koranindopos.com – Jakarta. Presiden Prabowo Subianto meresmikan bank emas pertama di Indonesia pada 26 Februari 2025. Peresmian tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan ekosistem hilirisasi dan pengelolaan logam mulia nasional. Salah satu pihak yang ditunjuk untuk mengelola bank emas tersebut adalah PT Pegadaian.
Langkah ini dinilai strategis mengingat Indonesia merupakan salah satu produsen emas terbesar di dunia dengan kapasitas produksi sekitar 160 ton per tahun. Dengan produksi yang melimpah, kehadiran bank emas diharapkan mampu mengoptimalkan pengelolaan, penyimpanan, hingga pemanfaatan emas di dalam negeri.
Berdasarkan publikasi data dari Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) pada Senin (2/3/2026), sejak diresmikan setahun lalu, total emas kelolaan bank emas Pegadaian telah mencapai 40,51 ton.
Capaian tersebut menunjukkan respons positif dari masyarakat maupun pelaku industri terhadap layanan bank emas. Skema ini memungkinkan masyarakat menyimpan, berinvestasi, serta memanfaatkan emas dalam sistem yang lebih terintegrasi dan terjamin.
Peresmian bank emas merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat hilirisasi sumber daya alam. Selama ini, sebagian emas hasil tambang masih diekspor dalam bentuk mentah atau setengah jadi. Dengan adanya bank emas, pemerintah mendorong agar nilai tambah dapat dinikmati lebih besar di dalam negeri.
Selain itu, pengelolaan emas secara terpusat juga dinilai dapat memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional. Emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, terutama di tengah dinamika global.
Dengan total kelolaan yang telah mencapai lebih dari 40 ton dalam setahun, bank emas diharapkan terus berkembang dan memperluas layanan, baik untuk individu, pelaku usaha, maupun industri perhiasan dan manufaktur.
Pemerintah optimistis pengelolaan emas yang lebih modern dan terstruktur dapat meningkatkan inklusi keuangan berbasis logam mulia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai negara produsen emas utama dunia.(dtk/dhil)










