..
Ia juga menyambut positif terpilihnya Sherina sebagai pemeran utama. Menurutnya, latar belakang serta kepribadian Sherina dinilai selaras dengan karakter yang ingin ditampilkan dalam film.
“Dan menurut saya karakter Sherina itu gadis Stoik banget. Karena saya mengenal dia, dia orangnya rasional,” ucap Henry.
Film ini akan disutradarai oleh Affandi Abdul Rachman, yang sebelumnya mengarahkan film Negeri 5 Menara (2012). Dari sisi pemain, proyek ini turut menghadirkan sejumlah nama lain seperti Lydia Kandou, Zee Asadel, Ge Pamungkas, Givina Lukita, Kiki Narendra, serta Dinda Kanya Dewi.
Proses produksi dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat. Tim produksi menargetkan pengambilan gambar berlangsung pada akhir Februari 2026, dengan jadwal yang telah disusun untuk beberapa lokasi di Jakarta dan sekitarnya.
Adaptasi ini menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pembaca buku ke medium audiovisual. Jika dalam versi cetak pembaca diajak merenungkan gagasan Stoikisme melalui paparan konseptual, filmnya akan mempresentasikan penerapan nilai tersebut dalam dinamika kehidupan tokoh utama. (BRG/Kul)










