Senin, 27 April 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • More
Home Ekonomi Bisnis

Alasan Klasik di Balik Pelanggaran Dapur MBG Terungkap

Editor : Affandy oleh Editor : Affandy
27 April 2026
in Bisnis
0
Alasan Klasik di Balik Pelanggaran Dapur MBG Terungkap

foto: polres kupang

Share on FacebookShare on Twitter
Koranindopos.com – JAKARTA – Pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menyoroti berbagai pelanggaran yang terjadi di lapangan. Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap bahwa banyak pengelola dapur MBG masih menggunakan alasan-alasan klasik saat kedapatan tidak mematuhi standar operasional prosedur (SOP).

Salah satu alasan yang paling sering muncul adalah ketidaktahuan terhadap SOP dapur MBG. Direktur Wilayah II Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Albertus Doni Dewantoro, menyebut alasan ini kerap digunakan, bahkan setelah berbagai sosialisasi dan peringatan telah diberikan sebelumnya. Ia menilai sebagian pengelola bahkan “pura-pura tidak tahu” terhadap pelanggaran yang terjadi.

Selain itu, pergantian kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) juga menjadi faktor yang kerap dijadikan alasan. Dalam beberapa kasus, perubahan kepemimpinan menyebabkan informasi terkait standar operasional tidak tersampaikan dengan baik kepada pengelola di lapangan.

Permasalahan lain yang cukup krusial adalah penggunaan bangunan yang tidak sesuai standar. Banyak dapur MBG yang beroperasi di rumah tinggal yang dialihfungsikan tanpa memperhatikan aspek sanitasi dan sistem pembuangan limbah. Kondisi ini dinilai berisiko terhadap kualitas dan keamanan makanan yang disajikan.

Menanggapi berbagai pelanggaran tersebut, BGN menerapkan sanksi tegas secara bertahap, mulai dari Surat Peringatan (SP) hingga penghentian sementara operasional (suspend). Jika pelanggaran terus berlanjut, kerja sama dengan pengelola dapat diputus sepenuhnya. Langkah ini diambil untuk memastikan standar kualitas dan higienitas program tetap terjaga.

Artikel Terkait

Dukungan Pelatihan Difabel Menguat di Jakarta Timur

Pemerintah Kaji Kelayakan Bahan Bakar Inovatif “Bobibos” Karya Anak Bangsa

Beri Pesan Kuat Tentang Kualitas dan Cinta Lintas Generasi

BGN juga menegaskan bahwa penindakan ini bukan keputusan mendadak. Sepanjang tahun sebelumnya, pemerintah telah memberikan waktu bagi pengelola untuk melakukan perbaikan melalui pembekalan dan sosialisasi. Memasuki tahun 2026, fase penegakan aturan diperketat, terutama pada triwulan pertama.

Dalam pengawasannya, BGN menaruh perhatian besar pada aspek higienitas dan tata letak dapur. Standar dapur MBG mengharuskan adanya pemisahan area bongkar muat, distribusi makanan, dan pencucian peralatan. Selain itu, fasilitas pendukung seperti tempat tinggal staf dan tenaga ahli juga diwajibkan guna memastikan pengawasan berjalan optimal.

Kasus ini menunjukkan bahwa tantangan implementasi program besar seperti MBG tidak hanya terletak pada perencanaan, tetapi juga pada disiplin pelaksanaan di lapangan. Alasan klasik seperti ketidaktahuan SOP menjadi sinyal bahwa pengawasan dan edukasi masih perlu diperkuat agar tujuan program benar-benar tercapai.(dhil)

Topik: dapur mbgpelanggaran

TerkaitBerita

Dukungan Pelatihan Difabel Menguat di Jakarta Timur
Ekonomi

Dukungan Pelatihan Difabel Menguat di Jakarta Timur

oleh Editor : Akula
25 April 2026
Pemerintah Kaji Kelayakan Bahan Bakar Inovatif “Bobibos” Karya Anak Bangsa
Bisnis

Pemerintah Kaji Kelayakan Bahan Bakar Inovatif “Bobibos” Karya Anak Bangsa

oleh Editor : Affandy
25 April 2026
HERITAGE AND TIMELESS: Frank & co. menggelar exhibition selama tiga hari, 23–26 April 2026, di Gedung A.A. Maramis, Jalan Lapangan Banteng Timur, Pasar Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat. (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)
Bisnis

Beri Pesan Kuat Tentang Kualitas dan Cinta Lintas Generasi

oleh Editor : Memoarto
24 April 2026
Indonesia Amankan Pasokan Energi, Impor Minyak dari Rusia dan Amerika Serikat
Bisnis

Indonesia Amankan Pasokan Energi, Impor Minyak dari Rusia dan Amerika Serikat

oleh Editor : Affandy
24 April 2026
Bank Jakarta

Direkomendasikan

Divonis 7 Tahun Penjara, Ammar Zoni ‘Pikir-pikir’ Ajukan Banding dan Siapkan Strategi Peninjauan Kembali

Divonis 7 Tahun Penjara, Ammar Zoni ‘Pikir-pikir’ Ajukan Banding dan Siapkan Strategi Peninjauan Kembali

27 April 2026
KULIT SEHAT: Dari kiri, Dr. Stanley Setiawan, Dr. Henry Tanojo, Dr. Mathelda Weni, dan Dr. Inneke Jane saat konferensi pers peluncuran Teoxane babyGLOW™ oleh PT Parvus Medica Indonesia dan Teoxane Laboratories di Pullman Hotel Thamrin, Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (26/4/2026). (FOTO: SHANTY AULIA/KORANINDOPOS.COM)

Inilah Skin Booster Injeksi Praktis dan Minim Downtime

27 April 2026
KlikFilm Siapkan Tayangan Dokumenter Proses Syuting “Dilan ITB 1997”

KlikFilm Siapkan Tayangan Dokumenter Proses Syuting “Dilan ITB 1997”

27 April 2026
epilepsi

Edukasi Epilepsi Anak: Cara Menjaga Kesehatan dan Mencegah Risiko Kejang Sejak Dini

27 April 2026

Terpopuler

  • Drama Perebutan Anak Berujung Pidana: Agnes Brenda Lee Dituntut 9 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Ingin Keadilan yang Berimbang

    Drama Perebutan Anak Berujung Pidana: Agnes Brenda Lee Dituntut 9 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Ingin Keadilan yang Berimbang

    382 shares
    Share 153 Tweet 96
  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    2898 shares
    Share 1159 Tweet 725
  • Mantan Legal Manager Hadapi Proses Hukum, Kuasa Hukum Sampaikan Keberatan

    334 shares
    Share 134 Tweet 84
  • Isuzu Panther Reborn 2026 Hadir di Indonesia, Harga Mulai Rp 288 Jutaan dengan Skema Kredit Fleksibel

    656 shares
    Share 262 Tweet 164
  • Kasus Bocah Nizam: Tak Hanya Ibu Tiri, Ayah Kandung Kini Resmi Jadi Tersangka

    319 shares
    Share 128 Tweet 80
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Opini
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya