Koranindopos.com , Jiangsu – Pada 24 Maret 2026, Pengadilan Rakyat Kabupaten Xiangshui, Provinsi Jiangsu, secara resmi mengesahkan rencana restrukturisasi terhadap Jiangsu Delong Nickel Industry dan 29 perusahaan terkait lainnya, sehingga total mencakup 30 perusahaan, serta mengakhiri proses restrukturisasi.
Sebagai investor inti dalam restrukturisasi tersebut, keterlibatan Zheshang Development dalam transaksi besar ini kini mencapai tahap implementasi yang krusial.
Menurut sumber yang mengetahui situasi tersebut, hingga saat ini Zheshang Development bersama para mitranya telah sepenuhnya terlibat dalam kegiatan produksi dan operasional GNI.
Dengan memanfaatkan keunggulan di bidang rantai pasok serta pengalaman produksi para mitra, mereka turut berpartisipasi secara mendalam dalam pengelolaan seluruh mata rantai operasional GNI.
Sebagai salah satu produsen nikel besi berbasis modal Tiongkok terkemuka di Indonesia, GNI memiliki kekuatan aset yang besar serta keunggulan skala usaha yang menonjol.
Dengan masuknya investasi dan keterlibatan operasional Zheshang Development kali ini, diharapkan akan terbentuk sinergi yang kuat dan menyuntikkan vitalitas baru bagi GNI.
Menurut keterangan resmi, PT Gunbuster Nickel Industry (“GNI”) merupakan anak perusahaan yang secara tidak langsung dimiliki sebesar 99,84% oleh Jiangsu Delong.
Pada 1 Agustus 2024, Pengadilan Xiangshui di Jiangsu memutuskan untuk menerima permohonan restrukturisasi dalam proses kepailitan Jiangsu Delong.
Pada 30 Januari 2026, rapat kreditur dalam perkara restrukturisasi Jiangsu Delong diselenggarakan untuk melakukan pemungutan suara atas rancangan rencana restrukturisasi, dengan batas akhir pemungutan suara hingga pukul 18.00 pada 20 Maret 2026.
Rencana restrukturisasi tersebut membagi pemungutan suara ke dalam beberapa kelompok, yaitu kelompok piutang dengan hak prioritas atas biaya proyek konstruksi, kelompok piutang dengan jaminan kebendaan, kelompok piutang pajak, dan kelompok piutang biasa.
Piutang karyawan tidak mengalami penyesuaian dan sesuai hukum tidak dibentuk kelompok pemungutan suara.Selain itu, dibentuk pula kelompok pemegang saham untuk memberikan suara atas penyesuaian hak pemegang saham yang terkait dalam rencana restrukturisasi.
Hingga berakhirnya masa pemungutan suara, rencana restrukturisasi Jiangsu Delong memperoleh persetujuan dengan dukungan suara mayoritas yang kuat dari rapat kreditur maupun rapat kelompok pemegang saham.
Pada 24 Maret 2026, Pengadilan Xiangshui di Jiangsu secara resmi mengesahkan rencana restrukturisasi Jiangsu Delong dan mengakhiri proses restrukturisasi Jiangsu Delong.
Berdasarkan rencana restrukturisasi Jiangsu Delong, Zheshang Development (000906.SZ) atau entitas yang ditunjuknya akan mengakuisisi 75% dari porsi 99,84% saham GNI yang secara tidak langsung dimiliki oleh Delong melalui investasi restrukturisasi ini.
Zheshang Development merupakan perusahaan milik negara tingkat Provinsi Zhejiang yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Shenzhen, Tiongkok.
Perusahaan ini terutama bergerak di bidang layanan integrasi rantai pasok, dengan fokus utama pada rantai pasok komoditas logam ferrous dan non-ferrous.
Selama tiga tahun berturut-turut, pendapatan operasionalnya melampaui USD 25 miliar, dengan laba bersih melebihi USD 50 juta.
Menurut informasi yang diperoleh, dalam investasi terhadap GNI kali ini Zheshang Development akan menggandeng Jinhai Stainless Steel, sebuah perusahaan mapan di Tiongkok dengan pengalaman lebih dari 27 tahun dalam industri peleburan baja tahan karat.
Setelah rancangan rencana restrukturisasi diumumkan, GNI pada 10 Februari 2026 telah menggelar rapat dengan mengundang perwakilan dari perusahaan peleburan nikel besi berbasis modal Tiongkok seperti VDNI dan NNI, serta perwakilan dari berbagai kalangan lainnya, untuk secara resmi memulai proses transisi dan serah terima terkait GNI. (BRG/Kul)










