Sabtu, 27 Juni 2026
  • Masuk
Indopos
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
Indopos
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Opini
  • More
Home Opini

Fakta di Balik Program ”Stimulan” Perumahan Swadaya

Editor : Memoarto oleh Editor : Memoarto
11 Mei 2026
in Opini
A A
0
PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)

PERKUAT KELUARGA: Dari kiri, Bendahara Umum Sari Yuliati, Ketum Golkar Bahlil Lahadalia, dan Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Adies Kadir dalam satu momentum kegiatan partai. (Foto Ilustrasi: memoindonsia.co.id)

Share on FacebookShare on Twitter
 PERSPEKTIF ANTROPOLOGI: Ketua Departemen Organisasi dan Pembinaan Wilayah PPK Kosgoro1957 Muh Arman Alwi. (Foto: Dok. Pribadi Muh Arman Alwi)

PERSPEKTIF ANTROPOLOGI: Ketua Departemen Organisasi dan Pembinaan Wilayah PPK Kosgoro1957 Muh Arman Alwi. (Foto: Dok. Pribadi Muh Arman Alwi)

OLEH: MUH ARMAN ALWI

Ketua Departemen Organisasi dan Pembinaan Wilayah PPK Kosgoro1957

 

PROGRAM Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tidak dapat dipahami sekadar sebagai agenda pembangunan fisik berupa ”bedah rumah”. Dalam perspektif antropologi Indonesia, rumah memiliki makna yang jauh lebih dalam dibandingkan bangunan material semata. Rumah merupakan ruang kebudayaan. Simbol martabat keluarga. Pusat reproduksi nilai sosial, sekaligus tempat manusia membangun identitas dan keberlangsungan hidup.

Artikel Terkait

Peran Generasi Muda dalam Memodernisasi Pertanian di Era Digital

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

Karena itu, Sari Yuliati (Wakil Ketua DPR RI Periode 2026–2029 Sari Yuliati, Red) mengawal target pembangunan dan rehabilitasi tiga juta rumah layak huni hingga 2029. Langkah tersebut sesungguhnya dapat dibaca sebagai upaya memperkuat struktur sosial masyarakat Indonesia dari tingkat paling dasar, yakni keluarga dan komunitas lokal.

Dalam antropologi nusantara, konsep hunian selalu berkaitan erat dengan nilai kolektivitas. Di banyak daerah di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat. Rumah bukan hanya milik individu, tetapi bagian dari sistem sosial masyarakat adat, kekerabatan, dan budaya gotong royong. Maka pendekatan BSPS yang menempatkan masyarakat sebagai subjek pembangunan, bukan objek bantuan pasif, menjadi sangat relevan dengan karakter budaya Indonesia. Di sinilah letak penting pendekatan yang disampaikan Sari Yuliati bahwa BSPS adalah ”stimulan”, bukan bantuan penuh.

Pendekatan tersebut sejalan dengan nilai antropologis masyarakat Indonesia yang menempatkan partisipasi dan swadaya sebagai fondasi kehidupan sosial. Negara hadir bukan untuk mematikan daya hidup masyarakat, tetapi memperkuat solidaritas dan kemampuan kolektif rakyat dalam memperbaiki kehidupannya.

Model seperti ini berbeda dengan pola pembangunan yang sepenuhnya sentralistik dan birokratis. BSPS justru menghidupkan kembali semangat gotong royong yang selama ini menjadi identitas sosial bangsa Indonesia. Ketika masyarakat ikut terlibat memperbaiki rumahnya, terdapat proses sosial yang membangun rasa memiliki, tanggung jawab bersama, dan kohesi komunitas.

Secara antropologis, program ini juga memiliki dimensi simbolik yang kuat. Rumah layak huni mencerminkan pengakuan negara terhadap martabat rakyat kecil. Dalam banyak studi antropologi kemiskinan di Indonesia, ketidaklayakan rumah sering kali melahirkan perasaan terpinggirkan secara sosial. Karena itu, rehabilitasi rumah bukan hanya memperbaiki atap bocor atau dinding rapuh, melainkan juga memulihkan rasa percaya diri, kehormatan keluarga, dan optimisme sosial masyarakat.

Apa yang dikawal oleh Sari Yuliati di Lombok Timur menunjukkan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berpusat pada pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga harus menyentuh realitas kebudayaan masyarakat bawah. Pendekatan seperti ini penting karena masyarakat Indonesia hidup dalam relasi sosial yang sangat dipengaruhi lingkungan, adat, dan solidaritas komunitas.

