Koranindopos.com, Jakarta – Industri perfilman horor Indonesia kembali kedatangan karya unik lewat film Gudang Merica. Film yang dijadwalkan menyapa penonton pada 21 Mei 2026 ini menjanjikan perpaduan antara kengerian rumah sakit dengan komedi absurd. Namun, di balik layar, tersimpan cerita-cerita “penderitaan” kocak dari para aktornya yang harus menjalani instruksi tak terduga dari sang sutradara, Imam Darto.
Benidictus Siregar menjadi salah satu aktor yang paling vokal menceritakan betapa “ajaibnya” proses produksi film ini. Salah satu momen yang menurutnya paling tidak masuk akal adalah saat ia harus menjalani adegan fisik yang cukup berat di tengah malam. Kondisi lokasi yang gelap dan sepi menambah kesan janggal pada adegan tersebut.
Beni mengaku dirinya sempat heran mengapa ia harus berada dalam posisi tergantung di sebuah ruangan pada waktu yang sangat larut. Pengalaman itu begitu membekas karena baginya hal tersebut terasa sangat aneh dan di luar nalar akting biasanya.
“Paling yang digantung sih ya, di ruang tengah malam itu. Aneh banget sumpah,” kata Benidictus saat ditemui di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/5/2026).
Keanehan tersebut semakin memuncak saat ia mencoba mengingat kembali isi naskah asli yang diberikan sebelum syuting dimulai. Ia merasa adegan melelahkan itu tidak pernah tertulis secara resmi sebelumnya, yang menunjukkan adanya improvisasi kreatif di tengah set.
“Kayaknya di skrip enggak ada deh itu,” tambahnya sambil tertawa.
Tak hanya Benidictus, Ardhito Pramono juga mengalami nasib serupa dalam hal menjalani adegan yang memicu rasa malu. Ardhito harus melakukan interaksi dengan karakter dr. Handoko yang menuntut posisi tubuh tertentu. Baginya, adegan itu adalah puncak ke-absurdan dari seluruh partisipasinya di film garapan MVP Pictures ini.
Ardhito menjelaskan bahwa penonton nantinya akan mengerti mengapa ia menyebut adegan tersebut sangat tidak biasa. Posisi yang ia ambil saat berhadapan dengan dr. Handoko menjadi poin yang paling sering dibahas olehnya saat mengenang masa syuting.
“Adegan dr. Handoko sih. Karena gue ada posisinya, kalau teman-teman udah nonton, posisi saya itu cukup absurd sama dr. Handoko pada saat itu,” ujar Ardhito sambil tertawa.
Kondisi fisik Ardhito pun diuji karena pengambilan gambar adegan memalukan tersebut dilakukan saat matahari baru saja terbit. Ia merasa seolah-olah memang ditakdirkan untuk menghadapi momen-momen sulit selama produksi film horor komedi ini.
“Dan itu juga adegannya kita take agak pagi ya. ‘Wah, gue lagi yang kena,’ gitu,” lanjutnya.
Cerita-cerita absurd dari para pemain ini seolah menjadi pemantik rasa penasaran publik terhadap kualitas cerita Gudang Merica. Film ini membawa premis tentang mahasiswa kedokteran yang sedang koas dan terjebak dalam situasi mistis di sebuah rumah sakit yang penuh misteri.
Dengan deretan bintang seperti Ardhito Pramono, Benidictus Siregar, Fatih Unru, Zulfa Maharani, dan Arla Ailani, film ini diprediksi akan menjadi tontonan yang segar. Publik kini menantikan bagaimana kekacauan dan horor yang dialami para pemain di lokasi syuting akan diterjemahkan ke dalam layar lebar pada Mei mendatang. (BRG/Hend)










