Koranindopos.com, Jakarta – Fenomena kalender unik akan mewarnai bulan Maret 2026 di Indonesia. Kedekatan waktu antara Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, hingga Cap Go Meh menciptakan periode libur panjang yang diprediksi akan memicu lonjakan mobilitas masyarakat secara masif di berbagai penjuru tanah air.
Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi kepadatan arus mudik dan balik dengan menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA). Kebijakan ini dijadwalkan berlaku pada 16–17 Maret untuk mengurai keberangkatan, serta 25–27 Maret 2026 guna meredam penumpukan saat arus balik Lebaran.
Direktur Komersial In Journey, Veronica H Sisilia, dalam konferensi pers di Sarinah pada Rabu (4/3/2026), menyambut baik kebijakan fleksibilitas kerja tersebut. Menurutnya, hal ini menjadi peluang bagi pusat perbelanjaan ikonik seperti Sarinah untuk menjadi destinasi produktif sekaligus rekreatif.
“Jadi boleh kerja dari mana saja, termasuk di Sarinah,” ujar Veronica H Sisilia Direktur Komersial InJourney saat Konfrence pers di Sarinah (4/3/2026).
Selain WFA, dukungan infrastruktur juga diperkuat melalui program Angkutan Lebaran 2026. Program khusus ini dirancang untuk memastikan kelancaran perjalanan masyarakat selama 18 hari penuh, terhitung sejak pertengahan hingga akhir Maret.
“Melihat konfigurasi kalender tersebut, kami menyediakan Angkutan Lebaran 2026 yang dimulai tanggal 13 sampai 30 Maret, selama 18 hari,” jelasnya.
Langkah strategis ini diharapkan tidak hanya mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi di sektor pariwisata. Integrasi antara transportasi dan destinasi wisata menjadi kunci utama dalam menangkap peluang dari tingginya pergerakan warga.
“Kami melihat opportunity bahwa mobilitas masyarakat ini akan terurai untuk potensi wisata domestik, melalui ekosistem bandara, ke destinasi, ke hotel, dan juga ke Sarinah,” tutupnya.

Senada dengan optimisme tersebut, PT Sarinah melihat momentum tahun ini sebagai peristiwa yang sangat langka. Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan, menyoroti bagaimana berbagai hari besar keagamaan jatuh dalam waktu yang hampir bersamaan, menciptakan harmoni budaya di tengah hiruk-pikuk libur panjang.
“Momentumnya ini sangat unik karena ada Hari Nyepi, Lebaran, dan juga Cap Go Meh yang bersamaan,” ujar Raisha Syarfuan selaku Direktur Utama PT Sarinah.
Menyambut antusiasme tersebut, Sarinah meluncurkan promo belanja “Malam Berkah Ekstra,” katanya.
Program ini menawarkan potongan harga yang menggiurkan bagi para pemburu kebutuhan Lebaran maupun wisatawan yang berkunjung ke Jakarta pada jam-jam tertentu.
“Di periode tanggal 6 sampai 8 Maret, kita punya program bernama Malam Berkah Ekstra dengan diskon hingga 50 persen untuk pengunjung Sarinah,” jelasnya.
Tak hanya soal belanja, Sarinah juga memperkuat nuansa religi melalui rangkaian “Gema Lentera Ramadan”. Berkolaborasi dengan Scarf Media, pengunjung dapat menikmati peragaan busana muslim, acara buka puasa bersama, hingga berbagai kegiatan komunitas yang digelar secara rutin setiap minggunya.
Prediksi kenaikan angka kunjungan ini didorong oleh posisi Sarinah sebagai pusat perbelanjaan yang menggabungkan nilai sejarah dan gaya hidup modern.
“Kami sudah menghitung kira-kira akan ada kenaikan sekitar 15 sampai 20 persen trafik pengunjung ke Sarinah,” tutupnya. (RIS/Hend)