Dalam konteks Nusa Tenggara Barat, program BSPS juga memiliki dampak antropologis terhadap ketahanan sosial masyarakat pedesaan. Rumah yang sehat dan layak menciptakan ruang tumbuh yang lebih baik bagi anak-anak, memperkuat kesehatan keluarga, dan menjaga stabilitas sosial ekonomi masyarakat. Ketika kualitas tempat tinggal meningkat, maka produktivitas sosial masyarakat ikut berkembang. Komitmen Sari Yuliati untuk terus

“menjemput bola” dapat dibaca sebagai bentuk politik representasi yang tidak berjarak dengan masyarakat. Dalam antropologi politik Indonesia, pemimpin yang hadir langsung di tengah rakyat memiliki legitimasi sosial lebih kuat dibandingkan sekadar hadir melalui simbol administratif kekuasaan.

Kehadiran langsung di lapangan membangun relasi emosional antara negara dan masyarakat. Selain itu, keberlanjutan program BSPS di era Prabowo Subianto menunjukkan adanya kesinambungan pembangunan yang penting dalam budaya politik Indonesia. Masyarakat Indonesia pada dasarnya lebih menerima model pembangunan yang konsisten, stabil, dan berkelanjutan dibandingkan perubahan drastis yang memutus kesinambungan sosial.

Karena itu, target menuju Indonesia Emas 2045 tidak cukup hanya diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur besar. Indonesia Emas juga harus dibangun melalui penguatan kualitas hidup rakyat dari ruang-ruang domestik paling dasar, rumah, keluarga, dan komunitas sosialnya.

BSPS menjadi contoh bahwa pembangunan sejati adalah pembangunan yang memahami manusia Indonesia secara utuh, bukan hanya sebagai angka statistik, tetapi sebagai makhluk budaya yang hidup dalam relasi sosial, nilai gotong royong, dan harapan akan kehidupan yang lebih bermartabat.

Dalam kerangka itulah, dukungan dan pengawalan yang dilakukan Sari Yuliati terhadap BSPS dapat dipahami bukan hanya sebagai agenda politik pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kebudayaan sosial Indonesia yang berakar pada solidaritas, kemandirian, dan kemanusiaan. (*/mmr)

Topik: GolkarPerumahan Swadaya

TerkaitBerita

Memodernisasi Pertanian
Opini

Peran Generasi Muda dalam Memodernisasi Pertanian di Era Digital

oleh Editor : Anggoro
18 Juni 2026
Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani
Opini

Dampak dan Upaya Mengatasi Praktik Ijon yang Merugikan Petani

oleh Editor : Anggoro
16 Juni 2026
Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?
Opini

Perlukah TKA untuk Pembelajaran Mendalam?

oleh Editor : Anggoro
3 Juni 2026
Arsitektur Baru Keadilan Pajak
Opini

Arsitektur Baru Keadilan Pajak

oleh Editor : Anggoro
6 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bank Jakarta

Direkomendasikan

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

Suarakan Bahaya Narkoba Lewat Rock, Adnan Ndy Rilis Single ‘Akhirku’ di Hari Anti-Narkotika Internasional

27 Juni 2026
Asa Baru Difabel Brebes: Mandiri dan Tembus Dunia Kerja Lewat Vokasi Menjahit Sepatu

Asa Baru Difabel Brebes: Mandiri dan Tembus Dunia Kerja Lewat Vokasi Menjahit Sepatu

27 Juni 2026
Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry

Main Film CLBK, Sintya Marisca Terpikat Sifat ‘Bapak-Bapak’ Khiva Iskak Saat Bangun Chemistry

27 Juni 2026
Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

Manjakan Nasabah, Bank Jakarta Sabet Tiga Penghargaan Customer Experience Terbaik 2026

27 Juni 2026

Terpopuler

  • Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    Perdana, Kemenag-LPDP Siapkan 10.000 Kuota Beasiswa Pendidikan Profesi Guru

    3598 shares
    Share 1439 Tweet 900
  • Mayoritas Menteri Disentil Presiden, Menag Ingatkan Bawahannya Membeli Produk Dalam Negeri

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Swiss vs Kanada Perebutkan Puncak Klasemen Grup B

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Marco Bezzecchi Kena Sanksi Berat Setelah Pukul Marshal

    317 shares
    Share 127 Tweet 79
  • Obat Bebas Tetap Memiliki Risiko, Masyarakat Diminta Lebih Bijak Menggunakannya

    315 shares
    Share 126 Tweet 79
  • Tentang Kami
  • Redaksi Indopos
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Kontak Kami : 0899 064 8218

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada Hasil
Lihat semua hasil
  • Home
  • Nasional
    • Politik
    • Peristiwa
    • Pendidikan
  • Megapolitan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Infrastruktur
    • Properti
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Elektronik
    • Gadget
  • Otomotif
  • Olahraga
    • Sepak Bola
    • Badminton
  • Opini
  • More
    • Edukatif & Inspiratif
    • Internasional
    • Iklan
    • Seni dan Budaya
    • Religi
    • Catatan Ringan
    • Ruang Pajak
    • Kuliner
    • Traveling
    • Film dan Musik

© 2026. Indopos Menyajikan Berita Aktual dan Terpercaya