Koranindopos.com, Jakarta – Setelah selama 16 tahun mengabdikan diri sebagai pemeran di depan kamera, Irish Bella atau yang akrab disapa Ibel ini kini memilih untuk mengambil langkah besar di balik layar. Ia resmi menjabat sebagai Eksekutif Produser dalam proyek film terbarunya yang bertajuk ‘Dosa: Penebusan atau Pengampunan’.
Langkah baru ini dijalani Irish Bella di bawah naungan rumah produksi HAS Pictures. Keputusan untuk beralih peran ini bukanlah tanpa alasan, melainkan sebuah pencapaian dari daftar keinginan yang sudah lama ia simpan. Dalam sebuah kesempatan di XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, pada Sabtu (9/5/2026), Irish mengungkapkan rasa antusiasnya terhadap tantangan baru di dunia perfilman tersebut.
Keseriusannya dalam mendalami peran sebagai produser menunjukkan sisi lain dari kemampuannya yang selama ini lebih dikenal publik melalui akting di berbagai judul sinetron dan film layar lebar.
”Kenapa saya bisa terjun ke sini? Eh bisa dibilang salah satu wishlist mimpi saya sebenarnya,” kata Irish Bella.
Istri dari Haldy Sabri ini mengakui bahwa bekerja di balik layar memberikan perspektif yang sangat berbeda dibandingkan saat ia berakting. Menurutnya, menjadi seorang eksekutif produser menuntut pemahaman yang lebih dalam mengenai aspek bisnis dan manajemen produksi, bukan sekadar urusan estetika seni peran yang selama belasan tahun ia geluti.
Ia merasa perjalanan kariernya selama 16 tahun telah memberikan rasa penasaran yang besar mengenai bagaimana sebuah produksi film dikelola dari hulu ke hilir.
”Iya, pasti beda banget ya. Balik lagi ini adalah hal baru buat saya. Ini tantangan baru. Tapi itu ya, saya suka tantangan,” kata Irish Bella.
Dalam proyek perdananya ini, Irish Bella berkolaborasi dengan dua nama yang sudah tidak asing lagi, yakni Reza Aditya dan Sondang Pratama. Namun, bekerja sama dengan tim produksi yang kreatif ternyata membawa tantangan tersendiri bagi Ibel, terutama dalam hal pengelolaan anggaran yang kerap membengkak akibat ide-ide liar sang sutradara.
”Tantangan disini tuh punya sutradara seperti mas Sondang. Idenya liar banget jadi banyak pengeluaran yang over dalam produksi film ini. Segala buat wahana di lokasi, pemain saya diputar putar. Tapi untungnya pemain saya semua tahan banting,” jelasnya.
Ibel mengakui bahwa mengawasi sisi finansial dan operasional jauh lebih kompleks daripada sekadar menghafal naskah.
”Ya kalau di depan kamera kan hanya memikirkan kesenian akting. Kalau di sini itu lebih kayak kesenian bisnisnya, gitu. Jadi banyak banget tantangan-tantangannya, banyak belajar hal-hal baru juga,” ucapnya.
Meski diakui sangat menguras pikiran, wanita berusia 30 tahun ini merasa ada kepuasan tersendiri saat melihat visualisasi ide berkembang menjadi sebuah karya yang nyata.
”Ya kerja dibalik layar ini tuh pusing kepala ya, tapi seru,” tegasnya. Ibel juga menambahkan bahwa ia merasa sangat beruntung karena suaminya dan tim produksi memiliki kedekatan personal, sehingga proses pengerjaan film ‘Dosa: Penebusan atau Pengampunan’ bisa berjalan dengan lancar meskipun penuh dengan dinamika produksi yang cukup tinggi.
Film yang dibintangi oleh deretan aktor berbakat seperti Irsyadilah, Ratu Sofya, Dominic Sanda, Jennifer Eve, hingga Revaldo ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 11 Juni 2026. Irish Bella pun menaruh harapan besar agar film ini mampu menyentuh hati para penonton melalui pesan moral yang terkandung di dalamnya.
”Ya aku berharap film ini booming. Karena banyak pesan positif buat penonton lewat ceritanya, bisa jadi refleksi diri. Film ini bisa jadi refleksi diri kita sendiri ya, untuk menyadari seberapa besar Dosa yang sudah kita perbuat,” ujar Irish Bella menutup pembicaraan. (BRG/Hend)










