koranindopos.com – Jakarta. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di seluruh wilayah Lebanon terus mengalami peningkatan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 357 orang meninggal dunia dan 1.223 lainnya mengalami luka-luka.
Laporan tersebut disampaikan pada Sabtu (11/4/2026), sebagaimana dilansir oleh AFP. Pihak kementerian menegaskan bahwa angka korban tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah seiring proses evakuasi yang masih berlangsung.
Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa tim penyelamat masih melakukan pembersihan puing-puing di berbagai lokasi terdampak serangan. Kondisi ini menyulitkan pendataan korban secara menyeluruh.
“Jumlah korban tewas masih belum final, karena masih berlangsungnya pembersihan puing-puing dan keberadaan sejumlah besar jenazah manusia yang memerlukan pengujian DNA,” demikian bunyi pernyataan resmi tersebut.
Proses identifikasi korban juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi jenazah yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Pemerintah Lebanon saat ini terus mengerahkan sumber daya untuk mempercepat evakuasi serta penanganan korban luka.
Situasi ini semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di Lebanon, yang sebelumnya sudah menghadapi berbagai krisis ekonomi dan sosial. Komunitas internasional pun diharapkan dapat memberikan perhatian dan bantuan terhadap dampak konflik yang terus meningkat di kawasan tersebut.(dhil)










